Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Tertawa itu menyehatkan

Tertawa itu menyehatkan

California-KoPi, Sudah menjadi istilah yang sangat umum bahwa “tertawa adalah obat yang terbaik”. Dan kini, ilmu pengetahuan pun telah membuktikannya.

Sebuah penelitian kecil terbaru yang dilakukan di Loma linda University, California Selatan, menyatakan bahwa ada hubungan keterkaitan antara humor dan ingatan manusia dewasa. Dalam penelitian ini, para ilmuwan menganalisa 20 orang dewasa sehat yang menonton video komedi selama 20 menit. Sebagai perbandingannya, penelitian ini juga menganalisa 20 orang dewasa yang tidak menonton apapun dalam waktu yang sama.


Lalu, peserta dari masing-masing kelompok diberi serangkaian tes ingatan dan diambill sampel air liurnya untuk diuji tingkat hormonnya.


Ternyata, kelompok yang menonton video lucu meraih nilai yang lebih tinggi dalam tes ingatan dibanding dengan kelompok yang tidak menonton apapun dan kelompok yang sering tertawa karena melihat tontonan lucu memiliki tingakat hormon cortisol yang lebih rendah. Hormon cortisol adalah hormon yang berkaitan dengan stress.


Pemimpin riset tersebut, Dr. Gurinder Bains, menjelaskan bahwa tertawa menyebabkan tubuh melepaskan endorphin (hormon yang diproduksi saat manusia merasa bahagia dan berfungsi sebagai hormon kekebalan tubuh)  dan mengirim dopamine (hormon yang menyebabkan perasaan tenang dan nyaman) ke otak—yang memperbaharui seluruh kinerja dan fungsi tubuh.

 


(Ana Puspita Sari)
Sumber: Foxnews.com

back to top