Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Sering duduk bisa meningkatkan resiko gagal jantung

Sering duduk bisa meningkatkan resiko gagal jantung

California-KoPi Duduk berjam-jam ternyata bisa meningkatkan resiko penyakit gagal jantung, Consel dan Heal melaporkan.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Circulation: Heart Failure, para peneliti mengatakan bahwa mereka telah meneliti 84.170 orang laik-laki yang beumur 45 sampai 69 tahun yang tidak memiliki penyakit gagal jantung. Selama 8 tahun dalam penelitian tersebut, para peneliti menganalisa perkembangan aktivitas gerakan mereka dan waktu duduk mereka.

Akhirnya, penelitian tersebut menunjukkan bahwa para lelaki yang aktivitas fisiknya rendah 52 persen kemungkinan besar bisa terserang penyakit gagal jantung dibandingkan dengan para lelaki yang aktivitas fisiknya tinggi. Kemudian, para lelaki yang menghabiskan waktu 5 jam atau lebih untuk duduk seharian kemungkinan besar terserang gagal jantung dibandingkan dengan para lelaki yang menghabiskan waktu duduk hanya 2 jam sehari.

"Jadilah lebih aktif bergerak dan kurangi duduk. Itulah pesan dari penelitian ini,” kata Ketua tim peneliti, Deborah Rohm Young of Kaiser Permanente di Pasdena, California. |Fox News|Fahrurrazi|Ed. URS|

back to top