Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Awas glaukoma menyebabkan kebutaan, ini cara deteksinya

Awas glaukoma menyebabkan kebutaan, ini cara deteksinya

KoPi| Glaukoma merupakan penyakit pada mata penyebab kebutaan paling menakutkan setelah katarak. Akar sebab sakit ini adalah munculnya tekanan di dalam mata, atau disebut tekanan intraokular, baik berasal dari produksi cairan mata yang terlalu banyak, atau saluran pembuangan cairan tersebut tersumbat.

Dokter mata dr. Erry Dewanto, Sp.M., menjelaskan bahwa tekanan tersebut akan merusak serabut saraf retina atau jaringan saraf yang menjadi lapisan belakang mata, dan merusak saraf optik yang menghubungkan kerja mata ke otak manusia. Sesungguhnya secara medis penyebab pasti dari glaukoma masih terus dalam penelitian.

Apa saja ciri cari sakit glaukoma? Dokter spesialis mata yang tidak pernah sepi mengobati pasien ini menyebutkan ada 7 (tujuh) ciri.

1. Nyeri pada bola mata.

2. Kepala terasa sakit dan pusing.

3. Jika melihat cahaya lampu, mata akan melihat lingkaran di sekeliling cahaya itu.

4. Mata akan terlihat memerah secara terus menerus. Berbeda dengan mata akibat iritasi polusi yang bisa hilang.

5.Sensasi mual terasa muntah.

6. Pandangan mata menjadi samar.

7. Penglihatan menjadi sempit dan kehilangan kemampuan melihat

Faktor-faktor pemicu dari glaukoma termasuk adalah diabetes, infeksi parah pada mata serta efek penggunaan obat steroid. Risiko penyakit glaukoma makin meningkat pada usia di atas 40 tahun.

Glaukoma terbagi menjadi dua, yaitu glaukoma terbuka dan tertutup. Glaukoma terbuka ini muncul atau terjadi secara umum, yang berlangsung secara perlahan. Sedangkan glaukoma tertutup muncul secara tiba-tiba sampai menimbulkan kebutaan.

Dokter mata yang bisa ditemui di Kayon Health Center Jl. Kayon No. 3 Surabaya telp 031-5344898 ini menjelaskan bahwa pengobatan glaukoma adalah dengan mengurangi tekanan pada intraokular dan merawat agar tidak terjadi kerusakan mata lebih jauh. 

"Sebaiknya jika ada ciri-ciri glaukoma segera perika ke dokter mata, jangan ditunda. Makin dini penanganan, makin baik dan menyelamatkan. Ingat your eyes your life", jelas dokter Erry. |YP|

back to top