Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Virus HIV melemah, tidak lagi menularkan AIDS?

Virus HIV melemah, tidak lagi menularkan AIDS?
KoPi. AIDS mungkin bakal tidak lagi menjadi penyakit yang perlu ditakuti. Bisa jadi, di masa depan penyakit ini justru akan punah. Para peneliti dari Oxford University telah menemukan bukti bahwa virus HIV yang menjadi penyebab penyakit ini telah melemah. Akibatnya penyakit ini diduga tidak akan begitu menular dan mematikan.
 

Mereka telah meneliti 2000 orang perempuan Afrika yang mengidap HIV. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan penularan AIDS mereka melambat. Hal tersebut disebabkan virus HIV berevolusi untuk menyerang beberapa orang yang memiliki kekebalan tubuh berbeda. Namun, akibat dari evolusi tersebut menurunkan kemampuan virus HIV untuk memperbanyak diri, artinya virus tersebut menjadi kurang mematikan.

Para peneliti juga menganalisa efek penerapan obat anti AIDS terhadap kemampuan penularan HIV. Dengan menggunakan model matematika, mereka menemukan bahwa dengan merawat pasien dengan AIDS paling parah mempercepat evolusi virus HIV dengan kemampuan yang lebih lemah.

“Secara garis besar kita telah dengan cepat menurunkan kemampuan HIV untuk menyebabkan AIDS,” ujar Philip Gaulder, profesor dari Oxford University yang memimpin penelitian tersebut. Meski demikian, Goulder menyatakan virus ini saja berbahaya. “Terlalu berlebihan kalau saya mengatakan HIV sudah kehilangan potensinya,” lanjutnya.

Goulder mengatakan, kemampuan HIV untuk beradaptasi pada kekebalan tubuh seseorang, bahkan yang paling kuat, justru menyebabkan virus ini kehilangan kemampuan memperbanyak diri. “Jika kita bisa terus menekan virus ini, para ahli mungkin bisa dengan pelan-pelan mengurangi tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh HIV,” kata Goulder.

Dengan temuan ini, bisa jadi virus HIV tidak lagi berbahaya. Namun, itu akan butuh waktu lama. “Mungkin masih perlu waktu berpuluh-puluh tahun, atau bahkan abad, hingga HIV tidak lagi menyebabkan AIDS,” tukas Goulder.

Sumber: Reuters

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

 

back to top