Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Sejarah operasi katarak

Sejarah operasi katarak

Sub Judul

KoPi | Katarak merupakan salah satu penyakit tertua di dunia. Bukti adanya penyakit tersebut tergambarkan pada sebuah patung kayu Mesir yang berasal dari tahun 2457 S.M yang menggambarkan seorang pendeta yang sedang membaca. Pada patung tersebut ada lapisan putih yang diukirkan pada mata kiri patung, yang menggambarkan katarak.

Kata katarak berasal dari bahasa Latin ‘cataracta’, yang artinya air terjun. Sebutan itu diberikan karena mata penderita katarak berwarna putih kelabu seperti air terjun yang mengalir deras. 

Operasi katarak juga diketahui sebagai operasi tertua di dunia. Beberapa ukiran pada dinding kuil dan makam raja-raja kuno Mesir menggambarkan alat-alat yang dipakai dalam operasi katarak. Catatan detail mengenai prosedur operasi katarak sendiri terrekam sejarah sejak abad ke 5 SM. Sebuah jurnal berbahasa Sansekerta yang ditulis oleh Maharesi Sushutra, ahli bedah India kuno, menjelaskan mengenai operasi katarak dengan teknik couching.

Teknik itu adalah mengoperasi katarak dengan memindahkan lensa mata yang terkena katarak ke lokasi ke posisi lain. Teknik ini bisa membuat pasien kembali melihat, namun pandangan tetap buram karena posisi lensa mata yang salah. 

Selain itu, prosedur ini juga pernah dilakukan di Cina pada abad ke 2 SM. Sedangkan dunia Barat menerapkan teknik ini pada tahun 29 SM, seperti disebutkan oleh Aulus Cornelius Celsus dalam tulisan De Medicinae. 

Meski demikian, prosedur ini dinilai berbahaya dan tidak berhasil menyembuhkan katarak. Sebaliknya, metode ini menimbulkan berbagai komplikasi dan, pada beberapa kasus, justru menimbulkan kebutaan permanen.

Baru pada abad ke 10 Masehi, mulai ditemukan cara yang lebih aman dalam operasi katarak. Seorang dokter Persia bernama Muhammad bin Zakariya al-Razi mengaplikasikan teknik operasi katarak melalui penyedotan katarak. Ia menggunakan jarum suntik berongga untuk menghisap katarak. Al-Razi menyebutkan bahwa jarum itu sendiri sudah ditemukan sejak abad ke 2 Masehi oleh dokter Yunani, Anthyllus.

back to top