Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Berhati-hatilah menggunakan pemutih gigi, bisa rusak permanen

Berhati-hatilah menggunakan pemutih gigi, bisa rusak permanen

KoPi| Gigi putih dengan pemutih gigi tak selamanya aman. Pemutih gigi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada gigi.

"Pengguna pemutih gigi harus lebih berhati-hati dalam menggunakan pemutih gigi, karena dapat menyebabkan kerusakan gigi secara permanen," ungkap seorang ahli dari Kanada.

Produk pemutih memiliki beberapa efek samping seperti merusak enamel, iritasi pads gusi dan gigi sensitif.

Menurut Adriana Manso, asisten profesor klinis di Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas British Columbia, Kerusakan enamel permanen tidak dapat dihindari dalam penggunaan pemutih gigi, apalagi penggunakan pemutih gigi yang berlebihan."

Pemutih gigi sebenarnya tidak dianjurkan untuk setiap orang, sehingga ketika seseorang akan menggunakan pemutih gigi diwajibkan untuk bleaching. Hal ini dikarenakan penyebab berubahnya warna gigi seseorang berbeda-beda.

Menurut penelitian Manso, produk pemutih mengandung hydrogen peroksida yang berdifusi melalui enamel yang menyebabkan pemecahan senyawa sehingga gigi berubah warna menjadi lebih putih dan terasa lebih ringan.

Sedangkan produk pemutih gigi yang digunakan dokter di klinik-klinik gigi untuk terapi gigi memiliki konsentrasi peroksida yang lebih tinggi hingga 40 persen, yang penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter.

Manso menyarankan pemutihan gigi sebaiknya dibatasi dan tidak dilakukan setiap tahun karena dapat menyebabkan kerusakan enamel secara kumulatif.

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa untuk mendapatkan gigi yang putih dan sehat harus selalu berkonsultasi kedokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. |Xinhuanet.com|Frenda Yentin|

back to top