Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next
Anies Baswedan pemimpin paling berpengaruh di masa depan

Anies Baswedan pemimpin paling berpengaruh di masa depan

Jakarta-KoPi| Anis Baswedan (47 tahun) merupakan sosok pemimpin muda paling ideal memimpin Indonesia saat ini. Survey LSN menempatkannya pada urutan teratas pemimpin yang paling diinginkan masyarakat.Anies Baswedan tidak muncul begitu saja atau matan...

Wijaya Herlambang: G/30/S/PKI dan teror dalam kebudayaan

Wijaya Herlambang: G/30/S/PKI dan teror dalam kebudayaan

KoPi| Peristiwa 30 September 1965 merupakan peristiwa perih dan tragis bagi bangsa Indonesia. Peristiwa tragis tersebut, tidak saja menelan korban para jendral di masa revolusi, namun kemudian juga menjadi bencana yang melibas orang-orang yang tidak ...

Melihat cara kerja CIA dari kesaksian agen ganda Raul Capote

Melihat cara kerja CIA dari kesaksian agen ganda Raul Capote

KoPi| Dalam sebuah wawancara baru-baru ini di Havana, mantan kolaborator CIA-Kuba, Raúl Capote mengungkapkan strategi CIA masuk dalam jaringan perguruan tinggi di Venezuela untuk menciptakan jenis gerakan mahasiswa. Dia juga membahas manipulasi media...

Anies Baswedan pemimpin paling berpengaruh di masa depan

Lukisan Foto Karya Acil Hayat Lukisan Foto Karya Acil Hayat

Jakarta-KoPi| Anis Baswedan (47 tahun) merupakan sosok pemimpin muda paling ideal memimpin Indonesia saat ini. Survey LSN menempatkannya pada urutan teratas pemimpin yang paling diinginkan masyarakat.
Anies Baswedan tidak muncul begitu saja atau matang sebagai buah karbitan. Prestasinya luar biasa cermerlang dan bersinar di atas langit-langit dunia. Integritasnya utuh sebagai sosok pemimpin.

Majalah Foressight yang terbit di Jepang bahkan menempatkannya sebagai 20 tokoh paling berpengaruh dalam 20 tahun mendatang secara global. Anies dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota DPR AS, Paul Ryan.

Ranang Aji SP : Dalam sebuah survey yang dilakukan oleh Lembaga Survey Independen Nusantara (LSIN) tahun 2013, Anda adalah sosok yang paling diinginkan masyarakat memimpin negara ini. Unggul di atas Dahlan Iskan dan Mahfud MD serta Rhoma Irama. Bagaimana menjawab keinginan masyarakat ini?

Anies Baswedan : Ini bukan soal orang per orang. Bukan hanya soal Anies. Indonesia sedang berada dalam satu titik sejarah yang penting, yang akan menentukan apakah Indonesia akan berkibar sebagai negara maju ataukah malah terjerembab ke dalam banyak masalah.

Apakah kita akan menyerahkan masa depan itu pada orang-orang yang selama ini menikmati dan memelihara kerusakan di negeri ini? Tentu tidak. Kita tak boleh berpangku tangan. Kita harus turun tangan. Ada tanggung jawab bagi kita semua, termasuk saya.

Jika ada panggilan dan kesempatan untuk menciptakan kebijakan-kebijakan yang akan membuat Indonesia jauh lebih baik serta merebutnya dari tangan orang-orang yang tidak berniat baik, tentu saya akan berjuang sebaik-baiknya.

Ranang Aji SP : Bagaimana sebenarnya Anda melihat Indonesia secara umum saat ini?

Anies Baswedan : Seperti yang saya sampaikan tadi, Indonesia sedang berada dalam satu titik sejarah yang penting, yang akan menentukan apakah Indonesia akan berkibar sebagai negara maju ataukah malah terjerembab ke dalam banyak masalah.

Kita disebut-sebut akan menjadi salah satu dari perekonomian terbesar di dunia, terutama berkat bonus demografis. Ekonomi tumbuh. Di ranah politik, demokrasi mulai terlembaga, meskipun tak sempurna. Namun, semua kemajuan di bidang ekonomi dan politik itu menjadi dapat menguap manfaatnya bagi rakyat karena penegakan hukum yang bangkrut dan korupsi merajalela.

Ini juga yang dapat mengancam kondisi ekonomi kita, dengan membuat infrastruktur publik tidak dikerjakan dengan baik dan kesejahteraan berputar di situ-situ saja. Ini juga ancaman untuk politik kita, karena lemahnya penegakan hukum membuat uang berkuasa dan melumpuhkan demokrasi.

Bonus demografis dapat menjadi bom demografis jika kita tidak menyiapkan manusia Indonesia yang berkualitas. Ada banyak masalah dan pekerjaan rumah. Kalau kita tak bisa menyelesaikannya dengan baik di dalam periode penting ini, kita akan terjerembab dalam masalah yang lebih dalam.

Jika kita mampu menuntaskannya dengan baik, kita akan dapat memenuhi janji kemerdekaan, mulai dari perlindungan, kesejahteraan umum, pendidikan hingga peran di dalam perdamaian dunia. Tahun 2014 adalah pertaruhan penting kita semua.

Ranang Aji SP : Apa yang membedakan dua atau tiga generasi ke belakang?

Anies Baswedan : Ada banyak kemajuan yang harus disyukuri. Jumlah kelas menengah kita meningkat dengan pesat. Tingkat melek huruf kita termasuk tinggi. Pendidikan juga tumbuh. Kini orang bebas berpendapat. Ada banyak kemajuan.

Meskipun demikian, dunia juga berlari dengan sangat cepat. Globalisasi membuat kita terhubung erat dengan dunia, dan dunia berubah dengan cepat. Kita harus mempersiapkan Indonesia lebih baik lagi.

Ranang Aji SP : Saat ini persepsi publik tentang kepemimpinan di ambang titik nadir. Sebagai pemimpin bangsa dari generasi muda, Anda punya pendapat berbeda dengan persepsi publik saat ini?

Anies Baswedan : Tergantung di mana mencarinya. Ada banyak anak muda kita yang menjadi pemimpin dan melakukan banyak hal yang berdampak baik di masyarakat walaupun mereka tak memiliki jabatan apa-apa dan tak mendapatkan bayaran apa-apa. Orang-orang baik inilah yang harus didorong masuk ke dalam negara.

Ranang Aji SP : Bagaimana cara membangun rasa percaya masyarakat terhadap pemimpin dan demokrasi kita?

Anies Baswedan : Rumus kepercayaan itu = Kompetensi + Integritas + Kedekatan - Self-Interest. Pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memimpin dan menggerakkan. Pemimpin harus memiliki integritas. Pemimpin harus dekat dengan rakyatnya, bukan dalam hubungan patron-klien tapi sebagai sahabat yang bergotong royong bersamanya. Pemimpin harus menekan kepentingan pribadi.

Ranang Aji SP : Anda mempunyai formula khusus untuk mengubah Indonesia menjadi negara dan bangsa yang maju dan sejahtera?

Anies Baswedan : Kita harus membangun semangat gotong royong untuk membenahi Indonesia bersama-sama. Ada banyak masalah, namun masalah itu kecil jika kita semua berupaya menuntaskannya. Untuk itu, syarat utamanya adalah membangun rasa percaya rakyat pada negara dan rasa percaya di antara rakyat Indonesia. Caranya bagaimana? Pertama, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Presiden berkewajiban memenangkan perang melawan korupsi. Kita harus memastikan bahwa lembaga pembuat hukum dan penegak hukum dapat bersih dari korupsi. Kedua, keteladanan dari pemimpin. Pemimpin harus melayani, tapi tak menciptakan ketergantungan. Pemimpin harus menggerakkan. Ketiga, kebijakan-kebijakan reformasi struktural. Kita harus melakukan beberapa perubahan strategis yang bervisi jangka panjang, seperti reformasi sistem pendidikan.

Ranang Aji SP : Bagaimana Anda mengatasi misalnya bersilangnya keinginan agar kota-kota tidak macet oleh mobil dengan fakta bahwa banyak regulasi yang justru memudahkan mobil dan motor dibeli masyarakat?

Anies Baswedan : Dengan menciptakan kebijakan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, seperti misalnya perbaikan struktural pada sistem transportasi publik kita.

Ranang Aji SP : Ada persoalan yang belum selesai berkaitan dengan tujuan basis ideologi ekonomi kita. Terlihat bagaiman kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah seolah bertentangan dengan tujuan dasar UUD 1945. Menurut Anda bagaiman sebenarnya cara yang paling bisa digunakan untuk mensejahterakan rakyat secara adil dan merata?

Anies Baswedan : Proses politik, pembuatan kebijakan, dan penegakan hukum kita harus diperbaiki. Jika proses pembuatan kebijakan masih diwarnai kepentingan sempit kelompok maupun jangka pendek, kesejahteraan rakyat tidak akan jadi prioritas. Orang-orang baik harus masuk politik dan terus menjaga proses pembuatan kebijakan.

Ranang Aji SP : Isu buruh, upah buruh dan buruh migran senantiasa menjadi persoalan yang langgeng di negeri ini. Bagaimana Anda menjawabnya?

Anies Baswedan : Janji kemerdekaan, mulai dari perlindungan, kesejahteraan umum, hingga pendidikan, tidak cuma untuk sekelompok orang saja. Ia adalah janji untuk seluruh rakyat Indonesia, apapun pekerjaannya, termasuk buruh, buruh migran, atau siapapun. Harus ada peran pemerintah untuk memastikan mereka hidup dengan sejahtera.

Ranang Aji SP : Anda berhasil dalam mendesain Indonesia Mengajar. Bisa Anda ceritakan sedikit?

Anies Baswedan : Indonesia Mengajar adalah contoh bagaimana masyarakat kita sebenarnya memiliki modal sosial yang kuat yang jika dipicu akan menjadi gelombang kebaikan yang besar.

Ranang Aji SP : Umar bin Khatab adalah pemimpin Islam yang sulit tertandingi. Anda setuju model kepemimpinannya dipakai oleh pemimpin Indonesia? Termasuk Anda. ( Bukan sebagai negara Islam, tentu saja.)

Anies Baswedan : Umar bin Khatab adalah orang yang nilainya dalam rumus kepercayaan sangat tinggi. Rumus kepercayaan itu = Kompetensi + Integritas + Kedekatan - Self-Interest. Ia kompeten (terlihat dari visinya yang jelas dan kepemimpinannya yang menggerakkan), berintegritas (misalnya dari kisahnya mematikan lampu untuk urusan yang bukan urusan negara atau dari bajunya yang jelek karena tidak mau ambil dari kas negara), memiliki kedekatan (sering berkunjung dan bercengrama dengan rakyat), sekaligus memiliki self-interest yang rendah (setengah hartanya disumbangkan, hidupnya sangat sederhana). Tentu ini harus menjadi model kita semua, tentu dengan praktik yang sesuai zaman kita***

back to top
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
"Saya gemetar ketika melihat ke arah taman...."

28 September 2017 |Profil

"Saya gemetar ketika melihat ke arah taman...."

Kota Banjar - KoPi | Suatu hari minggu, ketika matahari berada di puncak, dia me...

Abdullah Tjan, Keturunan Cina Pelopor Pendiri Muhammadiyah Maluku Utara

23 February 2017 |Profil

Abdullah Tjan, Keturunan Cina Pelopor Pendiri Muhammadiyah Maluku Utara

AMBON – Terdapat dua tokoh pelopor kebangkitan Islam di Maluku Utara, yaitu H Mo...

Anies Baswedan pemimpin paling berpengaruh di masa depan

14 January 2017 |Wawancara

Anies Baswedan pemimpin paling berpengaruh di masa depan

Jakarta-KoPi| Anis Baswedan (47 tahun) merupakan sosok pemimpin muda paling idea...

Kombes Pol Anny Pudjiastuti: Dari Bintara hingga Komisari Besar Polisi

14 September 2016 |Profil

Kombes Pol Anny Pudjiastuti: Dari Bintara hingga Komisari Besar Polisi

Sosok ibu satu ini memang luar biasa. Berangkat dari pangkat Bintara polisi di t...

Franziska Fennert di antara tegangan Timur-Barat

14 August 2016 |Profil

Franziska Fennert di antara tegangan Timur-Barat

Franziska Fennert, adalah serupa keteduhan hutan belantara di pinggiran Rostock ...

Bertingkah aneh, dosen ini dapat pengawasan

22 May 2016 |Profil

Bertingkah aneh, dosen ini dapat pengawasan

Surabaya-KoPi│ Pernah melihat tingkah polah dosen aneh? Biasanya, dosen adalah s...

Bambang Tridoyo melukis di jalanan hingga memiliki gallery

06 May 2016 |Profil

Bambang Tridoyo melukis di jalanan hingga memiliki gallery

Jakarta-KoPi| Bambang Tridoyo (60) pria dengan topi baret di kepala ini terus me...

Dari dunia gelap, saya bisa meraih mimpi

09 January 2016 |Profil

Dari dunia gelap, saya bisa meraih mimpi

Jogjakarta-KoPi| "Kakak saya berpendapat asal saya bisa makan saja sudah cukup, ...

Ibu guru ini bisa ditauladani guru lainnya

24 December 2015 |Profil

Ibu guru ini bisa ditauladani guru lainnya

Mencerdaskan kehidupan bangsa, salah satu kata yang selalu terniang-niang di k...

Kisah dokter mata yang getarkan hati pasiennya

04 December 2015 |Profil

Kisah dokter mata yang getarkan hati pasiennya

Surabaya-KoPi| Perjalanan panjang menjadi dokter spesialis mata yang jadi rujuka...

GBPH Prabukusumo,Yogya dan matakuliah budaya Yogya

15 October 2015 |Profil

GBPH Prabukusumo,Yogya dan matakuliah budaya Yogya

Jogja-KoPi| GBPH Prabukusumo adalah putra Sultan Hamengkubuwono IX dari ibu KRA ...

Wijaya Herlambang: G/30/S/PKI dan teror dalam kebudayaan

02 October 2015 |Wawancara

Wijaya Herlambang: G/30/S/PKI dan teror dalam kebudayaan

KoPi| Peristiwa 30 September 1965 merupakan peristiwa perih dan tragis bagi bang...

Melihat cara kerja CIA dari kesaksian agen ganda Raul Capote

15 September 2015 |Wawancara

Melihat cara kerja CIA dari kesaksian agen ganda Raul Capote

KoPi| Dalam sebuah wawancara baru-baru ini di Havana, mantan kolaborator CIA-Kub...

Mikke Susanto: Kalau salah, Hong Djien minta maaf saja, urusan selesai

04 August 2015 |Wawancara

Mikke Susanto: Kalau salah, Hong Djien minta maaf saja, urusan selesai

Jogjakarta-KoPi| Dua tahun lalu, Mikke Susanto bersama beberapa kolektor seperti...

Wawancara Eksklusif bersama Akhmad Sahal perihal Islam Nusantara

03 August 2015 |Wawancara

Wawancara Eksklusif bersama Akhmad Sahal perihal Islam Nusantara

KoPI | Gagasan Islam Nusantara menjadi diskursus di ruang publik Indonesia menje...

Profil Ponpes Tebuireng Jombang

31 July 2015 |Profil

Profil Ponpes Tebuireng Jombang

Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Tebuireng - Tebuireng adalah nama sebuah pedukuh...

Kota Magelang beruntung mendapatkan Sigit Widyonindito

12 July 2015 |Profil

Kota Magelang beruntung mendapatkan Sigit Widyonindito

Kota Magelang-KoPi| Masyarakat Kota Magelang, mungkin, boleh disebut beruntung m...

Rektor UIN Sunan Kalijaga: "Mahasiswa gay tidak dikeluarkan, kecuali... "

08 July 2015 |Wawancara

Rektor UIN Sunan Kalijaga: "Mahasiswa gay tidak dikeluarkan, kecuali... "

Jogjakarta-KoPi| Gay atau kaum orientasi seksual menyimpang lainnya seperti LGBT...

Wanita yang menggenggam mimpi cahaya pagi

07 July 2015 |Profil

Wanita yang menggenggam mimpi cahaya pagi

Mimpimu, apakah hanya baik untuk diri, atau juga mampu menciptakan kebaikan bagi...

TKW Erwiana: "Saya diintimidasi agen dan pemerintah"

02 May 2015 |Wawancara

TKW Erwiana: "Saya diintimidasi agen dan pemerintah"

KoPi| May Day atau Hari Buruh barusan berselang. Seperti halnya tahun-tahun lalu...

Si Slamet bermusik untuk bahagia

24 March 2015 |Profil

Si Slamet bermusik untuk bahagia

Surabaya – KoPi | Di jaman di mana boyband dan girlband asal Korea bertebaran, n...

Dedy Sufriadi, homo ludens dan teks bertebaran

18 February 2015 |Profil

Dedy Sufriadi, homo ludens dan teks bertebaran

Tahun 2008, adalah tahun yang bahagia bagi pasar seni rupa. Perupa merayakannya ...

Doni Suwung, Nyanyian Satu Moyang

17 February 2015 |Profil

Doni Suwung, Nyanyian Satu Moyang

Doni Suwung, anak Sanggar Suwung di Jogja. Perjalanan komunalnya selama lebih da...

Jim Supangkat: "Belum ada karya yang dapat pengakuan dunia"

10 February 2015 |Wawancara

Jim Supangkat: "Belum ada karya yang dapat pengakuan dunia"

KoPi| Jim Supangkat merupakan kurator seni rupa Indonesia paling dihormati. Heri...

Reformasi Mahkamah Agung ala Hatta Ali

03 February 2015 |Profil

Reformasi Mahkamah Agung ala Hatta Ali

SURABAYA – KoPi | Ketua Mahkamah Agung RI, Hatta Ali, secara resmi dikukuhkan se...

Biodiesel ‘Jelantah’, Energi Terbaru Pengganti Solar

19 December 2014 |Wawancara

Biodiesel ‘Jelantah’, Energi Terbaru Pengganti Solar

KoPi| Satu lagi penemuan di bidang energi terbaru yang mampu menjadi energi alte...

Pancasila hadiah umat Islam untuk bangsa Indonesia

17 December 2014 |Wawancara

Pancasila hadiah umat Islam untuk bangsa Indonesia

Tuban – KoPi. Di tengah isu mengenai Islamic State (IS) dan upayanya untuk menyu...

10 tokoh dunia yang pindah keyakinan menjadi Islam

11 December 2014 |Profil

10 tokoh dunia yang pindah keyakinan menjadi Islam

KoPi| Islam merupakan agama damai, rasional dan berbasis pada cinta kasih. Itu...

Inilah Cara Kerja Mafia Migas

05 December 2014 |Wawancara

Inilah Cara Kerja Mafia Migas

KoPi| Tim Reformasi Tata Kelola Migas bentukan Menteri ESDM  Sudirman Said,...

6 Tokoh hebat Nasrani inspiratif di Indonesia

02 December 2014 |Profil

6 Tokoh hebat Nasrani inspiratif di Indonesia

KoPi| Indonesia memiliki tidak saja kekayaan alam, tetapi tokoh-tokoh yang membe...

Demi ibu, Mintardjo lepaskan kewarganegaraan Indonesia

21 November 2014 |Wawancara

Demi ibu, Mintardjo lepaskan kewarganegaraan Indonesia

Surabaya – KoPi. Huru-hara politik pada tahun 1965 tidak hanya menyebabkan ribua...

Prof. Faruk Tripoli: kenapa Komnas Perempuan membuat keputusan berpihak ?

07 November 2014 |Wawancara

Prof. Faruk Tripoli: kenapa Komnas Perempuan membuat keputusan berpihak ?

KoPi- Prof. DR. Faruk Tripoli, SU dalam kesempatan yang terbatas berkenan member...

Paulus Irawan, SH: Saut Situmorang bukan teroris atau pemerkosa

06 November 2014 |Wawancara

Paulus Irawan, SH: Saut Situmorang bukan teroris atau pemerkosa

KoPi - Sastrawan Saut Situmorang dan Iwan Sukri yang selama ini paling gigih dal...

Saut Situmorang: Saya siap dipanggil pengadilan

05 November 2014 |Wawancara

Saut Situmorang: Saya siap dipanggil pengadilan

KoPi- Kontroversi terbitnya buku '33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh di Indonesi...

Sisi gelap Susi Pudjiastuti yang perlu diketahui

01 November 2014 |Profil

Sisi gelap Susi Pudjiastuti yang perlu diketahui

KoPi. Ada sisi-sisi gelap dari Susi Pudjiastuti, menteri perikanan dan kelautan ...

Senyum dokter ini bisa menyembuhkan, ajaib ?

31 October 2014 |Profil

Senyum dokter ini bisa menyembuhkan, ajaib ?

Dokter Edy Raharja orangnya sangat dikenal ramah selalu tersenyum dan menyapa se...

Ini 10 tokoh hebat Indonesia tanpa ijazah

30 October 2014 |Profil

Ini 10 tokoh hebat Indonesia tanpa ijazah

Yogyakarta-KoPi- Senin 27 Oktober 2014 lalu Presiden Joko Widodo mengumumkan 34 ...

DR. Hojjatollah Ebrahimian: Iran akan fasilitasi kerjasama membuat film

27 October 2014 |Wawancara

DR. Hojjatollah Ebrahimian: Iran akan fasilitasi kerjasama membuat film

KoPi- Hubungan Indonesia - Iran selama ini belum banyak diketahui masyarakat sec...

Wawancara bersama Putri Duta Museum DIY 2014

02 October 2014 |Profil

Wawancara bersama Putri Duta Museum DIY 2014

Yogyakarta- KoPi - Duta Museum 2014 yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan DIY  bar...

Ahok, melawan kegilaan secara lebih gila

14 September 2014 |Profil

Ahok, melawan kegilaan secara lebih gila

Bukan hal yang mudah untuk membangun negara. Mereka yang tua maupun muda, in...

Dodi Ambardi: Asing diuntungkan oleh produk UU DPR sejak 1998

12 September 2014 |Wawancara

Dodi Ambardi: Asing diuntungkan oleh produk UU DPR sejak 1998

KoPi- RUU Pilkada yang tengah digodok di DPR saat ini dan direncanakan disahkan ...

Begini cara CIA melakukan hegemoni, diantaranya masuk kampus

05 September 2014 |Wawancara

Begini cara CIA melakukan hegemoni, diantaranya masuk kampus

KoPi| Dalam sebuah wawancara baru-baru ini di Havana, mantan kolaborator CIA-Kub...

Ajip Rosidi: Pendidikan itu alat mewariskan kebudayaan

29 August 2014 |Wawancara

Ajip Rosidi: Pendidikan itu alat mewariskan kebudayaan

KoPi - Permendikbud No 49 tentang pembatasan masa kuliah s1maksimal 5 tahun, ban...

Oposisi, Pentingkah ?

10 August 2014 |Wawancara

Oposisi, Pentingkah ?

  Yogyakarta- KoPi - Pemilu 2014 telah usai. Bulan Oktober 2014 sejatinya...

Djayadi Hanan,Ph.D : Koalisi Merah Putih tidak akan bertahan

05 August 2014 |Wawancara

Djayadi Hanan,Ph.D : Koalisi Merah Putih tidak akan bertahan

Kali ini KoPi melakukan wawancara khusus dengan Dr. Djayadi Hanan. Peneliti da...

Sikap politik WS Rendra, mendukung siapa ?

04 July 2014 |Wawancara

Sikap politik WS Rendra, mendukung siapa ?

Yogyakarta-KoPi - Pilpres 2014 yang menampilkan kontestasi dua tokoh capres, mem...

Revolusi mental, jargon kosong ?

01 July 2014 |Wawancara

Revolusi mental, jargon kosong ?

KoPi- Joko Widodo menggagas revolusi mental pada pilpres 2014 ini. Perubahan men...

Prabowo dan Jokowi, apa bedanya?

20 June 2014 |Wawancara

Prabowo dan Jokowi, apa bedanya?

Jakarta-KoPi - Tensi politik menjelang pilpres 9 Juli 2014 semakin meningkat pan...

Dr. Setyadewi Lusyati, SpA(K), Ph.D : Bayi Aset Bangsa

02 May 2014 |Profil

Dr. Setyadewi Lusyati, SpA(K), Ph.D : Bayi Aset Bangsa

Jakarta-KoPi, Perempuan cantik dan ramah ini bernama Setyadewi Lusyati (48 ) . B...

Ayat-Ayat Kreasi Rocka Radipa

29 April 2014 |Profil

Ayat-Ayat Kreasi Rocka Radipa

Rocka Radipa, sejak semula adalah seniman yang sadar. Sadar, bahwa manusia merup...

Heri Pemad: ArtJog berpotensi ciptakan trend seni rupa dunia

29 April 2014 |Wawancara

Heri Pemad: ArtJog berpotensi ciptakan trend seni rupa dunia

Yogyakarta,KoPi- Banyak hal yang menarik di Jogja ketika bicara soal budaya dan ...

Kurniawan D Yulianto: Saya tak setuju naturalisasi

07 April 2014 |Wawancara

Kurniawan D Yulianto: Saya tak setuju naturalisasi

KoPi - Apa kabar dengan Kurniawan Dwi Yulianto, Bintang sepak bola di masa Timna...

Johan Galtung: Begawan Studi Konflik

03 March 2014 |Profil

Johan Galtung: Begawan Studi Konflik

Berbagai relasi antar manusia, antar kelompok, dan antar negara tidak pernah ber...

GKR Hemas: Perempuan jangan jadi PRT di luar negeri

19 February 2014 |Wawancara

GKR Hemas: Perempuan jangan jadi PRT di luar negeri

Jakarta-KoPi, Kita punya Kartini, seorang bangsawan yang terkungkung dalam sebua...

Mila Rosinta dalam tafsir "Kaca Rasa"

16 February 2014 |Profil

Mila Rosinta dalam tafsir "Kaca Rasa"

Mila Rosinta. Meliuk dalam siluet yang sama-samar, pada irama cahaya yang pendar...

Saut  Situmorang: Buku 33 Tokoh itu "Sampah"

06 February 2014 |Wawancara

Saut Situmorang: Buku 33 Tokoh itu "Sampah"

KoPi, Buku 33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh di Indonesia melahirkan kontrovers...

Tito Yoyo

02 February 2014 |Profil

Tito Yoyo

Waktu menjelang senja, cahaya matahari mulai temaram di Jowahan, Borobudur. &nbs...

Jamal D Rahman: Puisi Esai Denny JA punya pengaruh

28 January 2014 |Wawancara

Jamal D Rahman: Puisi Esai Denny JA punya pengaruh

KoPi-Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh garapan tim 8 menuai reak...

Soe Tjen Marching : Tolak Sarwo Edy menjadi Pahlawan

05 January 2014 |Wawancara

Soe Tjen Marching : Tolak Sarwo Edy menjadi Pahlawan

KoPi, Soe Tjen Marching (42), perempuan bergelar Ph.d dari Monash University di ...

Anies Baswedan Presiden RI 2014 ( ? )

28 December 2013 |Wawancara

Anies Baswedan Presiden RI 2014 ( ? )

Jakarta,- KoPi, Anis Baswedan (44 tahun) merupakan sosok pemimpin muda paling id...

Hanafi Rais: Sultan Hamengkubuwono IX panutan saya

28 December 2013 |Wawancara

Hanafi Rais: Sultan Hamengkubuwono IX panutan saya

Jogja-KoPi, Hanafi Rais adalah sedikit tokoh politik muda yang ada di Indonesia....

Kredo Seni Rupa Nurul "Acil" Hayat

27 December 2013 |Profil

Kredo Seni Rupa Nurul "Acil" Hayat

Malam , di sebuah empang milik sastrawan besar Ayip Rosidi. Cahaya purnama membi...

Muetia Hatta: Perempuan tidak boleh memusuhi pria

22 December 2013 |Wawancara

Muetia Hatta: Perempuan tidak boleh memusuhi pria

Jogja-KoPi. Pada momen Hari Ibu atau peringatan konggres Perempuan Indonesia per...

Heri Dono : Identitas Kebudayaan dan Global Art1

28 November 2013 |Wawancara

Heri Dono : Identitas Kebudayaan dan Global Art1

Jogja- KoPi, Heri Dono adalah sedikit perupa Indonesia yang mampu memberi pengar...