Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Inilah ciri penting kapan bayi harus dibawa ke dokter ketika batuk

Inilah ciri penting kapan bayi harus dibawa ke dokter ketika batuk

KoPi| Bayi mengalami batuk sesak memiliki ciri suara batuk tinggi, kering dan seperti ada suara menging. Sebelum batuk menyerang, sebagian mengalami demam, pilek dan suara serak selama beberapa hari. Biasanya malam hari intensitas batuk meningkat cukup drastis.

Demikian dr. Dini Adityarini, Sp.A., dokter anak dari Surabaya, menjelaskan kepada KoPi. Dokter Dini menyebutkan bahwa bayi dengan batuk sesak bisa disebabkan oleh virus parainfluenza atau virus respiratory syncytial dan virus-virus penyerang pernafasan lainnya. Tenggorokan bayi akan menyempit dan bengkak memerah. 

Usia bayi 3 bulan sampai 6 tahun bisa mendapatkan serangan batuk sesak ini. Ada beberapa tips merawat bayi yang sedang mengalami batuk sesak ini menurut dokter Dini. Jika upaya perawatan bayi dengan batuk sesak sudah tidak bisa, sebaiknya segera dibawa ke dokter anak.

Dokter Dini menyatakan bahwa tidak jarang para orang tua tidak menyadari kapan perlu membawa buah hati ke rumah sakit atau puskesmas. Padahal serangan batuk sesak tersebut bisa sangat berbahaya. Dokter spesialis anak yang aktif dalam budaya ASI untuk buah hati ini menjelaskan beberapa ciri yang menjadi tanda untuk membawa bayi ke perawatan medis serius.

1. Bayi bernafas pendek namun cepat. Perut biasanya terlihat kembang kempis karena berusaha menarik napas ke paru-paru.

2. Area wajah seperti mulut dan hidung terlihat pucat kebiruan. Kuku-kuku jemari juga mengalami perubahan warna ini. Warna pucat dan kebiruan menandakan tubuh kekurangan oksigen.

3. Badan gelisah dengan terus menggerakkan kaki, tangan dan kepala. 

4. Bayi mengalami peningkatan suhu atau demam.

Jika sudah ada empat ciri tersebut, dokter Dini menyarankan secara kuat agar bayi segera dibawah ke rumah sakit, puskesmas atau dokter anak terdekat.

"Para orang tua harus waspada. Sakit batuk demam bisa disembuhkan. Akan tetapi jangan sampai terlambat. Karena usia bayi masih belum memiliki daya tahan seperti usia dewasa," ungkap dokter Dini Adityarini.

back to top