Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Shower Puff: rumah yang sempurna bagi bakteri

Shower Puff: rumah yang sempurna bagi bakteri
New York- KoPi- Jika menggunakan Shower Puff agar badan bersih, mungkin sudah saatnya untuk memikirkan kembali rutinitas mandi menggunakan Shower Puff. Shower Puff adalah sejenis spons atau scrubber genggam yang dimaksudkan untuk membantu membersihkan daki atau kotoran yang menempel pada tubuh pada saat mandi. 

Sel kulit mati yang terangkat dari tubuh, terjebak dalam semua sudut dan celah matriks fibrosa Shower Puff. Shower Puff atau yang biasa di sebut spons merupakan rumah yang sempurna bagi bakteri. Kebiasaan yang buruk setelah mandi seperti meninggalkan spons di kamar mandi sampai digunakan berikutnya adalah waktu yang tepat bagi bakteri untuk berkembang biak. 

Bakteri akan memakan setiap bahan organik seperti sel-sel kulit yang tertinggal di spons. Setiap kali spons basah dan tidak begitu kering, organisme tumbuh dan berkembang. “Tanpa disadari kita telah menyebarkan sendiri bakteri dengan spons yang kita gunakan ketika mandi”, kata dr. Michele, salah satu dokter kulit di New York.

Di bawah kondisi yang tepat, bakteri ini dapat menyebabkan hal-hal menakutkan seperti staphylococcus yang lebih dikenal sebagai infeksi Staph pada kulit. Sementara kulit adalah organ yang melindungi kita dari banyak kuman. Jika lapisan kulit terluar mengelupas dan terinfeksi bakteri pada spons, hal itu akan menjadi lebih serius.

Untuk mencegah perkembang  biakan bakteri pada spons ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Memindahkan spons ke tempat yang tidak lembab atau ke tempat yang lebih terbuka agar cepat kering. Cuci lagi spons menggunakan sabun setelah digunakan pada saat mandi. Dan yang terakhir, ganti spons yang sudah berubah warna, bau, atau rusak dengan yang baru.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

back to top