Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Stres ketika hamil berisiko asma pada bayi

Stres ketika hamil berisiko asma pada bayi

Boston-KoPi- Sebuah studi baru mengatakan bahwa stress pada ibu hamil berdampak pada peningkatan risiko asma bagi anak-anaknya. Hipotesis tersebut berdasarkan penelitian dengan menggunakan tikus hamil yang diterbitkan dalam American Journal of Physiology. 

Hal ini sudah diketahui bahwa menjaga tingkat stres pada ibu hamil sangat penting bagi kesehatan ibu dan bayinya. Medical News Today baru-baru ini melaporkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa yoga selama kehamilan dapat menjaga tingkat stres pada ibu hamil dan mencegah kecemasan yang dapat menyebabkan depresi pasca melahirkan. 

Sebelum kehamilan, stres juga bisa berdampak pada peningkatan risiko infertilitas. Dalam studi terbaru ini, para peneliti dari Harvard School of Public Health di Boston, MA menemukan bahwa stres pada tikus hamil dikaitkan dengan peningkatan risiko alergi asma yang diinduksi dalam anak mereka. 

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), asma adalah salah satu penyakit yang paling umum, penyakit anak jangka panjang. Pada tahun 2010, 1 dari 12 orang dewasa dan 1 anak di 11 menderita asma. Selain itu, pada tahun 2009, 3388 orang meninggal akibat asma. 

Meskipun penyakit asma adalah penyakit yang umum, penyakit tersebut tidak boleh disepelekan melihat jumlah korban meninggal dunia karena asma cukup banyak. Pencegahan asma secara dini ketika masa kehamilan sangatlah penting untuk mencegah asma pada bayi. 

(Irfan Ridlowi)

Sumber: medicalnewstoday.com

 

back to top