Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Transplantasi Sel Induk Dapat Mengurangi Kejang

Transplantasi Sel Induk Dapat Mengurangi Kejang

KoPi. Penelitian baru dari McLean Hospital dan Harvard Stem Cell Institute menunjukkan terapi sel induk mengurangi kejang pada tikus. Menurut FoxNews.com 6 November 2014 Peneliti menggunakan model hewan untuk transplantasi, neuron yang diturunkan dari sel induk embrio manusia kejang-menghambat kinerja otak tikus yang memiliki bentuk umum epilepsi.

Setengah dari tikus yang menerima transplantasi neuron tidak lagi mengalami kejang, sementara separuh lainnya mengalami penurunan gejala kejang yang signifikan.

Neuron yang ditransplantasikan ke dalam otak tikus melepaskan hormon GABA (gamma-aminobutyric acid), untuk menghambat hiperaktivitas listrik yang menyebabkan kejang.

Para peneliti awalnya menguji fungsi neuron manusia, kemudian menguji penyakit epilepsi. Sekitar 30 persen penderita epilepsi tidak merespon obat kejang. Bahkan satu dari 26 penderita di hantui kejang dalam hidupnya, kata Chung.

Mekanisme yang tepat tentang bagaimana kejang dihasilkan tidak sepenuhnya jelas, tapi melihat bagian dihapus dari otak dari pasien epilepsi menunjukkan bahwa serangan melibatkan kematian interneuron.

Lebih banyak tes diperlukan sebelum penelitian pergi ke percobaan klinis, termasuk uji coba primata dan menemukan proses untuk memurnikan neuron, kata Chung. ( FoxNews.com).

Joko Raharjo, Winda Efanur FS


 

 

 

back to top