Menu
Gus Ipul Apresiasi Program Kepemilikan Rumah Bagi Driver Gojek

Gus Ipul Apresiasi Program Kepemili…

Surabaya-KoPi| Wakil Gu...

Akbar Tanjung: Munaslub cara utama selamatkan Golkar

Akbar Tanjung: Munaslub cara utama …

Sleman-KoPi| Wakil Dewa...

Siswa di Bantul diduga terjangkit Difetri

Siswa di Bantul diduga terjangkit D…

Sleman-KoPi| Satu siswa...

Peneliti mendeteksi tanah merekah di Yogyakarta

Peneliti mendeteksi tanah merekah d…

Jogja-KoPi|Dua akademisi ...

Pakde Karwo Minta Kepala OPD Gunakan Tradisi Intelektual Pada Budaya Kerja

Pakde Karwo Minta Kepala OPD Gunaka…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Wujudkan Kecintaan Nabi Muhammad, Gus Ipul Baca “Duhai Kanjeng Nabi”

Wujudkan Kecintaan Nabi Muhammad, G…

Surabaya-KoPi| Mewujudk...

Pemkot Yogyakarta tidak akan terima masukan masyarakat sebagai pribadi

Pemkot Yogyakarta tidak akan terima…

Jogja-KoPi|Wakil Wali Kot...

Pemuda peduli Pemilu

Pemuda peduli Pemilu

Jogja-KoPi| Partsipasi ...

Laksda Arie Soedewo: Laut Indonesia belum terkelola baik

Laksda Arie Soedewo: Laut Indonesia…

Sleman-KoPi|Kepala Bada...

UMKM Foords Plaza Geldboom

UMKM Foords Plaza Geldboom

Surabaya -KoPi| Artis p...

Prev Next

Vaksin Rubella Mubah bukan Haram

Vaksin Rubella Mubah bukan Haram

Sleman-KoPi|Ketua umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa vaksinasi harus dilakukan untuk pencegahan penyakit campak dan Rubella pada anak Indonesia.

Hal tersebut ia ungkapkan atas rasa gelisahnya pada gejolak masyarakat yang masih menolak vaksin measles Rubella (MR)dan imunisasi penyakit campak dengan adanya isu bahwa vaksin MR dibuat dari bahan haram seperti Babi .

Ia melanjutkan seharusnya semua lapisan masyarakat harus tergabung dengan gerakan vaksinasi dan imunisasi pemerintah saat ini.

"Kita ditargetkan pada tahun 2020 kita kita sudah mengeradikasi penyakit campak dan mengendalikan rubella, bagaimana kita bisa mencapai semua itu jika masih ada yang menolaknya?,"tegasnya saat jumpa Pers International Congress Of Tropical Pediatric (ICTP),di Hotel Alana,Sabtu (5/8)

Lebih lanjut,Aman pun menyampaikan terdapat23 juta anak di jawa dan 65 Juta anak di seluruh indonesia yang dapat terjangkit penyakit Campak tanpa vaksin Rubbella. Target pemerintah 2020 ini diharapkannya sebagai langkah nyata pemerintah dalam memerangi campak dan rubbella.

Sementara itu,ketua Kongres ICTP yang tergabung di masyarakat internasional ilmu kesehatan anak-anak tropis,Sri Rezeki mengatakan bahwa vaksin Rubbella bukanlah hal yang baru di masyarakat internasional.

"Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,bahkan negara islam seperti Mesir sudah menggunakan vaksin MR untuk mencegah penyakit kecacatan, negara-negara tersebut juga sudah mengkonformasi bahwa MR itu halal. Prof Mortada dari Mesir justru heran kenapa vaksin MR ini dikatakan haram,"ujarnya pada waktu Jumpa Pers dan hadir pula Prof. Mortada El-Shabrawi waktu itu.

Ia juga menuturkan seharusnya vaksin ini diberikan segera kepada anak-anak dan ibu. Sri beranggapan berkaitan dengan manfaat dan keburukan pada vaksin ini perlu dilihat kembali sebelum mempermasalahkan halal atau tidaknya vaksin MR.

Beberapa waktu lalu Majelis Ulama Indonesia mengumumkan bahwa Vaksin MR masuk dalam kategori Mubah yang artinya diperbolehkan. Pasalnya Vaksin MR ini digunakan untuk mencegah kecacatan dan penyakit permanen yang dapat menimpa anak indonesia. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top