Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Virus mematikan bagi bayi, New Zealand dan Australia punya solusinya

Virus mematikan bagi bayi, New Zealand dan Australia punya solusinya

Wellington-KoPi, Ilmuwan New Zealand dan Australia sebentar lagi meliris vaksin baru untuk melawan rotavirus, yang disebut bisa menyelamatkan lebih 500,000 anak-anak di bawah umur 5 tahun tiap tahunnya, yang sering terjadi di negara-negara berkembang.

Percobaan klinis terhadap 95 bayi di Dunedin, New Zealand, menemukan bahwa vaksin tersebut memberikan respon imun yang kuat lebih dari 90% bagi yang menerima vaksin tersebut ketika beberapa hari setelah dilahirkan, sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh University of Otago New Zealand pada hari Kamis.

Rotavirus adalah penyebab yang sering terjadi pada penyakit diare yang hebat bagi bayi dan anak-anak kecil, yang bisa menyebabkan kematian lebih dari jutaan anak-anak di bawah 5 tahun setiap tahunnya.

Para peneliti dari University of Otago dan University of Melbourne mengatakan bahwa hasil dari vaksin tersebut diyakini sangat efektif dalam mencegah virus rotavirus yang menyebabkan diare bagi bayi-bayi yang masih kecil.

Peneliti dari University of Otago Dr Pam Jacksin mengatakan bahwa penelitian dan pengembangan vaksin tersebut dilakukan oleh institusi akademisi dari pada industri farmasi, agar bisa diberikan bagi negara-negara berkembang yang paling membutuhkan.

Percobaan klinis juga telah dilaksanakan di Indonesia dan diharapkan vaksin tersedia dan tersebar luas pada tahun 2016.


(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top