Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Setiap tahun 22.000 kematian serangan jantung berada di rumah

Setiap tahun 22.000 kematian serangan jantung berada di rumah
Inggris-KoPi- Peringatan statistik yang mengejutkan bahwa 22.000 orang meninggal karena serangan jantung setiap tahunnya berada di rumah mereka sendiri. Sebuah kampanye dilakukan untuk mencegah lebih banyak lagi korban meninggal karena serangan jantung di rumah.

Statistik dari British Heart Foundation (BHF) menunjukkan bahwa sekitar 80% dari 30.000 kematian serangan jantung di Inggris terjadi di luar rumah sakit setiap tahun. Kematian tersebut rata-rata terjadi di depan keluarga dan orang yang dicintai korban. Kesempatan hidup mereka sangatlah kecil jika tidak segera dilakukan pertolongan pertrama ketika serangan jantung terjadi.

Menurut BHF, alasan yang menyebabkan sejumlah besar kematian tersebut adalah 61% orang tidak memiliki keterampilan atau kepercayaan diri untuk melakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) yang bisa dua kali lipat kesempatan seseorang penyakit jantung bisa bertahan hidup. Dengan meluncurkan kampanye Lifesavers Nasional yang mengajarkan keterampilan wajib CPR dan kesadaran di setiap sekolah, tempat kerja, kelompok masyarakat dan individu, mudah-mudahan dapat mengurangi 5.000 angka kematian per tahunnya. 

British Heart Foundation melakukan survei dengan melibatkan 2.072 orang dewasa dan ditemukan sekitar 46% orang memiliki rasa takut ketika menghadapi kejadian serangan jantung. Sementara itu, 40% orang tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk bertindak melakukan CPR untuk pertolongan pertama. 57% dari mereka mengatakan akan mencari orang yang berpengalaman seperti dokter,perawat, dan bidan untuk membantu korban jika mereka menyaksikan keadaan darurat medis serangan jantung. 

Program pelatihan BHF untuk sekolah, tempat kerja, dan kelompok masyarakat mengajarkan tiga langkah sederhana yang bisa menyelamatkan nyawa seseorang (Panggil, Dorong, dan Penyelamatan). Untuk menandai peluncuran kampanye, BHF dan Yorkshire Ambulance Service melakukan pelatihan dengan melibatan hampir 12.000 siswa SMA dalam upaya untuk menginspirasi semua sekolah menengah untuk mendaftar pelatihan CPR gratis. 

Kepala eksekutif BHF, Simon Gillespie mengatakan, "Terlalu banyak nyawa yang hilang sia-sia karena orang tidak memiliki keterampilan CPR dasar untuk bertindak dalam situasi yang mengancam jiwa seseorang”. 

Irfan Ridlowi

Sumber: huffingtonpost.co.uk

 

 

 

 

back to top