Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Sukses menyusui dengan puting datar

Sukses menyusui dengan puting datar

Jombang-KoPi| Puting datar bukan masalah besar bagi seorang wanita untuk menyusui. Bagaimanapun bentuk puting seorang ibu tetap dapat menyusui asalkan seorang ibu mengetahui teknik-tekniknya dan mau mempelajarinya.

“Bayi menyusu pada payudara bukan pada puting,” jelas dr. Dini Adityarini, SpA, saat seminar Implementasi Pemberian ASI di Fasiltas Kesehatan di Jombang.

Puting datar sebenarnya bukanlah sebuah masalah yang perlu dikuatirkan ketika akan menyusui, hal tersebut dapat diatasi dengan teknik tertentu salah satunya dengan teknik rebahan (Laid Back Position). Teknik ini dilakukan dengan cara ibu berbaring 360° secara rileks dan membiarkan bayinya untuk mencari sendiri putingnya.

“Ini merupakan posisi paling biologis untuk bayi”, tutur Dini Adityarini

Apabila putingnya sangat datar dapat diatasi dengan menggunakan nipple puller sehingga puting agak menonjol dan dapat dijangkau bayi dengan mudah. Namun tidak dianjurkan menggunakan nipple shield, karena yang tertarik ketika bayi menyusu adalah nipple shield-nya bukan putingnya.

Pada posisi ini ibu tidak banyak mengintervensi bayinya, karena tangan ibu bebas memegangi bayinya dan menjaganya agar tidak terguling. Kelebihan lain dari teknik ini yaitu mempermudah ibu dalam menyusui terutama pada jam-jam baru melahirkan.

Pada posisi ini juga seorang ibu akan merasa lebih relaks, ketegangan di kepala, punggung, dan leher akan berkurang dibandingkan menyusui dalam posisi duduk tegak, luka jahitan setelah melahirkan pun tidak sesakit ketika duduk tegak dan juga mendukung pelepasan hormon oksitosin yang berguna dalam memperbanyak jumlah ASI yang dikeluarkan dan mempercepat proses pengecilan rahim. Frenda Yentin

back to top