Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Ini dampak negatif jika makan berlebihan setelah satu bulan puasa

Ini dampak negatif jika makan berlebihan setelah satu bulan puasa

KoPi| Puasa satu bulan penuh selama bulan suci Ramadhan telah usai. Umat Islam menutupnya dengan merayakan Idul Fitri (1436 Hijriah). Aneka makanan tersaji, dari yang manis sampai pedas. Masyarakat cenderung melakukan 'balas dendam' setelah sebulan puasa dengan kegiatan makan berbagai hidangan. 

Pakar gizi dari Universitas Airlangga, Laila Muniroh, M.Kes., memperingatkan bahwa mengonsumsi secara berlebihan setelah satu bulan puasa tidak baik bagi kesehatan. Menurut pakar gizi yang menjadi koordinator riset penyakit tropis Universitas Airlangga ini, lambung paska satu bulan puasa mengalami pengistirahatan.

"Seperti tubuh yang tidur dalam waktu 5 atau 8 jam, maka frekuensi aktivitas berada pada titik stabil atau tenang. Jika bangun tidur langsung olahraga berat misalnya, maka organ-organ tubuh akan kaget. Bisa kram jantung bahkan. Sama halnya lambung yang selama satu bulan berada pada masa 'tenang'".

Lambung memiliki pola dalam penggilingan dan penyerapan zat-zat yang masuk. Secara umum, selama puasa ramadhan lambung beristirahat dengan pola yang rileks. Ketika secara tiba-tiba manusia melakukan konsumsi makanan berlebihan lambung bisa mengalami masalah.

"Lambung bisa mengalami luka sehingga asam naik drastis. Selain itu, lambung akan mengalami kesulitan mencerna dan menyerap makanan."

Dampaknya, mereka yang melakukan konsumsi berlebihan bisa mengalami gangguan seperti sembelit, asam lambung, dan sampai tidak sempurnanya nutrisi yang dibutuhkan terserap oleh tubuh.

"Perilaku berlebihan dalam konsumsi itu salah satunya muncul dalam bentuk ngantuk berlebihan dan sakit pencernaan". Mereka yang memiliki penyakit diabetes dan kolestrol tinggi juga harus berhati-hati dalam konsumsi yang bisa meningkatkan kadar gula atau kolestrol negatif (LDL) pungkas Muniroh. | A. Nur

back to top