Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Sisi gelap Susi Pudjiastuti yang perlu diketahui

Sisi gelap Susi Pudjiastuti yang perlu diketahui
KoPi. Ada sisi-sisi gelap dari Susi Pudjiastuti, menteri perikanan dan kelautan dalam kabinet kerja Presiden Joko Widodo. Sisi gelap yang harus diungkap secara jujur.

Sisi gelap pertama dari kehidupannya adalah keretakan hubungan dengan sang ayah. Ketika itu, Susi memutuskan berhenti dari SMA. Ia sedang di tingkat kelas 2. Ayahnya sangat mengharap Susi lulus dan memiliki pendidikan tinggi.

Susi tidak pernah mengalami kesulitan membaca buku-buku sebab sang ayah selalu memanjakannya dengan setiap buku yang dibutuhkan. Keputusan keluar dari sekolah dan berhadapan dengan kesedihan sang ayah, adalah sisi gelap yang tidak mudah.

Namun Susi ingin membuktikan bahwa sekolahnya bukanlah di lembaga formal namun pada 'sekolah kehidupan'. Ia ingin mandiri, berbisnis. Darah ini tentu tak lepas dari keluarganya, sang ayah, yang merupakan pedagang-peternak sapi di Pangandaran.

Niat mandiri berbisnis mengantarnya pada sisi gelap kedua, yaitu modal. Pada saat hubungan dengan sang ayah memberi perasaan tidak karuan, Susi ingin memulai bisnis. Sayangnya bank menolak pinjaman yang diajukan.

Tentu saja bank menolaknya, sebab Susi tidak memiliki jaminan benda maupun surat-surat berharga seperti sertifikat. Maka ia memutuskan untuk menjual perhiasannya. Pada tahun 1983 ia memulai bisnis sebagai pengepul ikan.

Bisnis pengepulan iklan memasukkan dirinya pada sisi gelap hidup ketiga. Ia harus berhadapan dengan 'dunia laki-laki'. Sebab persaingan dalam pengepulan ikan didominasi oleh para laki-laki. Tidak mudah, itu proses berat. Susi harus merapatkan rahang hatinya sekuat yang bisa.

Ia terus berputar di Pangandaran dengan semangat yang menjadi lentera perjalanan awal bisnisnya.

Dunia bisnis pengepulan ikan mengantar perempuan berkulit sawo matang dan berwajah tegas ini pada sisi gelap selanjutnya... (bersambung).*

 

*Disarikan dari berbagai referensi biografis.

back to top