Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Sejarah operasi katarak

Sejarah operasi katarak

Sub Judul

KoPi | Katarak merupakan salah satu penyakit tertua di dunia. Bukti adanya penyakit tersebut tergambarkan pada sebuah patung kayu Mesir yang berasal dari tahun 2457 S.M yang menggambarkan seorang pendeta yang sedang membaca. Pada patung tersebut ada lapisan putih yang diukirkan pada mata kiri patung, yang menggambarkan katarak.

Kata katarak berasal dari bahasa Latin ‘cataracta’, yang artinya air terjun. Sebutan itu diberikan karena mata penderita katarak berwarna putih kelabu seperti air terjun yang mengalir deras. 

Operasi katarak juga diketahui sebagai operasi tertua di dunia. Beberapa ukiran pada dinding kuil dan makam raja-raja kuno Mesir menggambarkan alat-alat yang dipakai dalam operasi katarak. Catatan detail mengenai prosedur operasi katarak sendiri terrekam sejarah sejak abad ke 5 SM. Sebuah jurnal berbahasa Sansekerta yang ditulis oleh Maharesi Sushutra, ahli bedah India kuno, menjelaskan mengenai operasi katarak dengan teknik couching.

Teknik itu adalah mengoperasi katarak dengan memindahkan lensa mata yang terkena katarak ke lokasi ke posisi lain. Teknik ini bisa membuat pasien kembali melihat, namun pandangan tetap buram karena posisi lensa mata yang salah. 

Selain itu, prosedur ini juga pernah dilakukan di Cina pada abad ke 2 SM. Sedangkan dunia Barat menerapkan teknik ini pada tahun 29 SM, seperti disebutkan oleh Aulus Cornelius Celsus dalam tulisan De Medicinae. 

Meski demikian, prosedur ini dinilai berbahaya dan tidak berhasil menyembuhkan katarak. Sebaliknya, metode ini menimbulkan berbagai komplikasi dan, pada beberapa kasus, justru menimbulkan kebutaan permanen.

Baru pada abad ke 10 Masehi, mulai ditemukan cara yang lebih aman dalam operasi katarak. Seorang dokter Persia bernama Muhammad bin Zakariya al-Razi mengaplikasikan teknik operasi katarak melalui penyedotan katarak. Ia menggunakan jarum suntik berongga untuk menghisap katarak. Al-Razi menyebutkan bahwa jarum itu sendiri sudah ditemukan sejak abad ke 2 Masehi oleh dokter Yunani, Anthyllus.

back to top