Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Tips merawat bayi yang sedang pilek

Tips merawat bayi yang sedang pilek

Surabaya-KoPi | Pilek tidak jarang menyerang bayi. Sesungguhnya pilek merupakan reaksi daya tahan tubuh melawan infeksi seperti flu. Pada proses penyembuhan, pilek muncul adalah reaksi atau gejala yang sangat mengganggu. Bayi sering kesulitan bernapas (hidung tersumbat) karena usianya yang masi beberapa bulan atau di bawah dua tahun belum mampu secara mandiri mengeluarkan lendir pilek. Dokter spesialis anak Dini Adityarini, memberi beberapa tips merawat pilek pada bayi secara tepat.

1. Inhalasi secara natural

Inhalasi adalah penguapan agar terjadi proses perenggangan pada jalur-jalur otot hidung dan tenggorokan. Rumah Sakit biasanya menyediakan fasilitas ini untuk pertolongan pada penderita sesak nafas. Nah, para ibu bisa menggunakan teknik inhalasi secara natural untuk bayi yang sedang pilek dan tersumbat.

Caranya masukkan minyak telon 1 sendok makan kedalam satu ember kecil (1 liter). Setelah itu aduk rata sampai aroma minyak telon keluar. Letakkan ember di sekitar bayi sehingga dia bisa menghirup uap. Atau, ibu bisa menggendong bayi secara hati-hati di atas ember kecil agar uap bisa terhirup oleh bayi.

2. Relaksasi hidung bayi

Ibu bisa melakukan relaksasi pada hidung bayi dengan cara pemberian pijitan-pijitan halus di sekitar bagian atas hidung dan antara dua alis. Gunakan dua tetes minyak telon ketika memberi relaksasi. Cara ini bisa membantu lebih longgar pada hidung bayi. Selanjutnya urut pelan kebawah hidung kanan kiri agar bisa mengeluarkan lendir. Lakukan secara hati-hati dan pelan. Siapkan tisu untuk membersihkan lendir yang keluar.

3. Larutan garam pada lubang hidung bayi

Cara yang cukup ampuh adalah memberikan larutan garam yang mampu mencairkan gumpalan lendir. Larutkan tiga (3) sendok teh kedalam 250 ml air hangat. Gunakan pipet bayi atau semprotan bayi untuk memasukan larutan garam tersebut. Lakukan ini secara hati-hati dengan meneteskan sebanyak satu atau dua tetesan. Sebaiknya para ibu yang belum memiliki pengalaman ini bisa berkonsultasi pada bidan atau orang tua yang sudah pernah melakukannya.

4. Posisi tidur

Hidung tersumbat akibat pilek selalu sebelah kanan atau kiri saja. Bantu bayu untuk tidur dalam posisi kepala lebih tinggi dari badannya. Jika bayi usia dua tahun yang telah bisa menunjukkan sebelah mana sumbatan hidung, maka ibu bisa membantu bayi tidur miring berlawanan dengan hidung yang tersumbat. Misal hidung sebelah kanan tersumbat maka bayi tidur miring ke kiri.

Pada dasarnya, menurut dokter Dini Adityarini, perawatan pilek dan hidung tersumbat membutuhkan ketelatenan serta kesabaran. Pada saat bersamaan terus berikan ASI secara maksimal kepada bayi agar nutri tercukupi. | WNA

back to top