Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Awas glaukoma menyebabkan kebutaan, ini cara deteksinya

Awas glaukoma menyebabkan kebutaan, ini cara deteksinya

KoPi| Glaukoma merupakan penyakit pada mata penyebab kebutaan paling menakutkan setelah katarak. Akar sebab sakit ini adalah munculnya tekanan di dalam mata, atau disebut tekanan intraokular, baik berasal dari produksi cairan mata yang terlalu banyak, atau saluran pembuangan cairan tersebut tersumbat.

Dokter mata dr. Erry Dewanto, Sp.M., menjelaskan bahwa tekanan tersebut akan merusak serabut saraf retina atau jaringan saraf yang menjadi lapisan belakang mata, dan merusak saraf optik yang menghubungkan kerja mata ke otak manusia. Sesungguhnya secara medis penyebab pasti dari glaukoma masih terus dalam penelitian.

Apa saja ciri cari sakit glaukoma? Dokter spesialis mata yang tidak pernah sepi mengobati pasien ini menyebutkan ada 7 (tujuh) ciri.

1. Nyeri pada bola mata.

2. Kepala terasa sakit dan pusing.

3. Jika melihat cahaya lampu, mata akan melihat lingkaran di sekeliling cahaya itu.

4. Mata akan terlihat memerah secara terus menerus. Berbeda dengan mata akibat iritasi polusi yang bisa hilang.

5.Sensasi mual terasa muntah.

6. Pandangan mata menjadi samar.

7. Penglihatan menjadi sempit dan kehilangan kemampuan melihat

Faktor-faktor pemicu dari glaukoma termasuk adalah diabetes, infeksi parah pada mata serta efek penggunaan obat steroid. Risiko penyakit glaukoma makin meningkat pada usia di atas 40 tahun.

Glaukoma terbagi menjadi dua, yaitu glaukoma terbuka dan tertutup. Glaukoma terbuka ini muncul atau terjadi secara umum, yang berlangsung secara perlahan. Sedangkan glaukoma tertutup muncul secara tiba-tiba sampai menimbulkan kebutaan.

Dokter mata yang bisa ditemui di Kayon Health Center Jl. Kayon No. 3 Surabaya telp 031-5344898 ini menjelaskan bahwa pengobatan glaukoma adalah dengan mengurangi tekanan pada intraokular dan merawat agar tidak terjadi kerusakan mata lebih jauh. 

"Sebaiknya jika ada ciri-ciri glaukoma segera perika ke dokter mata, jangan ditunda. Makin dini penanganan, makin baik dan menyelamatkan. Ingat your eyes your life", jelas dokter Erry. |YP|

back to top