Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kenali tanda-tanda serangan stroke

Kenali tanda-tanda serangan stroke
KoPi | Penyakit stroke merupakan penyakit pembunuh terbesar nomor 4 pada manusia. Selain mampu menimbulkan kematian, stroke juga mampu menyebabkan kelumpuhan. Serangan stroke sendiri digolongkan menjadi 2, yaitu stroke isemik yang diakibatkan gumpalan darah menghentikan aliran darah pada otak, dan stroke hemoragik, yang disebabkan pecahnya pembuluh darah sehingga menimbulkan pendarahan dalam otak.
 

Serangan stroke bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan pada siapa saja. Seringkali penderita stroke atau orang-orang di sekitarnya tidak menyadari bahwa seseorang mengalami serangan stroke. Banyak tanda-tanda serangan stroke yang belum diketahui secara umum. Padahal dengan mengetahui tanda serangan stroke, seseorang bisa segera memanggil bantuan dan menyelamatkan nyawa. 

Berikut adalah gejala-gejala serangan stroke pada seseorang:

Gejala umum

•Mati rasa atau kelemahan secara mendadak pada area wajah, tangan, atau kaki, terutama pada salah satu sisi tubuh

•Mendadak bingung atau mengalami kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan

•Gangguan penglihatan secara mendadak pada salah satu atau kedua mata

•Mendadak mengalami gangguan berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan atau koordinasi

•Sakit kepala yang luar biasa secara mendadak tanpa diketahui sebabnya

Gejala yang lebih jarang muncul (namun sering terjadi pada wanita)

•Merasa mual dan muntah secara mendadak

•Kehilangan kesadaran, pingsan, kebingungan, dalam waktu singkat

•Cegukan secara mendadak

•Sakit pada sendi, kaki, dan wajah secara mendadak

•Dada terasa sakit dan nafas menjadi pendek secara mendadak

Orang-orang yang berada di sekitar penderita bisa mengenali terjadinya serangan stroke dengan melakukan serangkaian tes ini:

•Meminta penderita untuk tersenyum. Lihat apakah salah satu sisi wajah justru turun ke bawah

•Meminta penderita untuk mengangkat salah satu tangan. Lihat apakah salah satu tangan justru mengarah ke bawah

•Meminta penderita untuk mengucapkan kalimat sederhana. Perhatikan apakah ada kata-kata yang tidak jelas, meracau, atau mendadak cadel

Lakukan hal ini jika seseorang memang benar terkena serangan stroke:

•Segera panggil bantuan medis. Semakin cepat seseorang mendapat bantuan medis, kemungkinan besar nyawanya akan lebih terselamatkan

•Meskipun gejala-gejala di atas hilang, tetap panggil bantuan medis. Pada serangan stroke isemik, gejala umumnya hanya muncul beberapa saat, namun selanjutnya akan ada serangan lanjutan yang lebih parah

•Perhatikan gejala apa saja yang timbul dan beritahukan pada petugas paramedis

•Jangan berikan obat sakit kepala (aspirin) pada penderita. Serangan stroke bukanlah serangan jantung, melainkan kondisi pada otak. Jika ternyata serangan yang dialami adalah hemoragik, pemberian obat sakit kepala justru memperparah pendarahan pada otak

 

back to top