Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Teknologi canggih penghadang ‘aroma maut’ burket

Teknologi canggih penghadang ‘aroma maut’ burket
Surabaya–KoPi| Bayangkan kamu sedang di perjalanan pulang kerja dan berdesak-desakan di bus, lalu di sebelah kamu ada orang dengan ketiak basah. Wuih ngga banget ya. Apalagi kalau baunya menguar dari ‘area basah’ itu. Pasti langsung bikin stress bertambah.

Ketiak basah atau yang bahasa gaulnya disebut burket memang tidak bisa dianggap sepele. Selain mengganggu, keadaan ini juga pasti membuat kamu minder di tengah pergaulan. Biasanya mereka yang punya masalah burket pasti tidak mau repot dan mengambil deodoran.

Marketing Officer Surabaya Skin Centre (SSC) Winda mengatakan, burket atau istilah medisnya "Hyperhydrosis Axilla" adalah suatu keadaan di mana terjadi hiperaktifitas dari kelenjar keringat yang ada di daerah ketiak. Keadaan ini tentu sangat mengganggu karena menyebabkan basah pada pakaian bagian ketiak. Selain itu burket dapat menyebabkan bau yang tidak sedap. Bahkan jika ketiak lembap terus menerus akan dapat menyebabkan infeksi jamur.

Winda mengatakan, salah satu cara praktis menghilangkan burket memang menggunakan deodoran. Namun, biasanya bekas deodoran sering kali menempel di baju, sehingga mengurangi kepercayaan diri. Selain itu, penggunaan deodoran dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif, terutama deodoran yang mengandung alkohol. Jika penggunaan deodoran diteruskan, akan menyebabkan hiperpigmentasi yang mengakibatkan daerah ketiak menghitam.

Lalu bagaimana cara aman dan sehat menghilangkan burket? Winda menyebutkan penggunaan deodoran hanyalah penanganan masalah secara sementara. Untuk penanganan jangka panjang disarankan untuk berkonsultasi dengan dermatologis atau dokter spesialis kulit.

“Di SSC kami memiliki alat laser yang berfungsi membantu mengatasi hyperhidrosis /kelebihan kelenjar keringat yang menjadi penyebab burket,” ucap Winda.

Terapi yang disebut Smartlipo tersebut adalah terapi dengan pembiusan lokal dan menggunakan teknologi terbaru laser Nd:YAG 1064 nm. “Laser ini berfungsi "merusak" kelenjar keringat, dan menghasilkan ketiak bebas keringat dalam waktu yg lama. Proses pengerjaan kurang lebih 60 menit,” sambung Winda.

Selain laser bisa juga ditanggani atau dilakukan dengan suntikan Botox. “Caranya, Botox (Botulinum Toxin) diinjeksikan di bawah permukaan kulit ketiak dan akan mengganggu sinyal yang dikirimkan oleh ujung-ujung syaraf ke kelenjar keringat. Dengan demikian, produksi keringat pada ketiak dapat ditekan,” jelas Winda.

Terapi ini sangat aman jika dikerjakan oleh dokter spesialis yang ahli dan berpengalaman. Selain itu proses pengerjaan kurang lebih hanya 15-20menit, sehingga sangat membantu bagi mereka yang memiliki kesibukan tinggi. |Amanullah Ginanjar W|

back to top