Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Tertawa itu menyehatkan

Tertawa itu menyehatkan

California-KoPi, Sudah menjadi istilah yang sangat umum bahwa “tertawa adalah obat yang terbaik”. Dan kini, ilmu pengetahuan pun telah membuktikannya.

Sebuah penelitian kecil terbaru yang dilakukan di Loma linda University, California Selatan, menyatakan bahwa ada hubungan keterkaitan antara humor dan ingatan manusia dewasa. Dalam penelitian ini, para ilmuwan menganalisa 20 orang dewasa sehat yang menonton video komedi selama 20 menit. Sebagai perbandingannya, penelitian ini juga menganalisa 20 orang dewasa yang tidak menonton apapun dalam waktu yang sama.


Lalu, peserta dari masing-masing kelompok diberi serangkaian tes ingatan dan diambill sampel air liurnya untuk diuji tingkat hormonnya.


Ternyata, kelompok yang menonton video lucu meraih nilai yang lebih tinggi dalam tes ingatan dibanding dengan kelompok yang tidak menonton apapun dan kelompok yang sering tertawa karena melihat tontonan lucu memiliki tingakat hormon cortisol yang lebih rendah. Hormon cortisol adalah hormon yang berkaitan dengan stress.


Pemimpin riset tersebut, Dr. Gurinder Bains, menjelaskan bahwa tertawa menyebabkan tubuh melepaskan endorphin (hormon yang diproduksi saat manusia merasa bahagia dan berfungsi sebagai hormon kekebalan tubuh)  dan mengirim dopamine (hormon yang menyebabkan perasaan tenang dan nyaman) ke otak—yang memperbaharui seluruh kinerja dan fungsi tubuh.

 


(Ana Puspita Sari)
Sumber: Foxnews.com

back to top