Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Sukses menyusui dengan puting datar

Sukses menyusui dengan puting datar

Jombang-KoPi| Puting datar bukan masalah besar bagi seorang wanita untuk menyusui. Bagaimanapun bentuk puting seorang ibu tetap dapat menyusui asalkan seorang ibu mengetahui teknik-tekniknya dan mau mempelajarinya.

“Bayi menyusu pada payudara bukan pada puting,” jelas dr. Dini Adityarini, SpA, saat seminar Implementasi Pemberian ASI di Fasiltas Kesehatan di Jombang.

Puting datar sebenarnya bukanlah sebuah masalah yang perlu dikuatirkan ketika akan menyusui, hal tersebut dapat diatasi dengan teknik tertentu salah satunya dengan teknik rebahan (Laid Back Position). Teknik ini dilakukan dengan cara ibu berbaring 360° secara rileks dan membiarkan bayinya untuk mencari sendiri putingnya.

“Ini merupakan posisi paling biologis untuk bayi”, tutur Dini Adityarini

Apabila putingnya sangat datar dapat diatasi dengan menggunakan nipple puller sehingga puting agak menonjol dan dapat dijangkau bayi dengan mudah. Namun tidak dianjurkan menggunakan nipple shield, karena yang tertarik ketika bayi menyusu adalah nipple shield-nya bukan putingnya.

Pada posisi ini ibu tidak banyak mengintervensi bayinya, karena tangan ibu bebas memegangi bayinya dan menjaganya agar tidak terguling. Kelebihan lain dari teknik ini yaitu mempermudah ibu dalam menyusui terutama pada jam-jam baru melahirkan.

Pada posisi ini juga seorang ibu akan merasa lebih relaks, ketegangan di kepala, punggung, dan leher akan berkurang dibandingkan menyusui dalam posisi duduk tegak, luka jahitan setelah melahirkan pun tidak sesakit ketika duduk tegak dan juga mendukung pelepasan hormon oksitosin yang berguna dalam memperbanyak jumlah ASI yang dikeluarkan dan mempercepat proses pengecilan rahim. Frenda Yentin

back to top