Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Ini alasan Wulan kenapa beri ASI pada si kecil

Ini alasan Wulan kenapa beri ASI pada si kecil
Surabaya -  KoPi | Rasa senang ibarat buah yang manis lagi harum. Itu mungkin yang terjadi pada mereka menyambut kelahiran buah hati. Seperti yang dirasa oleh model cantik asal Surabaya, Nadya Wulan satu tahun lalu.

Kedatangan buah hati membuat wanita berparas lembut ini mantap untuk memberikan ASI 100% kepada sang buah hati. ASI merupakan tetesan surga untuk buah hati, begitu kata Wulan.

Wulan memberikan ASI esklusif untuk sang cinta mungilnya karena ia sadar bahwa kandungan ASI tidak terganti oleh apapun, termasuk sufor.

“Aku gak mau ribet harus bawa botol, termos, kaleng susu, dan bawa perabotan lainnya. Mending ASI yang dengan simpel bisa diberikan pada anak. Sudah simpel, murah, apalagi point plus mengenai kesehatan si anak” ujar Wulan kepada KoPi selasa (4/08)

Kesibukannya sebagai seorang model ternyata membuat gadis dengan wajah menawan ini tetap bisa memberikan ASI esklusif.

“Aku pilih-pilih job yang masuk. Gak semua job aku ambil. Aku juga samain jadwal sama ibuku, yang memang bisa membantu menjaga si kecil, kalau ibu gak bisa, gak akan aku ambil jobnya” tukar Wulan.

Pilihan untuk tidak mengunakan jasa baby siter dirasa Wulan sebagai pilihan yang tepat. Finalis gadis sampul tahun 2004 ini memang mengerjakan segala hal secara sendirian. “Dari kecil memang aku udah diajarin untuk ngelakuin apapun sendiri, jadi udah terbiasa mandiri. Punya anak, kenapa harus dijaga baby siter? Sedangkan kita bisa jaga sendiri” lanjut Wulan.

Meskipun begitu, Wulan tidak lantas menganggap adanya susu formula akan sangat buruk bagi anak. Namun, adanya ASI membuat Wulan yakin membantu proses pertumbuhan anak.

“Kembali lagi, kalo memang seorang ibu tidak bisa memberikan ASI esklusif karena alasan yang bisa dimaklumi, ya.. why not? Walaupun sebisa mungkin lebih baik memberikan ASI” lanjutnya. | Labibah

back to top