Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Berhati-hatilah menggunakan pemutih gigi, bisa rusak permanen

Berhati-hatilah menggunakan pemutih gigi, bisa rusak permanen

KoPi| Gigi putih dengan pemutih gigi tak selamanya aman. Pemutih gigi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada gigi.

"Pengguna pemutih gigi harus lebih berhati-hati dalam menggunakan pemutih gigi, karena dapat menyebabkan kerusakan gigi secara permanen," ungkap seorang ahli dari Kanada.

Produk pemutih memiliki beberapa efek samping seperti merusak enamel, iritasi pads gusi dan gigi sensitif.

Menurut Adriana Manso, asisten profesor klinis di Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas British Columbia, Kerusakan enamel permanen tidak dapat dihindari dalam penggunaan pemutih gigi, apalagi penggunakan pemutih gigi yang berlebihan."

Pemutih gigi sebenarnya tidak dianjurkan untuk setiap orang, sehingga ketika seseorang akan menggunakan pemutih gigi diwajibkan untuk bleaching. Hal ini dikarenakan penyebab berubahnya warna gigi seseorang berbeda-beda.

Menurut penelitian Manso, produk pemutih mengandung hydrogen peroksida yang berdifusi melalui enamel yang menyebabkan pemecahan senyawa sehingga gigi berubah warna menjadi lebih putih dan terasa lebih ringan.

Sedangkan produk pemutih gigi yang digunakan dokter di klinik-klinik gigi untuk terapi gigi memiliki konsentrasi peroksida yang lebih tinggi hingga 40 persen, yang penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter.

Manso menyarankan pemutihan gigi sebaiknya dibatasi dan tidak dilakukan setiap tahun karena dapat menyebabkan kerusakan enamel secara kumulatif.

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa untuk mendapatkan gigi yang putih dan sehat harus selalu berkonsultasi kedokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. |Xinhuanet.com|Frenda Yentin|

back to top