Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Mikke Susanto: Kalau salah, Hong Djien minta maaf saja, urusan selesai

fb mikke susanto fb mikke susanto

Jogjakarta-KoPi| Dua tahun lalu, Mikke Susanto bersama beberapa kolektor seperti Syakib Sungkar menggulirkan wacana lukisan palsu. Tidak tanggung-tanggung, tertuduh adalah Sang Kolektor paling berpengaruh dr. Oei Hong Djien (OHD). Beberapa media seperti Tempo kemudian melakukan laporan inevestigasi dan hasilnya menunjukkan ke arah kebenaran tuduhan itu.

Setelah sekian tahun reda, Mikke Susanto, seorang kurator dan dosen seni rupa di ISI Yogyakarta menggelar event unik dengan tajuk "Pameran Lukisan Palsu dan Diskusi" Kejahatan Dalam Seni Rupa: Pemalsuan Lukisan, Fakta dan Pembuktian". Acara akan berlangsung di Jogja Galerry, 5 Agustus 2015.

Mikke menyebut bahwa acara ini sebagai pendorong agar siapapun bisa berlaku jujur. Bila Hong Djien jujur, pintu maaf masyarakat akan terbuka lebar. Berikut wawancara lengkapnya.

Winda: Kalau tidak salah dua tahun lalu, Anda dan Syakib Sungkar sudah mengangkat isu ini, bahkan kemudian beberapa media seperti Tempo dan Gatra melakukan investigasi.

Hasilnya memang ada indikasi –melalui ahli waris maestro Hendra Gunawan, S Sudjojono, Soedibyo memberikan pernyataan bahwa di muesum OHD lukisan tersebut adalah palsu.

Dalam sebuah tulisan oleh Djaka Riasto juga di sebutkan bahwa Ir Ciputra memuat lukisan Hendra Gunawan palsu pada buku Hendra Gunawan yang dia terbitkan ( The Great Impresionist ) dengan kurator Agus Dermawan dan Astri Wright. Tetapi sejauh ini tidak ada implikasi hukum apapun pada mereka. Sebenarnya ini melanggar hukum tidak?

Mikke Susanto: Persoalan melanggar hukum atau tidak ini kan terkait dengan adanya aturan, Mbak. Jadi kalau misalnya dilihat dari aturan regulasi dan sebagainya di Indonesia, kita belum menerapkan atau belum sampai menerbitkan aturan yang se-rigid ini, dari perkara ini. Nah, yang menjadi problem adalah persoalan pelanggaran etik sebenarnya.

Jadi bagaimana kemudian sebuah museum tentu saja terkait dengan kode etik museum minimal bendanya kalau memang palsu atau reproduksi harus dibilang, ini bikinan sekarang dan sebagainya dengan informasi yang jujur.

Problemnya di situ, ketika ada sebuah museum dibuka, ternyata ada karya-karya yang dianggap oleh sebagian banyak orang itu palsu. Bahkan faktanya sudah dibuka sedemikian rupa, plus masuk juga bayar. Kita hanya disuguhi barang-barang palsu, yang sesungguhnya itu palsu tapi dibilang asli. Itu yang kemudian tidak etis dalam sebuah hubugan bermasyarakat. Itu yang kita beritahukan.

Jadi tidak pada persoalan kita harus menghukum apa atas kejadian ini. Belum sampai kesana, karena wilayah saya, misalnya, atau wilayah teman-teman yang lain yang berada di luar ranah hukum kan ga bisa menuntut apapun. Hanya menuntut kejujuran mereka semua untuk mengatakan, misalnya kita tanya ini asal muasal karya ini gimana ni..Kalau ini gak bisa dijelaskan, ini gak bener, gak jelas.

Winda: Menurut Anda, apakah OHD adalah pembeli lukisan palsu, penjual lukisan palsu atau bagaimana? selain OHD siapa lagi?

Mike Susanto: Kalau yang membeli lukisan palsu itu hampir bisa dikatakan banyak, Mbak..tidak hanya OHD, istilahnya lukisan KW. Kalau cari Affandi susah KW-nya Affandi gak papa deh.

Ini sebenarnya ada beberapa gelagat atas peristiwa pembelian lukisan palsu ini. Satu, gelagatnya, satu, secara jujur kita menikmati saja di rumah, ya itu sah tidak ada larangan. Yang kedua gelagat yang gak enak adalah menjadikan lukisan itu asli, mengupayakan lukisan itu mejadi asli. Itu yang problem bagi kita.

Kalau gelagat yang lain saya kira, maca-macam lah saya kira berbeda dengan yang saya kira sebelumnya.
Selain OHD banyak sekali, hampir semua kolektor kalau disebut ya gak etis juga, jadi saya ditanya tanya lagi karya mana yang dibeli, ya saya gak tahu data otentik karena peristiwanya sekarang adalah OHD ya itu misalnya, ya sudah kita contohkan itu.

Winda: Tidak adanya pembuktian secara hukum membuat suara-suara di sebagaian masyarakat seni rupa menuduh anda dan kolektor lain hanya ingin menggeser dominasi OHD, misalnya. Bagaimana penjelasan anda?

Mikke Susanto: Saya ini mendengar kayak gitu juga gak terlalu kaget. Karena ini persolan bagaimana menerjemahkan atau mensosialisaikan wacana yang mendidik. Jadi saya tidak berupaya mencari kedudukan posisi, posisi saya tetap pada sebgai pendididk.

Yang penting saya bisa berkata apa yang bisa saya ungkapkan seara rasional, terbukti faktanya ada, ya sudah. Persoalan nanti, banyak orang mengatakan- sepilah ya terserahlah. Tapi paling gak saya gak diem gitu aja. Saya harus mengalami banyak hal ya gak ada masalah.

Winda: Wacana ini sebenarnya tujuan kemana atau di dorong kemana?

Mike Susanto: Ke arah untuk memicu kejujuran masing-masing pihak. Bahwa Pak Hong Djien silahkan memberi kami fakta yang benar supaya tahu bahwa yang dimiliki oleh pak Hong Djien memang asli itu aja yang saya minta.

Kalau misalnya pun berupa ungkapan atau omongan ya, ayo diungkap darimana ini lho buktinya kalau asli. Beritahu semua yang ada di masyarakat ini, memang ini asli benar Pak Hong Djien, gitu. Kalau salah Pak Hong Djien tinggal minta maaf aja pada semuanya karena telah memamerkan secara resmi.

Kalau memilki tidak ada problem, kalau kita beli lukisan palsu tidak dilarang kok, yang dilarang itu memamerkan dengan nama asli. Ya itu kan yang gak jujur kalau Pak Hong Djien mengaku sebagai korban selesai kok urusan ini. jadi tidak ada hukuman untuk Pak Hong Djien. Pak Hong Djien juga kembali lagi baik namanya.

Jadi selesai sudah, jadi forum besok tidak untuk menjelek-jelekan Hong Djien. Sebenarnya kaus ini lebih banyak yang terjadi yang dialami oleh kolektor-kolektor lain yang merasa mendapatkan karya –karya palsu itu problemnya.

Jadi orientasi event besok lebih pada belajar bersama, agar kita tidak mengulangi kasus-kasus sebalumnya.
Tidak sama sekali, tidak menyerang siapapun dan saya sekedar panitia memberikan satu outline, supaya orang tahu bahwa ada banyak lukisan palsu di luar, hati-hati ini lho modusya, ini tekniknya, ini gaya pemalsuannya dan sebagainya supaya tidak tertipu. |Winda Efanur FS|

 

back to top