Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Jangan suka kucek mata, berbahaya!

Jangan suka kucek mata, berbahaya!
Surabaya–KoPi| Orangtua selalu mengatakan agar kita menjaga kesehatan baik-baik, terutama saat pergantian musim atau yang lebih dikenal sebagai pancaroba. Saat pancaroba, perubahan suhu dapat mempengaruhi kondisi badan. Selain itu, angin kencang yang menjadi penanda pancaroba juga sering membawa virus, bakteri, dan partikel debu.

Sering kali saat kita beraktivitas di luar ruangan saat musim pancaroba terganggu oleh butiran pasir atau debu yang tertiup ke mata. Biasanya jika itu terjadi kita secara refleks akan mengucek mata. Namun, tahukah Anda bahwa mengucek mata justru meningkatkan resiko terkena penyakit mata.

Dokter spesialis mata dari Klinik Mata Erry Dewanto Center, Dr. Erry Dewanto, Sp.M., mengatakan, mengucek mata saat ada butiran pasir masuk ke mata justru akan menyebabkan iritasi. “Butiran pasir itu bisa jadi masuk lebih jauh ke mata dan membuat bola mata teriritasi. Lapisan pada mata bersifat selaput tipis. Jika terjadi iritasi atau luka, mata bisa menjadi pedih dan memerah. Paling gawat, kornea mata bisa rusak karena gesekan dengan partikel debu atau pasir,” ujarnya.

Dr. Erry mengatakan, cara terbaik untuk membersihkan mata yang kemasukan debu atau butiran pasir adalah dengan membasuhnya dengan air bersih. “Bisa juga dengan cara tradisional, meminta bantuan teman meniup debu keluar dari mata. Tapi juga harus  hati-hati, jangan sampai partikel debu atau pasir masuk lebih jauh,” katanya.

Dokter yang gemar mengadakan operasi katarak gratis tersebut mengatakan, mengucek mata dengan tangan dapat menyebabkan infeksi mata, terutama jika tangan tidak bersih. Bakteri dan kuman dapat masuk ke mata melalui tangan. “Kuman itu bisa menyebabkan infeksi, seperti mata merah dan penyakit lain,” tukasnya.

Selain itu, terlalu sering mengucek mata juga dapat menyebabkan munculnya lingkaran hitam di area mata. Pasalnya, pembuluh darah kecil yang berada di sekitar mata bisa saja rusak akibat tekanan tangan. Akibatnya, muncul kesan gelap dan lelah di sekitar mata atau yang lebih dikenal sebagai mata panda. |Amanullah Ginanjar W|

back to top