Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next
Anies Baswedan pemimpin paling berpengaruh di masa depan

Anies Baswedan pemimpin paling berpengaruh di masa depan

Jakarta-KoPi| Anis Baswedan (47 tahun) merupakan sosok pemimpin muda paling ideal memimpin Indonesia saat ini. Survey LSN menempatkannya pada urutan teratas pemimpin yang paling diinginkan masyarakat.Anies Baswedan tidak muncul begitu saja atau matan...

Wijaya Herlambang: G/30/S/PKI dan teror dalam kebudayaan

Wijaya Herlambang: G/30/S/PKI dan teror dalam kebudayaan

KoPi| Peristiwa 30 September 1965 merupakan peristiwa perih dan tragis bagi bangsa Indonesia. Peristiwa tragis tersebut, tidak saja menelan korban para jendral di masa revolusi, namun kemudian juga menjadi bencana yang melibas orang-orang yang tidak ...

Melihat cara kerja CIA dari kesaksian agen ganda Raul Capote

Melihat cara kerja CIA dari kesaksian agen ganda Raul Capote

KoPi| Dalam sebuah wawancara baru-baru ini di Havana, mantan kolaborator CIA-Kuba, Raúl Capote mengungkapkan strategi CIA masuk dalam jaringan perguruan tinggi di Venezuela untuk menciptakan jenis gerakan mahasiswa. Dia juga membahas manipulasi media...

Abdullah Tjan, Keturunan Cina Pelopor Pendiri Muhammadiyah Maluku Utara

Sumber Foto : Saleh Tjan (cucunya) Sumber Foto : Saleh Tjan (cucunya)

AMBON – Terdapat dua tokoh pelopor kebangkitan Islam di Maluku Utara, yaitu H Mohammad Amal (1885-1960) dari Galela dan H Abdullah Tjan (lahir 1901) dari Tobelo. H Abdullah Tjan, merupakan pelopor kebangkitan Islam Maluku Utara, Ia seorang ulama keturunan Tionghoa dari fam TJAN, yaitu dari lima turunan yang sudah memeluk agama Islam. Ia dilahirkan  pada tahun 1901 (yang benar: 14 Juni 1877, wafat: 4 Juli 1970 –sumber: Saleh Tjan -cucu) dari keluarga Tjan, yang pindah ke Tobelo dari Ternate pada tahun 1906. Di saat keadaan umat Islam di Tobelo sangat menyedihkan.

Tidak dapat disangkal bahwa tantangan yang dihadapi oleh mubaligh Abdullah Tjan di Tobelo memang cukup berat. Sebab, sejak tahun 1865 daerah Halmahera Utara mudah menjadi proyek zending Kristen. Bahkan sampai sekarang ini, Tobelo masih menjadi basis Kristen di Maluku Utara.

Perkembangan Kristen di Halmahera Utara dimulai dibawah komandi Utrechsrhe Zending Venreniging (UZV). Sejak terjadinya gempa bumi, 22 Mei 1864, kegiatan UZV dari Irian Barat mulai diarahkan ke Halmahera Utara, dibawah komando Pendeta Hoveker. Pada tanggal 18 Agustus 1865, berangkatlah empat orang pendeta antara lain, H Van Dijken, Klausen, de Bode ke Galela. Kemudian pendeta de Bode ke Surabaya (1868) dan diganti oleh pendeta van Been, yang pada tahun 1871 mulai bertugas di Tobelo.

Dari sekilas masuknya Kristen di Tobelo yang singkat itu, sudah dapat dibayangkan betapa besar pengaruh Kristen dalam menekan umat Islam. Apalagi pihak zending mendapat bantuan pihak penjajah. Maka tidaklah mengherankan, kalau banyak kampung yang sudah dikuasai zending. Hanya kampung  Gamsung, tempat tinggal H Abdullah Tjan yang sukar ditembus oleh zending Kristen. Situasi seperti inilah yang dihadapi oleh H Abdullah Tjan. Namun dengan kesabaran dan ketekunan, serta dengan senjata “ballighu ‘anni walau’ayah” beliau tampil ke depan.

Sejak menjadi imam masjid Tobelo, H Abdullah Tjan telah memelopori peningkatan amal-amal seperti: mengadakan pringatan hari-hari besar Islam, mengadakan dan menentukan hari-hari libur Islam, mengadakan dan memakmurkan masjid dengan shalat Jum’at dan shalat tarawih. Sehingga masjid-masjid yang dulu hanya berfungsi sebagai “berhala” dan museum, oleh beliau mulai diaktifkan dan dijadikan sebagai pusat perjuangan. Kalau dulu, setiap bulan Ramadhan jumlah orang yang shalat tarawih hanya sektar tiga atau empat orang, sejak H Abdullah Tjan menjadi imam, maka shalat-shalat tarawih mulai banyak diikuti orang. Sehingga, malam-malam dibulan Ramadhan selalu hidup dengan syiar Islam.

Pelopor Pendiri Muhammadiyah

Sebelum mendirikan Pergerakan Muhammadiyah Tobelo, sebenarnya H Abdullah Tjan sudah  menjabat Ketua I Muhammadiyah Halmahera Utara yang diketuai oleh H Mohammad Amal di Galela (1928). Oleh karena itu, sebagai orang Tobelo, beliaupun memandang perlu mendirikan Muhammadiyah di Tobelo. Tetapi izin untuk berdirinya Muhammadiyah Tobelo ini, ditolak oleh pemeritah Belanda. Padahal gedung untuk tempat sekolah Muhammadiyah sudah didirikan. Oleh karena itu, sambil menanti kesempatan yang baik, beliau segera mendirikan Persatuan Islam Tobelo (PERSIT).

Dalam pada itu, larangan terhadap pendirian Muhammadiyah inipun segera dilaporkan kepada PB Muhammadiyah di Yogyakarta. Yang kemudian dijawab oleh PB Muhammadiyah, “Supaya membentuk saja dulu, tanpa izin. Asal segera disusun pengurus dulu, baru diumumkan dan dilaporkan. Kalau ada apa-apa, maka PB Muhammadiyah Yogyakarta akan datang.,” demikian jawaban PB Muhammadiyah. Jawaban PB Muhammadiyah itu, telah membangkitkan H Abdullah Tjan dan kawan-kawan untuk mendirikan Muhammadiyah.

Maka, pada tahun 1930, dibentuklah Pengurus Muhammadiyah Tobelo dengan susunan sebagai berikut: Ketua, A Gani Datuk Bendaharo Alam, seorang mubaligh berasal dari Sumatera yang menetap di Tobelo. Sekretaris, Moh Thayib Siri. Sedangkan, H Abdullah Tjan, menjabat sebagai Ketua II. Betapapun pesatnya Muhammadiyah berkembang di Tobelo, namun tidak luput dari rintangan-rintangan yang datang dari pihak Pemerintah Belanda. Tetapi, segala rintangan itu dapat beliau atasi. Bahkan, beliau segera mendirikan Sekolah Madrasah Muhammadiyah.

Kebangkitan Muhammadiyah di Tobelo telah merangsang pihak zending untuk melancarkan aksi-aksinya. Dalam pada itu, keadaan umat Islam sendiri masih menyedihkan. Oleh sebab itu, beliaupun memandang perlu membentuk alat dakwah lain yang semi resmi. Bersama dengan teman-teman seperjuangan yang lain, seperti H Mohammad Amal (imam Galela), Humar Djama (imam Morotai) dan Amly Sidik (imam Kao), pada tahun 1938 dibentuklah Imam Permusyawaratan Onderafdeling Tobelo (IPOT), yang didirikan untuk menggarap daerah Tobelo, Galela, Kao dan Morotai.

Kebangkitan Muhammadiyah dan IPOT di Tobelo itu, telah membuat musuh-musuh Islam menjadi kecut, dan para pendeta melarang pengikut-pengikutnya supaya tidak mendengarkan tabligh-tabligh Islam. Disamping dikenal sebagai seorang ulama yang alim dan tekun, sebenarnya H Abdullah Tjan adalah seorang ahli debat yang berotak cerdas. Dalam menghadapi perdebatan dengan para pendeta, para imam kolot dari Ternate yang selalu merintangi perjuangannya, terbukti H Abdullah Tjan sangat lincah mementahkannya.

Melihat prestasi imam Tobelo, H Abdullah Tjan yang begitu sukses di bidang hukum agama, para hakim Syara’ merasa tidak senang. Sehingga, para hakim Syara’ di Ternate selalu berusaha untuk menyingkirkan beliau. Tetapi usaha mereka selalu gagal, sebab Sultan Ternate sangat mengagumi karya H Abdullah Tjan. Betapa tidak, sebab semua persoalan yang tidak bisa diselesaikan oleh hakim Syara’ di Ternate, terbukti mudah diselesaikan oleh IPOT yang dipimpin H Abdullah Tjan.

Suatu ketika, Sultan memanggil para hakim Syara’ di Ternate dan memarahi mereka, “Ayo, kamu harus meniru Abdullah Tjan,” bentak Sultan kepada para hakim Syara’ Kesultanan. Sudah pasti, pujian Sultan terhadap H Abdullah Tjan ini membuat para hakim Syara’ tidak senang. Sehingga, mereka pernah mengusulkan supaya imam Tobelo itu dipecat saja. Karena sering menentang atasan. Tetapi, permintaan para hakim Syara’ ini ditolak oleh Sultan.

Pada tahun 1940, Sultan Djabir Syah datang ke Tobelo bersama dua imam, satu kadhi dan seorang khatib Kesultanan. Setiba di Tobelo, para kadhi itu memberikan pesan kepada H Abdullah Tjan. Imam Tobelo tidak boleh membaca khutbah dalam bahasa Indonesia.Khutbah-khutbah harus dibacakan dalam bahasa Arab. Kecuali kalau hari raya. H Abdullah Tjan, menjawab dengan pertanyaan, “Sudah? Hanya itu pesannya? Jadi sudah payah-payah meninggalkan Ternate hanya membawa pesan itu?”

Mendengar jawaban H Abdullah Tjan yang sinis itu, para kadhi tidak berkutik. Maka berkatalah H Abdullah Tjan, “Tuan-tuan jangan mimpi, sebab umat Islam di Tobelo sudah banyak, dan saya sudah berkhutbah beberapa kali dalam bahasa Indonesia….”

Kalau dikatakan bahwa H Abdullah Tjan itu sebagai seorang ulama yang cerdas, tidak ada seorangpun yang menyangkal. Tetapi, kalau dikatakan bahwa beliau adalah seorang organisatoris dan administrator, mungkin ada yang kurang percaya. Beliau adalah, seorang ulama yang cukup memahami soal-soal administrasi dan organisasi.

back to top
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
"Saya gemetar ketika melihat ke arah taman...."

28 September 2017 |Profil

"Saya gemetar ketika melihat ke arah taman...."

Kota Banjar - KoPi | Suatu hari minggu, ketika matahari berada di puncak, dia me...

Abdullah Tjan, Keturunan Cina Pelopor Pendiri Muhammadiyah Maluku Utara

23 February 2017 |Profil

Abdullah Tjan, Keturunan Cina Pelopor Pendiri Muhammadiyah Maluku Utara

AMBON – Terdapat dua tokoh pelopor kebangkitan Islam di Maluku Utara, yaitu H Mo...

Anies Baswedan pemimpin paling berpengaruh di masa depan

14 January 2017 |Wawancara

Anies Baswedan pemimpin paling berpengaruh di masa depan

Jakarta-KoPi| Anis Baswedan (47 tahun) merupakan sosok pemimpin muda paling idea...

Kombes Pol Anny Pudjiastuti: Dari Bintara hingga Komisari Besar Polisi

14 September 2016 |Profil

Kombes Pol Anny Pudjiastuti: Dari Bintara hingga Komisari Besar Polisi

Sosok ibu satu ini memang luar biasa. Berangkat dari pangkat Bintara polisi di t...

Franziska Fennert di antara tegangan Timur-Barat

14 August 2016 |Profil

Franziska Fennert di antara tegangan Timur-Barat

Franziska Fennert, adalah serupa keteduhan hutan belantara di pinggiran Rostock ...

Bertingkah aneh, dosen ini dapat pengawasan

22 May 2016 |Profil

Bertingkah aneh, dosen ini dapat pengawasan

Surabaya-KoPi│ Pernah melihat tingkah polah dosen aneh? Biasanya, dosen adalah s...

Bambang Tridoyo melukis di jalanan hingga memiliki gallery

06 May 2016 |Profil

Bambang Tridoyo melukis di jalanan hingga memiliki gallery

Jakarta-KoPi| Bambang Tridoyo (60) pria dengan topi baret di kepala ini terus me...

Dari dunia gelap, saya bisa meraih mimpi

09 January 2016 |Profil

Dari dunia gelap, saya bisa meraih mimpi

Jogjakarta-KoPi| "Kakak saya berpendapat asal saya bisa makan saja sudah cukup, ...

Ibu guru ini bisa ditauladani guru lainnya

24 December 2015 |Profil

Ibu guru ini bisa ditauladani guru lainnya

Mencerdaskan kehidupan bangsa, salah satu kata yang selalu terniang-niang di k...

Kisah dokter mata yang getarkan hati pasiennya

04 December 2015 |Profil

Kisah dokter mata yang getarkan hati pasiennya

Surabaya-KoPi| Perjalanan panjang menjadi dokter spesialis mata yang jadi rujuka...

GBPH Prabukusumo,Yogya dan matakuliah budaya Yogya

15 October 2015 |Profil

GBPH Prabukusumo,Yogya dan matakuliah budaya Yogya

Jogja-KoPi| GBPH Prabukusumo adalah putra Sultan Hamengkubuwono IX dari ibu KRA ...

Wijaya Herlambang: G/30/S/PKI dan teror dalam kebudayaan

02 October 2015 |Wawancara

Wijaya Herlambang: G/30/S/PKI dan teror dalam kebudayaan

KoPi| Peristiwa 30 September 1965 merupakan peristiwa perih dan tragis bagi bang...

Melihat cara kerja CIA dari kesaksian agen ganda Raul Capote

15 September 2015 |Wawancara

Melihat cara kerja CIA dari kesaksian agen ganda Raul Capote

KoPi| Dalam sebuah wawancara baru-baru ini di Havana, mantan kolaborator CIA-Kub...

Mikke Susanto: Kalau salah, Hong Djien minta maaf saja, urusan selesai

04 August 2015 |Wawancara

Mikke Susanto: Kalau salah, Hong Djien minta maaf saja, urusan selesai

Jogjakarta-KoPi| Dua tahun lalu, Mikke Susanto bersama beberapa kolektor seperti...

Wawancara Eksklusif bersama Akhmad Sahal perihal Islam Nusantara

03 August 2015 |Wawancara

Wawancara Eksklusif bersama Akhmad Sahal perihal Islam Nusantara

KoPI | Gagasan Islam Nusantara menjadi diskursus di ruang publik Indonesia menje...

Profil Ponpes Tebuireng Jombang

31 July 2015 |Profil

Profil Ponpes Tebuireng Jombang

Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Tebuireng - Tebuireng adalah nama sebuah pedukuh...

Kota Magelang beruntung mendapatkan Sigit Widyonindito

12 July 2015 |Profil

Kota Magelang beruntung mendapatkan Sigit Widyonindito

Kota Magelang-KoPi| Masyarakat Kota Magelang, mungkin, boleh disebut beruntung m...

Rektor UIN Sunan Kalijaga: "Mahasiswa gay tidak dikeluarkan, kecuali... "

08 July 2015 |Wawancara

Rektor UIN Sunan Kalijaga: "Mahasiswa gay tidak dikeluarkan, kecuali... "

Jogjakarta-KoPi| Gay atau kaum orientasi seksual menyimpang lainnya seperti LGBT...

Wanita yang menggenggam mimpi cahaya pagi

07 July 2015 |Profil

Wanita yang menggenggam mimpi cahaya pagi

Mimpimu, apakah hanya baik untuk diri, atau juga mampu menciptakan kebaikan bagi...

TKW Erwiana: "Saya diintimidasi agen dan pemerintah"

02 May 2015 |Wawancara

TKW Erwiana: "Saya diintimidasi agen dan pemerintah"

KoPi| May Day atau Hari Buruh barusan berselang. Seperti halnya tahun-tahun lalu...

Si Slamet bermusik untuk bahagia

24 March 2015 |Profil

Si Slamet bermusik untuk bahagia

Surabaya – KoPi | Di jaman di mana boyband dan girlband asal Korea bertebaran, n...

Dedy Sufriadi, homo ludens dan teks bertebaran

18 February 2015 |Profil

Dedy Sufriadi, homo ludens dan teks bertebaran

Tahun 2008, adalah tahun yang bahagia bagi pasar seni rupa. Perupa merayakannya ...

Doni Suwung, Nyanyian Satu Moyang

17 February 2015 |Profil

Doni Suwung, Nyanyian Satu Moyang

Doni Suwung, anak Sanggar Suwung di Jogja. Perjalanan komunalnya selama lebih da...

Jim Supangkat: "Belum ada karya yang dapat pengakuan dunia"

10 February 2015 |Wawancara

Jim Supangkat: "Belum ada karya yang dapat pengakuan dunia"

KoPi| Jim Supangkat merupakan kurator seni rupa Indonesia paling dihormati. Heri...

Reformasi Mahkamah Agung ala Hatta Ali

03 February 2015 |Profil

Reformasi Mahkamah Agung ala Hatta Ali

SURABAYA – KoPi | Ketua Mahkamah Agung RI, Hatta Ali, secara resmi dikukuhkan se...

Biodiesel ‘Jelantah’, Energi Terbaru Pengganti Solar

19 December 2014 |Wawancara

Biodiesel ‘Jelantah’, Energi Terbaru Pengganti Solar

KoPi| Satu lagi penemuan di bidang energi terbaru yang mampu menjadi energi alte...

Pancasila hadiah umat Islam untuk bangsa Indonesia

17 December 2014 |Wawancara

Pancasila hadiah umat Islam untuk bangsa Indonesia

Tuban – KoPi. Di tengah isu mengenai Islamic State (IS) dan upayanya untuk menyu...

10 tokoh dunia yang pindah keyakinan menjadi Islam

11 December 2014 |Profil

10 tokoh dunia yang pindah keyakinan menjadi Islam

KoPi| Islam merupakan agama damai, rasional dan berbasis pada cinta kasih. Itu...

Inilah Cara Kerja Mafia Migas

05 December 2014 |Wawancara

Inilah Cara Kerja Mafia Migas

KoPi| Tim Reformasi Tata Kelola Migas bentukan Menteri ESDM  Sudirman Said,...

6 Tokoh hebat Nasrani inspiratif di Indonesia

02 December 2014 |Profil

6 Tokoh hebat Nasrani inspiratif di Indonesia

KoPi| Indonesia memiliki tidak saja kekayaan alam, tetapi tokoh-tokoh yang membe...

Demi ibu, Mintardjo lepaskan kewarganegaraan Indonesia

21 November 2014 |Wawancara

Demi ibu, Mintardjo lepaskan kewarganegaraan Indonesia

Surabaya – KoPi. Huru-hara politik pada tahun 1965 tidak hanya menyebabkan ribua...

Prof. Faruk Tripoli: kenapa Komnas Perempuan membuat keputusan berpihak ?

07 November 2014 |Wawancara

Prof. Faruk Tripoli: kenapa Komnas Perempuan membuat keputusan berpihak ?

KoPi- Prof. DR. Faruk Tripoli, SU dalam kesempatan yang terbatas berkenan member...

Paulus Irawan, SH: Saut Situmorang bukan teroris atau pemerkosa

06 November 2014 |Wawancara

Paulus Irawan, SH: Saut Situmorang bukan teroris atau pemerkosa

KoPi - Sastrawan Saut Situmorang dan Iwan Sukri yang selama ini paling gigih dal...

Saut Situmorang: Saya siap dipanggil pengadilan

05 November 2014 |Wawancara

Saut Situmorang: Saya siap dipanggil pengadilan

KoPi- Kontroversi terbitnya buku '33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh di Indonesi...

Sisi gelap Susi Pudjiastuti yang perlu diketahui

01 November 2014 |Profil

Sisi gelap Susi Pudjiastuti yang perlu diketahui

KoPi. Ada sisi-sisi gelap dari Susi Pudjiastuti, menteri perikanan dan kelautan ...

Senyum dokter ini bisa menyembuhkan, ajaib ?

31 October 2014 |Profil

Senyum dokter ini bisa menyembuhkan, ajaib ?

Dokter Edy Raharja orangnya sangat dikenal ramah selalu tersenyum dan menyapa se...

Ini 10 tokoh hebat Indonesia tanpa ijazah

30 October 2014 |Profil

Ini 10 tokoh hebat Indonesia tanpa ijazah

Yogyakarta-KoPi- Senin 27 Oktober 2014 lalu Presiden Joko Widodo mengumumkan 34 ...

DR. Hojjatollah Ebrahimian: Iran akan fasilitasi kerjasama membuat film

27 October 2014 |Wawancara

DR. Hojjatollah Ebrahimian: Iran akan fasilitasi kerjasama membuat film

KoPi- Hubungan Indonesia - Iran selama ini belum banyak diketahui masyarakat sec...

Wawancara bersama Putri Duta Museum DIY 2014

02 October 2014 |Profil

Wawancara bersama Putri Duta Museum DIY 2014

Yogyakarta- KoPi - Duta Museum 2014 yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan DIY  bar...

Ahok, melawan kegilaan secara lebih gila

14 September 2014 |Profil

Ahok, melawan kegilaan secara lebih gila

Bukan hal yang mudah untuk membangun negara. Mereka yang tua maupun muda, in...

Dodi Ambardi: Asing diuntungkan oleh produk UU DPR sejak 1998

12 September 2014 |Wawancara

Dodi Ambardi: Asing diuntungkan oleh produk UU DPR sejak 1998

KoPi- RUU Pilkada yang tengah digodok di DPR saat ini dan direncanakan disahkan ...

Begini cara CIA melakukan hegemoni, diantaranya masuk kampus

05 September 2014 |Wawancara

Begini cara CIA melakukan hegemoni, diantaranya masuk kampus

KoPi| Dalam sebuah wawancara baru-baru ini di Havana, mantan kolaborator CIA-Kub...

Ajip Rosidi: Pendidikan itu alat mewariskan kebudayaan

29 August 2014 |Wawancara

Ajip Rosidi: Pendidikan itu alat mewariskan kebudayaan

KoPi - Permendikbud No 49 tentang pembatasan masa kuliah s1maksimal 5 tahun, ban...

Oposisi, Pentingkah ?

10 August 2014 |Wawancara

Oposisi, Pentingkah ?

  Yogyakarta- KoPi - Pemilu 2014 telah usai. Bulan Oktober 2014 sejatinya...

Djayadi Hanan,Ph.D : Koalisi Merah Putih tidak akan bertahan

05 August 2014 |Wawancara

Djayadi Hanan,Ph.D : Koalisi Merah Putih tidak akan bertahan

Kali ini KoPi melakukan wawancara khusus dengan Dr. Djayadi Hanan. Peneliti da...

Sikap politik WS Rendra, mendukung siapa ?

04 July 2014 |Wawancara

Sikap politik WS Rendra, mendukung siapa ?

Yogyakarta-KoPi - Pilpres 2014 yang menampilkan kontestasi dua tokoh capres, mem...

Revolusi mental, jargon kosong ?

01 July 2014 |Wawancara

Revolusi mental, jargon kosong ?

KoPi- Joko Widodo menggagas revolusi mental pada pilpres 2014 ini. Perubahan men...

Prabowo dan Jokowi, apa bedanya?

20 June 2014 |Wawancara

Prabowo dan Jokowi, apa bedanya?

Jakarta-KoPi - Tensi politik menjelang pilpres 2019 semakin meningkat panas. Dua...

Dr. Setyadewi Lusyati, SpA(K), Ph.D : Bayi Aset Bangsa

02 May 2014 |Profil

Dr. Setyadewi Lusyati, SpA(K), Ph.D : Bayi Aset Bangsa

Jakarta-KoPi, Perempuan cantik dan ramah ini bernama Setyadewi Lusyati (48 ) . B...

Ayat-Ayat Kreasi Rocka Radipa

29 April 2014 |Profil

Ayat-Ayat Kreasi Rocka Radipa

Rocka Radipa, sejak semula adalah seniman yang sadar. Sadar, bahwa manusia merup...

Heri Pemad: ArtJog berpotensi ciptakan trend seni rupa dunia

29 April 2014 |Wawancara

Heri Pemad: ArtJog berpotensi ciptakan trend seni rupa dunia

Yogyakarta,KoPi- Banyak hal yang menarik di Jogja ketika bicara soal budaya dan ...

Kurniawan D Yulianto: Saya tak setuju naturalisasi

07 April 2014 |Wawancara

Kurniawan D Yulianto: Saya tak setuju naturalisasi

KoPi - Apa kabar dengan Kurniawan Dwi Yulianto, Bintang sepak bola di masa Timna...

Johan Galtung: Begawan Studi Konflik

03 March 2014 |Profil

Johan Galtung: Begawan Studi Konflik

Berbagai relasi antar manusia, antar kelompok, dan antar negara tidak pernah ber...

GKR Hemas: Perempuan jangan jadi PRT di luar negeri

19 February 2014 |Wawancara

GKR Hemas: Perempuan jangan jadi PRT di luar negeri

Jakarta-KoPi, Kita punya Kartini, seorang bangsawan yang terkungkung dalam sebua...

Mila Rosinta dalam tafsir "Kaca Rasa"

16 February 2014 |Profil

Mila Rosinta dalam tafsir "Kaca Rasa"

Mila Rosinta. Meliuk dalam siluet yang sama-samar, pada irama cahaya yang pendar...

Saut  Situmorang: Buku 33 Tokoh itu "Sampah"

06 February 2014 |Wawancara

Saut Situmorang: Buku 33 Tokoh itu "Sampah"

KoPi, Buku 33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh di Indonesia melahirkan kontrovers...

Tito Yoyo

02 February 2014 |Profil

Tito Yoyo

Waktu menjelang senja, cahaya matahari mulai temaram di Jowahan, Borobudur. &nbs...

Jamal D Rahman: Puisi Esai Denny JA punya pengaruh

28 January 2014 |Wawancara

Jamal D Rahman: Puisi Esai Denny JA punya pengaruh

KoPi-Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh garapan tim 8 menuai reak...

Soe Tjen Marching : Tolak Sarwo Edy menjadi Pahlawan

05 January 2014 |Wawancara

Soe Tjen Marching : Tolak Sarwo Edy menjadi Pahlawan

KoPi, Soe Tjen Marching (42), perempuan bergelar Ph.d dari Monash University di ...

Anies Baswedan Presiden RI 2014 ( ? )

28 December 2013 |Wawancara

Anies Baswedan Presiden RI 2014 ( ? )

Jakarta,- KoPi, Anis Baswedan (44 tahun) merupakan sosok pemimpin muda paling id...

Hanafi Rais: Sultan Hamengkubuwono IX panutan saya

28 December 2013 |Wawancara

Hanafi Rais: Sultan Hamengkubuwono IX panutan saya

Jogja-KoPi, Hanafi Rais adalah sedikit tokoh politik muda yang ada di Indonesia....

Kredo Seni Rupa Nurul "Acil" Hayat

27 December 2013 |Profil

Kredo Seni Rupa Nurul "Acil" Hayat

Malam , di sebuah empang milik sastrawan besar Ayip Rosidi. Cahaya purnama membi...

Muetia Hatta: Perempuan tidak boleh memusuhi pria

22 December 2013 |Wawancara

Muetia Hatta: Perempuan tidak boleh memusuhi pria

Jogja-KoPi. Pada momen Hari Ibu atau peringatan konggres Perempuan Indonesia per...

Heri Dono : Identitas Kebudayaan dan Global Art1

28 November 2013 |Wawancara

Heri Dono : Identitas Kebudayaan dan Global Art1

Jogja- KoPi, Heri Dono adalah sedikit perupa Indonesia yang mampu memberi pengar...