Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Ini bahaya dari suka nyantap ceker ayam

Ini bahaya dari suka nyantap ceker ayam

Survey dokter spesialis unggas, drh. Rondius Solafaine, MpH. dari Universitas Wijaya Kusuma, menyebutkan 7 dari 10 orang laki-laki maupun perempuan suka menyantap ceker ayam. Hal tersebut berarti 70 persen orang Indonesia doyan pada bagian paling bawah tersebut. Rasanya gurih dalam aneka masakan seperti sup, bacem dan rica-rica. Namun, inilah bahaya menyantap ceker ayam.

Dokter hewan Rondius Solfaine, pakar spesialis unggas, menyatakan bahwa pada ayam broiler, ceker merupakan tempat endapan dari hormon pertumbuhan dan antibiotik. 

"Injeksi growth hormone dan antibiotik dilakukan pada sayap atau leher. Bahan-bahan sisa antibiotik atau end product tersebut dan obat pertumbuhan (second hormonal) mengendap pada bagian ceker. Itu tidak bisa dihilangkan karena zat kimia".

Dokter hewan yang juga membuka konsultasi kesehatan hewan online tersebut memastikan bahwa endapan second hormonal menjadi toxin yang memberi dampak karsinogen secara perlahan. Karsinogen, lanjut dokter hewan Rondius, bisa merangsang kanker serviks dan payudara pada wanita.

Pada laki-laki dampaknya tidak jauh berbeda baik kanker dan kelebihan purin. Tingkat konsumsi terhadap ceker ayam broiler harus dibatasi. Tips kesehatan dari dokter Rondius ceker ayam sebaiknya dikonsumsi maksimal dua minggu sekali. Itu pun dalam jumlah yang tidak berlebihan pada setiap makan. Selain itu hindari rokok, alkohol dan makanan berlemak. Rutin olahraga akan membantu menurunkan tumpukan zat kimia dari ceker ayam dalam tubuh.

Bagaimana bahaya konsumsi ceker ayam pada anak-anak? Simak artikel selanjutnya di KoPi. | Kisna

 

back to top