Menu
Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

Prev Next

Baby Led Weaning bersama dr. Dini Adityarini, Sp.A.

Baby Led Weaning bersama dr. Dini Adityarini, Sp.A.
 Surabaya - KoPi | Sungguh bahagia melihat perkembangan si mungil dari bulan ke bulan berikutnya. Dari hanya segenggaman, lalu semakin besar dan bisa meeima asupan pendamping program ASI. Seringkali mams merasa bingung dalam memberikan makanan pendamping ASI atau yang lebih popular disebut MPASI.
 

Pada situasi seperti ini, mams harus lebih bijak dalam menentukan metode maupun asupan yang akan diberikan kepada si mungil. Metode Baby-Led Weaning (BLW) misalnya, dimana merupakan metode yang memberikan keseluruhan hak makanan kepada si mungil.

“BWL ini merupakan metode bagaimana si mungil bisa mengolah asupan yang masuk ke dalam tubuhnya sesuai dengan naluri dan kemampuan diri mereka sendiri” ujar dr. Dini Adityarini , SpA. Dokter Anak di salah satu rumah sakit di Surabaya ini menjelaskan mengenai proses BWL dalam tahapan MPASI.

Berikut adalahTips BLW si mungil saat MPASI.

1.Tentukan jenis makanan yang akan dimakan. Hindari jenis makanan yang  terlalu keras atau terlalu basah. Utamakan makanan yang memiliki kandungan vitamin dan gizi yang tinggi untuk membantu proses tumbuh kembangnya.

2.Sajikan makanan tersebut dengan porsi yang sesuai dengan kebutuhan si mungil. Tidak terlalu banyak, tidak terlalu besar dan tidak membahayakan. Seperti buah, utamakan untuk dicuci terlebih dahulu, lalu dipotong sesuai dengan genggaman jari si mungil. Jika sayur-sayuran, cukup dengan dikukus dan dihidangkan di piring si bayi.

3.Lakukan metode BLW pada saat makan bersama. Hal ini akan membantu bayi untuk lebih bersemangat menghabiskan makanannya secara penuh.

4.Mams harus bersabar secara penuh dan memberikan dorongan kepada si bayi. Pada saat BLW, si mungil sering menghamburkan makanannya. Maka, mams harus lebih bersabar dalam upaya mendidik tumbuh kembang sang anak.

5.Waktu yang pas saat melakukan metode BLW adalah ketika si mungil dalam keadaan tidak terlalu lapar. Seperti di tengah-tengah sarapan dan makan siang atau sore hari sebelum makan malam. Jika dalam keadaan sangat lapar, si mungil akan mudah mengamuk, apalagi jika menemukan jenis makanan BLW yang tidak sesuai keinginannya.

6.Tetap berikan ASI kepada si mungil. Karena bagaimanapun, kandungan protein di dalam ASI tidak ada yang bisa menandingi.

BLW merupakan metode yang mampu melatih koordinasi motorik halus tangan dan mata. Membantu si mungil dalam mengenal jenis-jenis makanan. Metode ini jga mampu membantu si mungil belajar berbicara. 

“Banyak manfaat yang didapatkan pada si mungil dalam metode BLW. Salah satunya ialah menghindari obsessive eating yang cenderung berujung obesitas” ujar Dini.

 

back to top