Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Workshop penanganan dan pelayanan untuk penyakit kanker dan jantung

Workshop penanganan dan pelayanan untuk penyakit kanker dan jantung

Yogya – KoPi, Dalam rangka melanjutkan kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan Universitäts klinikum Münster (UKM) atau University Hospital of Munster Jerman dalam bidang penanganan cardiovascular, keduanya kembali menyepakati diadakannya workshop penanganan dan pelayanan untuk penyakit kanker dan jantung.

Workshop bertajuk “Indonesia-Germany Health Care Conference on Cardiovascular and Cancer Care Yogyakarta-Indonesia” diselenggarakan pada Sabtu-Minggu (3-4/5/2014) di Asri Medical Center (AMC) Yogyakarta.

Menurut Prof. Dr. Jörg Haier, LL.M. (Coor. Director of the Comprehensive Cancer Center Muenster-Jerman), di Convention Hall Asri Medical Center Yogyakarta, Jum’at (2/5/2014), workshop itu bukan hanya untuk menjelaskan bagaimana penanganan yang harus dilakukan bagi penderita penyakit jantung dan kanker. “Namun, publik atau masyarakat luas juga diajarkan untuk bisa melakukan pencegahan sebelum datangnya dua penyakit itu,” kata Jörg Haier.

Beberapa ahli dari Jerman juga akan melatih para dokter dan tenaga kesehatan lainnya di Yogyakarta agar bisa melakukan pelayanan yang baik bagi penderita penyakit jantung dan kanker. “Kami akan memberikan pelatihan mengenai leader healthcare dan manajemen healthare,” terang Jörg Haier. “Kami juga akan memulainya dengan dua tahapan training, yaitu dari pendeteksian secara dini dan juga untuk penanganan kankernya. Untuk deteksi dini ini kami akan memberikan pelatihan pada dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya di Yogyakarta bagaimana cara mengobservasi pasien.”

Sementara itu, Prof. Dr. med.Rasjid Soeparwata, Sp.B, Sp.B (K)V, Sp.BTKV (K), Ketua DIGM – Indonesia Jerman, mengatakan, tujuan utama kegiatan itu untuk menaikkan kualitas dokter dan tenaga pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan terhadap pasien kanker dan jantung. “Kami juga ingin mengimplementasikan kerja sama kesehatan antara dokter, tenaga pelayanan kesehatan dengan masyarakat umum. Karena kami menginginkan program ini lebih mengarah pada cara pencegahan, bukan saja pengobatan. Sebab, pencegahan itulah yang paling utama,” terangnya.

Tidak itu saja. Kegiatan bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang merata pada semua masyarakat. Mereka nantinya juga akan tahu bagaimana cara melakukan pencegahan. “Selain itu, kami juga ingin mendirikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya untuk pelayanan kanker dan jantung,” ungkap Soeparwata.

Setelah kerjasama workshop ini, UMY beserta RS Pendidikan PKU Muhammadiyah Gamping II bekerjasama dengan UKM Jerman mendirikan satu unit pusat pelayanan bagi penderita kanker dan jantung. Pusat pelayanan ini rencananya akan mulai beroperasi pada tahun 2016.

Reporter: Affan Safani Adham

back to top