Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Vaksin Rubella Mubah bukan Haram

Vaksin Rubella Mubah bukan Haram

Sleman-KoPi|Ketua umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa vaksinasi harus dilakukan untuk pencegahan penyakit campak dan Rubella pada anak Indonesia.

Hal tersebut ia ungkapkan atas rasa gelisahnya pada gejolak masyarakat yang masih menolak vaksin measles Rubella (MR)dan imunisasi penyakit campak dengan adanya isu bahwa vaksin MR dibuat dari bahan haram seperti Babi .

Ia melanjutkan seharusnya semua lapisan masyarakat harus tergabung dengan gerakan vaksinasi dan imunisasi pemerintah saat ini.

"Kita ditargetkan pada tahun 2020 kita kita sudah mengeradikasi penyakit campak dan mengendalikan rubella, bagaimana kita bisa mencapai semua itu jika masih ada yang menolaknya?,"tegasnya saat jumpa Pers International Congress Of Tropical Pediatric (ICTP),di Hotel Alana,Sabtu (5/8)

Lebih lanjut,Aman pun menyampaikan terdapat23 juta anak di jawa dan 65 Juta anak di seluruh indonesia yang dapat terjangkit penyakit Campak tanpa vaksin Rubbella. Target pemerintah 2020 ini diharapkannya sebagai langkah nyata pemerintah dalam memerangi campak dan rubbella.

Sementara itu,ketua Kongres ICTP yang tergabung di masyarakat internasional ilmu kesehatan anak-anak tropis,Sri Rezeki mengatakan bahwa vaksin Rubbella bukanlah hal yang baru di masyarakat internasional.

"Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,bahkan negara islam seperti Mesir sudah menggunakan vaksin MR untuk mencegah penyakit kecacatan, negara-negara tersebut juga sudah mengkonformasi bahwa MR itu halal. Prof Mortada dari Mesir justru heran kenapa vaksin MR ini dikatakan haram,"ujarnya pada waktu Jumpa Pers dan hadir pula Prof. Mortada El-Shabrawi waktu itu.

Ia juga menuturkan seharusnya vaksin ini diberikan segera kepada anak-anak dan ibu. Sri beranggapan berkaitan dengan manfaat dan keburukan pada vaksin ini perlu dilihat kembali sebelum mempermasalahkan halal atau tidaknya vaksin MR.

Beberapa waktu lalu Majelis Ulama Indonesia mengumumkan bahwa Vaksin MR masuk dalam kategori Mubah yang artinya diperbolehkan. Pasalnya Vaksin MR ini digunakan untuk mencegah kecacatan dan penyakit permanen yang dapat menimpa anak indonesia. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top