Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Sisi gelap Susi Pudjiastuti yang perlu diketahui

Sisi gelap Susi Pudjiastuti yang perlu diketahui
KoPi. Ada sisi-sisi gelap dari Susi Pudjiastuti, menteri perikanan dan kelautan dalam kabinet kerja Presiden Joko Widodo. Sisi gelap yang harus diungkap secara jujur.

Sisi gelap pertama dari kehidupannya adalah keretakan hubungan dengan sang ayah. Ketika itu, Susi memutuskan berhenti dari SMA. Ia sedang di tingkat kelas 2. Ayahnya sangat mengharap Susi lulus dan memiliki pendidikan tinggi.

Susi tidak pernah mengalami kesulitan membaca buku-buku sebab sang ayah selalu memanjakannya dengan setiap buku yang dibutuhkan. Keputusan keluar dari sekolah dan berhadapan dengan kesedihan sang ayah, adalah sisi gelap yang tidak mudah.

Namun Susi ingin membuktikan bahwa sekolahnya bukanlah di lembaga formal namun pada 'sekolah kehidupan'. Ia ingin mandiri, berbisnis. Darah ini tentu tak lepas dari keluarganya, sang ayah, yang merupakan pedagang-peternak sapi di Pangandaran.

Niat mandiri berbisnis mengantarnya pada sisi gelap kedua, yaitu modal. Pada saat hubungan dengan sang ayah memberi perasaan tidak karuan, Susi ingin memulai bisnis. Sayangnya bank menolak pinjaman yang diajukan.

Tentu saja bank menolaknya, sebab Susi tidak memiliki jaminan benda maupun surat-surat berharga seperti sertifikat. Maka ia memutuskan untuk menjual perhiasannya. Pada tahun 1983 ia memulai bisnis sebagai pengepul ikan.

Bisnis pengepulan iklan memasukkan dirinya pada sisi gelap hidup ketiga. Ia harus berhadapan dengan 'dunia laki-laki'. Sebab persaingan dalam pengepulan ikan didominasi oleh para laki-laki. Tidak mudah, itu proses berat. Susi harus merapatkan rahang hatinya sekuat yang bisa.

Ia terus berputar di Pangandaran dengan semangat yang menjadi lentera perjalanan awal bisnisnya.

Dunia bisnis pengepulan ikan mengantar perempuan berkulit sawo matang dan berwajah tegas ini pada sisi gelap selanjutnya... (bersambung).*

 

*Disarikan dari berbagai referensi biografis.

back to top