Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Sukses menyusui dengan puting datar

Sukses menyusui dengan puting datar

Jombang-KoPi| Puting datar bukan masalah besar bagi seorang wanita untuk menyusui. Bagaimanapun bentuk puting seorang ibu tetap dapat menyusui asalkan seorang ibu mengetahui teknik-tekniknya dan mau mempelajarinya.

“Bayi menyusu pada payudara bukan pada puting,” jelas dr. Dini Adityarini, SpA, saat seminar Implementasi Pemberian ASI di Fasiltas Kesehatan di Jombang.

Puting datar sebenarnya bukanlah sebuah masalah yang perlu dikuatirkan ketika akan menyusui, hal tersebut dapat diatasi dengan teknik tertentu salah satunya dengan teknik rebahan (Laid Back Position). Teknik ini dilakukan dengan cara ibu berbaring 360° secara rileks dan membiarkan bayinya untuk mencari sendiri putingnya.

“Ini merupakan posisi paling biologis untuk bayi”, tutur Dini Adityarini

Apabila putingnya sangat datar dapat diatasi dengan menggunakan nipple puller sehingga puting agak menonjol dan dapat dijangkau bayi dengan mudah. Namun tidak dianjurkan menggunakan nipple shield, karena yang tertarik ketika bayi menyusu adalah nipple shield-nya bukan putingnya.

Pada posisi ini ibu tidak banyak mengintervensi bayinya, karena tangan ibu bebas memegangi bayinya dan menjaganya agar tidak terguling. Kelebihan lain dari teknik ini yaitu mempermudah ibu dalam menyusui terutama pada jam-jam baru melahirkan.

Pada posisi ini juga seorang ibu akan merasa lebih relaks, ketegangan di kepala, punggung, dan leher akan berkurang dibandingkan menyusui dalam posisi duduk tegak, luka jahitan setelah melahirkan pun tidak sesakit ketika duduk tegak dan juga mendukung pelepasan hormon oksitosin yang berguna dalam memperbanyak jumlah ASI yang dikeluarkan dan mempercepat proses pengecilan rahim. Frenda Yentin

back to top