Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Sisi gelap Susi Pudjiastuti yang perlu diketahui

Sisi gelap Susi Pudjiastuti yang perlu diketahui
KoPi. Ada sisi-sisi gelap dari Susi Pudjiastuti, menteri perikanan dan kelautan dalam kabinet kerja Presiden Joko Widodo. Sisi gelap yang harus diungkap secara jujur.

Sisi gelap pertama dari kehidupannya adalah keretakan hubungan dengan sang ayah. Ketika itu, Susi memutuskan berhenti dari SMA. Ia sedang di tingkat kelas 2. Ayahnya sangat mengharap Susi lulus dan memiliki pendidikan tinggi.

Susi tidak pernah mengalami kesulitan membaca buku-buku sebab sang ayah selalu memanjakannya dengan setiap buku yang dibutuhkan. Keputusan keluar dari sekolah dan berhadapan dengan kesedihan sang ayah, adalah sisi gelap yang tidak mudah.

Namun Susi ingin membuktikan bahwa sekolahnya bukanlah di lembaga formal namun pada 'sekolah kehidupan'. Ia ingin mandiri, berbisnis. Darah ini tentu tak lepas dari keluarganya, sang ayah, yang merupakan pedagang-peternak sapi di Pangandaran.

Niat mandiri berbisnis mengantarnya pada sisi gelap kedua, yaitu modal. Pada saat hubungan dengan sang ayah memberi perasaan tidak karuan, Susi ingin memulai bisnis. Sayangnya bank menolak pinjaman yang diajukan.

Tentu saja bank menolaknya, sebab Susi tidak memiliki jaminan benda maupun surat-surat berharga seperti sertifikat. Maka ia memutuskan untuk menjual perhiasannya. Pada tahun 1983 ia memulai bisnis sebagai pengepul ikan.

Bisnis pengepulan iklan memasukkan dirinya pada sisi gelap hidup ketiga. Ia harus berhadapan dengan 'dunia laki-laki'. Sebab persaingan dalam pengepulan ikan didominasi oleh para laki-laki. Tidak mudah, itu proses berat. Susi harus merapatkan rahang hatinya sekuat yang bisa.

Ia terus berputar di Pangandaran dengan semangat yang menjadi lentera perjalanan awal bisnisnya.

Dunia bisnis pengepulan ikan mengantar perempuan berkulit sawo matang dan berwajah tegas ini pada sisi gelap selanjutnya... (bersambung).*

 

*Disarikan dari berbagai referensi biografis.

back to top