Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Vaksin Rubella Mubah bukan Haram

Vaksin Rubella Mubah bukan Haram

Sleman-KoPi|Ketua umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa vaksinasi harus dilakukan untuk pencegahan penyakit campak dan Rubella pada anak Indonesia.

Hal tersebut ia ungkapkan atas rasa gelisahnya pada gejolak masyarakat yang masih menolak vaksin measles Rubella (MR)dan imunisasi penyakit campak dengan adanya isu bahwa vaksin MR dibuat dari bahan haram seperti Babi .

Ia melanjutkan seharusnya semua lapisan masyarakat harus tergabung dengan gerakan vaksinasi dan imunisasi pemerintah saat ini.

"Kita ditargetkan pada tahun 2020 kita kita sudah mengeradikasi penyakit campak dan mengendalikan rubella, bagaimana kita bisa mencapai semua itu jika masih ada yang menolaknya?,"tegasnya saat jumpa Pers International Congress Of Tropical Pediatric (ICTP),di Hotel Alana,Sabtu (5/8)

Lebih lanjut,Aman pun menyampaikan terdapat23 juta anak di jawa dan 65 Juta anak di seluruh indonesia yang dapat terjangkit penyakit Campak tanpa vaksin Rubbella. Target pemerintah 2020 ini diharapkannya sebagai langkah nyata pemerintah dalam memerangi campak dan rubbella.

Sementara itu,ketua Kongres ICTP yang tergabung di masyarakat internasional ilmu kesehatan anak-anak tropis,Sri Rezeki mengatakan bahwa vaksin Rubbella bukanlah hal yang baru di masyarakat internasional.

"Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,bahkan negara islam seperti Mesir sudah menggunakan vaksin MR untuk mencegah penyakit kecacatan, negara-negara tersebut juga sudah mengkonformasi bahwa MR itu halal. Prof Mortada dari Mesir justru heran kenapa vaksin MR ini dikatakan haram,"ujarnya pada waktu Jumpa Pers dan hadir pula Prof. Mortada El-Shabrawi waktu itu.

Ia juga menuturkan seharusnya vaksin ini diberikan segera kepada anak-anak dan ibu. Sri beranggapan berkaitan dengan manfaat dan keburukan pada vaksin ini perlu dilihat kembali sebelum mempermasalahkan halal atau tidaknya vaksin MR.

Beberapa waktu lalu Majelis Ulama Indonesia mengumumkan bahwa Vaksin MR masuk dalam kategori Mubah yang artinya diperbolehkan. Pasalnya Vaksin MR ini digunakan untuk mencegah kecacatan dan penyakit permanen yang dapat menimpa anak indonesia. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top