Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Sejarah operasi katarak

Sejarah operasi katarak

Sub Judul

KoPi | Katarak merupakan salah satu penyakit tertua di dunia. Bukti adanya penyakit tersebut tergambarkan pada sebuah patung kayu Mesir yang berasal dari tahun 2457 S.M yang menggambarkan seorang pendeta yang sedang membaca. Pada patung tersebut ada lapisan putih yang diukirkan pada mata kiri patung, yang menggambarkan katarak.

Kata katarak berasal dari bahasa Latin ‘cataracta’, yang artinya air terjun. Sebutan itu diberikan karena mata penderita katarak berwarna putih kelabu seperti air terjun yang mengalir deras. 

Operasi katarak juga diketahui sebagai operasi tertua di dunia. Beberapa ukiran pada dinding kuil dan makam raja-raja kuno Mesir menggambarkan alat-alat yang dipakai dalam operasi katarak. Catatan detail mengenai prosedur operasi katarak sendiri terrekam sejarah sejak abad ke 5 SM. Sebuah jurnal berbahasa Sansekerta yang ditulis oleh Maharesi Sushutra, ahli bedah India kuno, menjelaskan mengenai operasi katarak dengan teknik couching.

Teknik itu adalah mengoperasi katarak dengan memindahkan lensa mata yang terkena katarak ke lokasi ke posisi lain. Teknik ini bisa membuat pasien kembali melihat, namun pandangan tetap buram karena posisi lensa mata yang salah. 

Selain itu, prosedur ini juga pernah dilakukan di Cina pada abad ke 2 SM. Sedangkan dunia Barat menerapkan teknik ini pada tahun 29 SM, seperti disebutkan oleh Aulus Cornelius Celsus dalam tulisan De Medicinae. 

Meski demikian, prosedur ini dinilai berbahaya dan tidak berhasil menyembuhkan katarak. Sebaliknya, metode ini menimbulkan berbagai komplikasi dan, pada beberapa kasus, justru menimbulkan kebutaan permanen.

Baru pada abad ke 10 Masehi, mulai ditemukan cara yang lebih aman dalam operasi katarak. Seorang dokter Persia bernama Muhammad bin Zakariya al-Razi mengaplikasikan teknik operasi katarak melalui penyedotan katarak. Ia menggunakan jarum suntik berongga untuk menghisap katarak. Al-Razi menyebutkan bahwa jarum itu sendiri sudah ditemukan sejak abad ke 2 Masehi oleh dokter Yunani, Anthyllus.

back to top