Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Setiap tahun 22.000 kematian serangan jantung berada di rumah

Setiap tahun 22.000 kematian serangan jantung berada di rumah
Inggris-KoPi- Peringatan statistik yang mengejutkan bahwa 22.000 orang meninggal karena serangan jantung setiap tahunnya berada di rumah mereka sendiri. Sebuah kampanye dilakukan untuk mencegah lebih banyak lagi korban meninggal karena serangan jantung di rumah.

Statistik dari British Heart Foundation (BHF) menunjukkan bahwa sekitar 80% dari 30.000 kematian serangan jantung di Inggris terjadi di luar rumah sakit setiap tahun. Kematian tersebut rata-rata terjadi di depan keluarga dan orang yang dicintai korban. Kesempatan hidup mereka sangatlah kecil jika tidak segera dilakukan pertolongan pertrama ketika serangan jantung terjadi.

Menurut BHF, alasan yang menyebabkan sejumlah besar kematian tersebut adalah 61% orang tidak memiliki keterampilan atau kepercayaan diri untuk melakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) yang bisa dua kali lipat kesempatan seseorang penyakit jantung bisa bertahan hidup. Dengan meluncurkan kampanye Lifesavers Nasional yang mengajarkan keterampilan wajib CPR dan kesadaran di setiap sekolah, tempat kerja, kelompok masyarakat dan individu, mudah-mudahan dapat mengurangi 5.000 angka kematian per tahunnya. 

British Heart Foundation melakukan survei dengan melibatkan 2.072 orang dewasa dan ditemukan sekitar 46% orang memiliki rasa takut ketika menghadapi kejadian serangan jantung. Sementara itu, 40% orang tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk bertindak melakukan CPR untuk pertolongan pertama. 57% dari mereka mengatakan akan mencari orang yang berpengalaman seperti dokter,perawat, dan bidan untuk membantu korban jika mereka menyaksikan keadaan darurat medis serangan jantung. 

Program pelatihan BHF untuk sekolah, tempat kerja, dan kelompok masyarakat mengajarkan tiga langkah sederhana yang bisa menyelamatkan nyawa seseorang (Panggil, Dorong, dan Penyelamatan). Untuk menandai peluncuran kampanye, BHF dan Yorkshire Ambulance Service melakukan pelatihan dengan melibatan hampir 12.000 siswa SMA dalam upaya untuk menginspirasi semua sekolah menengah untuk mendaftar pelatihan CPR gratis. 

Kepala eksekutif BHF, Simon Gillespie mengatakan, "Terlalu banyak nyawa yang hilang sia-sia karena orang tidak memiliki keterampilan CPR dasar untuk bertindak dalam situasi yang mengancam jiwa seseorang”. 

Irfan Ridlowi

Sumber: huffingtonpost.co.uk

 

 

 

 

back to top