Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Shower Puff: rumah yang sempurna bagi bakteri

Shower Puff: rumah yang sempurna bagi bakteri
New York- KoPi- Jika menggunakan Shower Puff agar badan bersih, mungkin sudah saatnya untuk memikirkan kembali rutinitas mandi menggunakan Shower Puff. Shower Puff adalah sejenis spons atau scrubber genggam yang dimaksudkan untuk membantu membersihkan daki atau kotoran yang menempel pada tubuh pada saat mandi. 

Sel kulit mati yang terangkat dari tubuh, terjebak dalam semua sudut dan celah matriks fibrosa Shower Puff. Shower Puff atau yang biasa di sebut spons merupakan rumah yang sempurna bagi bakteri. Kebiasaan yang buruk setelah mandi seperti meninggalkan spons di kamar mandi sampai digunakan berikutnya adalah waktu yang tepat bagi bakteri untuk berkembang biak. 

Bakteri akan memakan setiap bahan organik seperti sel-sel kulit yang tertinggal di spons. Setiap kali spons basah dan tidak begitu kering, organisme tumbuh dan berkembang. “Tanpa disadari kita telah menyebarkan sendiri bakteri dengan spons yang kita gunakan ketika mandi”, kata dr. Michele, salah satu dokter kulit di New York.

Di bawah kondisi yang tepat, bakteri ini dapat menyebabkan hal-hal menakutkan seperti staphylococcus yang lebih dikenal sebagai infeksi Staph pada kulit. Sementara kulit adalah organ yang melindungi kita dari banyak kuman. Jika lapisan kulit terluar mengelupas dan terinfeksi bakteri pada spons, hal itu akan menjadi lebih serius.

Untuk mencegah perkembang  biakan bakteri pada spons ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Memindahkan spons ke tempat yang tidak lembab atau ke tempat yang lebih terbuka agar cepat kering. Cuci lagi spons menggunakan sabun setelah digunakan pada saat mandi. Dan yang terakhir, ganti spons yang sudah berubah warna, bau, atau rusak dengan yang baru.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

back to top