Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Sukses menyusui dengan puting datar

Sukses menyusui dengan puting datar

Jombang-KoPi| Puting datar bukan masalah besar bagi seorang wanita untuk menyusui. Bagaimanapun bentuk puting seorang ibu tetap dapat menyusui asalkan seorang ibu mengetahui teknik-tekniknya dan mau mempelajarinya.

“Bayi menyusu pada payudara bukan pada puting,” jelas dr. Dini Adityarini, SpA, saat seminar Implementasi Pemberian ASI di Fasiltas Kesehatan di Jombang.

Puting datar sebenarnya bukanlah sebuah masalah yang perlu dikuatirkan ketika akan menyusui, hal tersebut dapat diatasi dengan teknik tertentu salah satunya dengan teknik rebahan (Laid Back Position). Teknik ini dilakukan dengan cara ibu berbaring 360° secara rileks dan membiarkan bayinya untuk mencari sendiri putingnya.

“Ini merupakan posisi paling biologis untuk bayi”, tutur Dini Adityarini

Apabila putingnya sangat datar dapat diatasi dengan menggunakan nipple puller sehingga puting agak menonjol dan dapat dijangkau bayi dengan mudah. Namun tidak dianjurkan menggunakan nipple shield, karena yang tertarik ketika bayi menyusu adalah nipple shield-nya bukan putingnya.

Pada posisi ini ibu tidak banyak mengintervensi bayinya, karena tangan ibu bebas memegangi bayinya dan menjaganya agar tidak terguling. Kelebihan lain dari teknik ini yaitu mempermudah ibu dalam menyusui terutama pada jam-jam baru melahirkan.

Pada posisi ini juga seorang ibu akan merasa lebih relaks, ketegangan di kepala, punggung, dan leher akan berkurang dibandingkan menyusui dalam posisi duduk tegak, luka jahitan setelah melahirkan pun tidak sesakit ketika duduk tegak dan juga mendukung pelepasan hormon oksitosin yang berguna dalam memperbanyak jumlah ASI yang dikeluarkan dan mempercepat proses pengecilan rahim. Frenda Yentin

back to top