Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Stres ketika hamil berisiko asma pada bayi

Stres ketika hamil berisiko asma pada bayi

Boston-KoPi- Sebuah studi baru mengatakan bahwa stress pada ibu hamil berdampak pada peningkatan risiko asma bagi anak-anaknya. Hipotesis tersebut berdasarkan penelitian dengan menggunakan tikus hamil yang diterbitkan dalam American Journal of Physiology. 

Hal ini sudah diketahui bahwa menjaga tingkat stres pada ibu hamil sangat penting bagi kesehatan ibu dan bayinya. Medical News Today baru-baru ini melaporkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa yoga selama kehamilan dapat menjaga tingkat stres pada ibu hamil dan mencegah kecemasan yang dapat menyebabkan depresi pasca melahirkan. 

Sebelum kehamilan, stres juga bisa berdampak pada peningkatan risiko infertilitas. Dalam studi terbaru ini, para peneliti dari Harvard School of Public Health di Boston, MA menemukan bahwa stres pada tikus hamil dikaitkan dengan peningkatan risiko alergi asma yang diinduksi dalam anak mereka. 

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), asma adalah salah satu penyakit yang paling umum, penyakit anak jangka panjang. Pada tahun 2010, 1 dari 12 orang dewasa dan 1 anak di 11 menderita asma. Selain itu, pada tahun 2009, 3388 orang meninggal akibat asma. 

Meskipun penyakit asma adalah penyakit yang umum, penyakit tersebut tidak boleh disepelekan melihat jumlah korban meninggal dunia karena asma cukup banyak. Pencegahan asma secara dini ketika masa kehamilan sangatlah penting untuk mencegah asma pada bayi. 

(Irfan Ridlowi)

Sumber: medicalnewstoday.com

 

back to top