Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Stres dapat memperlambat metabolisme wanita

Stres dapat memperlambat metabolisme wanita

Ohio-KoPi- Stres dapat memperlambat metabolisme wanita dan menyebabkan kenaikan berat badan. Penelitian ini melibatkan 58 wanita dengan rata-rata usia 53 tahun. Hal pertama yang dilakukan adalah pendataan dini tentang tingkat stres yang mereka alami pada hari sebelumnya.

Kemudian mereka dianjurkan untuk memakan 930 kalori termasuk 60 gram lemak. Para peneliti Universitas Ohio menyimpulkan dalam penelitiannya tersebut rata-rata wanita yang stress atau sangat stress dalam kurun waktu 24 jam, hanya bisa membakar sedikitnya 104 kalori dalam tujuh jam setelah mereka makan. 

“Wanita stres juga cenderung memiliki kadar hormon insulin yang tinggi dan dapat mengakibatkan adanya penumpukan lemak dalam tubuh”, menurut penelitian yang diterbitkan dalam edisi terbaru jurnal Biological Psychiatry. 

"Kita tahu kita tidak dapat selalu menghindari stres dalam hidup kita. Tapi satu hal yang dapat kita lakukan untuk mempersiapkan diri untuk itu. Yaitu dengan memiliki pilihan makanan sehat dalam lemari es ataupun dapur kita. Sehingga ketika stres datang, kita bisa mendapatkan sesuatu yang sehat, bukan pergi ke pilihan yang sangat nyaman tetapi tinggi lemak", Martha Belury seorang profesor nutrisi manusia mengatakan dalam sebuah rilis berita. 

(Irfan. Ridlowi)

Sumber: health.com

 

back to top