Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Setiap tahun 22.000 kematian serangan jantung berada di rumah

Setiap tahun 22.000 kematian serangan jantung berada di rumah
Inggris-KoPi- Peringatan statistik yang mengejutkan bahwa 22.000 orang meninggal karena serangan jantung setiap tahunnya berada di rumah mereka sendiri. Sebuah kampanye dilakukan untuk mencegah lebih banyak lagi korban meninggal karena serangan jantung di rumah.

Statistik dari British Heart Foundation (BHF) menunjukkan bahwa sekitar 80% dari 30.000 kematian serangan jantung di Inggris terjadi di luar rumah sakit setiap tahun. Kematian tersebut rata-rata terjadi di depan keluarga dan orang yang dicintai korban. Kesempatan hidup mereka sangatlah kecil jika tidak segera dilakukan pertolongan pertrama ketika serangan jantung terjadi.

Menurut BHF, alasan yang menyebabkan sejumlah besar kematian tersebut adalah 61% orang tidak memiliki keterampilan atau kepercayaan diri untuk melakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) yang bisa dua kali lipat kesempatan seseorang penyakit jantung bisa bertahan hidup. Dengan meluncurkan kampanye Lifesavers Nasional yang mengajarkan keterampilan wajib CPR dan kesadaran di setiap sekolah, tempat kerja, kelompok masyarakat dan individu, mudah-mudahan dapat mengurangi 5.000 angka kematian per tahunnya. 

British Heart Foundation melakukan survei dengan melibatkan 2.072 orang dewasa dan ditemukan sekitar 46% orang memiliki rasa takut ketika menghadapi kejadian serangan jantung. Sementara itu, 40% orang tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk bertindak melakukan CPR untuk pertolongan pertama. 57% dari mereka mengatakan akan mencari orang yang berpengalaman seperti dokter,perawat, dan bidan untuk membantu korban jika mereka menyaksikan keadaan darurat medis serangan jantung. 

Program pelatihan BHF untuk sekolah, tempat kerja, dan kelompok masyarakat mengajarkan tiga langkah sederhana yang bisa menyelamatkan nyawa seseorang (Panggil, Dorong, dan Penyelamatan). Untuk menandai peluncuran kampanye, BHF dan Yorkshire Ambulance Service melakukan pelatihan dengan melibatan hampir 12.000 siswa SMA dalam upaya untuk menginspirasi semua sekolah menengah untuk mendaftar pelatihan CPR gratis. 

Kepala eksekutif BHF, Simon Gillespie mengatakan, "Terlalu banyak nyawa yang hilang sia-sia karena orang tidak memiliki keterampilan CPR dasar untuk bertindak dalam situasi yang mengancam jiwa seseorang”. 

Irfan Ridlowi

Sumber: huffingtonpost.co.uk

 

 

 

 

back to top