Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Jangan suka kucek mata, berbahaya!

Jangan suka kucek mata, berbahaya!
Surabaya–KoPi| Orangtua selalu mengatakan agar kita menjaga kesehatan baik-baik, terutama saat pergantian musim atau yang lebih dikenal sebagai pancaroba. Saat pancaroba, perubahan suhu dapat mempengaruhi kondisi badan. Selain itu, angin kencang yang menjadi penanda pancaroba juga sering membawa virus, bakteri, dan partikel debu.

Sering kali saat kita beraktivitas di luar ruangan saat musim pancaroba terganggu oleh butiran pasir atau debu yang tertiup ke mata. Biasanya jika itu terjadi kita secara refleks akan mengucek mata. Namun, tahukah Anda bahwa mengucek mata justru meningkatkan resiko terkena penyakit mata.

Dokter spesialis mata dari Klinik Mata Erry Dewanto Center, Dr. Erry Dewanto, Sp.M., mengatakan, mengucek mata saat ada butiran pasir masuk ke mata justru akan menyebabkan iritasi. “Butiran pasir itu bisa jadi masuk lebih jauh ke mata dan membuat bola mata teriritasi. Lapisan pada mata bersifat selaput tipis. Jika terjadi iritasi atau luka, mata bisa menjadi pedih dan memerah. Paling gawat, kornea mata bisa rusak karena gesekan dengan partikel debu atau pasir,” ujarnya.

Dr. Erry mengatakan, cara terbaik untuk membersihkan mata yang kemasukan debu atau butiran pasir adalah dengan membasuhnya dengan air bersih. “Bisa juga dengan cara tradisional, meminta bantuan teman meniup debu keluar dari mata. Tapi juga harus  hati-hati, jangan sampai partikel debu atau pasir masuk lebih jauh,” katanya.

Dokter yang gemar mengadakan operasi katarak gratis tersebut mengatakan, mengucek mata dengan tangan dapat menyebabkan infeksi mata, terutama jika tangan tidak bersih. Bakteri dan kuman dapat masuk ke mata melalui tangan. “Kuman itu bisa menyebabkan infeksi, seperti mata merah dan penyakit lain,” tukasnya.

Selain itu, terlalu sering mengucek mata juga dapat menyebabkan munculnya lingkaran hitam di area mata. Pasalnya, pembuluh darah kecil yang berada di sekitar mata bisa saja rusak akibat tekanan tangan. Akibatnya, muncul kesan gelap dan lelah di sekitar mata atau yang lebih dikenal sebagai mata panda. |Amanullah Ginanjar W|

back to top