Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Inilah fakta yang belum dimengerti banyak orang tentang ASI!

Illustrasi: Baby Nursing Illustrasi: Baby Nursing

KoPi| Sebagian masyarakat terutama para ibu muda ketika awal bayi terlahir akan mengira bahwa dirinya tidak bisa mengeluarkan ASI. Pada sebagian kasus hanya beberapa tetes. Namun itu merupakan proses biologis yang wajar. Demikian dijelaskan oleh dokter spesialis anak, dr. Dini Adityarini, Sp.A.

Teruskan memberikan ASI kepada cinta mungil. Pada tetesan ASI yang jumlahnya belum seberapa itu cinta mungil akan mendapatkan kolostrum, yaitu zat karunia dari Tuhan yang tidak tergantikan oleh zat apapun dari nutrisi lain. Biasanya ASI akan menjadi lancar bersamaan dengan proses pengisapan dan perlekatan bayi pada ibu. Selain itu dukungan teknis dan nutrisi yang tepat untuk ibu juga mendorong kelancaran ASI.

Kolostrum mengandung antibodi yang melawan virus dan bakteri, vitamin A, protein dan mineral. Kombinasi zat ini sangat dibutuhkan bayi untuk menyempurnakan pertumbuhan otaknya. Bayi yang terlahir mengalami pertumbuhan dimulai dari pertumbuhan otak. Kolustrum memberi perlindungan dan nutrisi pada otak secara maksimal yang disesuaikan secara alami. 

Oleh karenanya pertumbuhan bayi yang mengasup ASI pada awalnya cenderung tidak langsung terlihat gemuk, karena proses pertumbuhan beberapa waktu, antara 1-2 bulan, adalah terpusat pada otak. Pada saat otak tumbuh sehat serta kuat maka perkembangan fisik menjadi lebih segar dan padat pada usia paska satu bulan ke atas.

Fungsi kandungan kolostrum:

1. Zat antibodi melindungi bayi terkena infeksi dan alergi. Sangat disayangkan apabilah bayi mendapat alergi, tidak sedikit dokter yang merekomendasi susu formula anti-alergen. 

2. Sel darah putih di dalam kolustrum menjadi pelindung bayi dari infeksi.

3. Vitamin A dalam kolostrum ASI merupakan materi fundamental kesehatan mata serta benteng ancaman infeksi.

4. Kolostrum memiliki fungsi laksatif/pencahar yang membersihkan mekonium (kotoran/feses yang dihasilkan bayi selama di dalam rahim) agar bayi memiliki metabolisme yang baik. |A. Nur|Ed. URS|

back to top