Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Ramos tewas setelah makan tomat rekayasa genetik

Ramos tewas setelah makan tomat rekayasa genetik

Madrid-KoPi| Dokter di Rumah Sakit Carlos III, Spanyol, mengumumkan sebuah kasus pertama kematian manusia akibat mengosumsi makanan yang dimodifikasi secara genetik. Pasien mereka Juan Pedro Ramos (31) meninggal karena anafilaksis setelah makan tomat jenis baru yang mengandung gen ikan dan memicu reaksi alergi yang mematikan.

Kesehatan pemuda itu memburuk dengan cepat setelah ia menderita reaksi alergi di atas. Semua obat yang digunakan untuk menahan rasa sakit dengan anafilaksis sepenuhnya tidak efisien. Tim ahli memastikan bahwa tomat yang dimodifikasi secara genetik adalah penyebab reaksi alergi yang menyebabkan kematiannya.

Sejumlah gejala mulai muncul, termasuk ruam gatal-gatal pedih ,terjadi pembengkakan serius pada tenggorokan dan menurunnya tekanan darah secara drastis. Suntikan epinefrin tampaknya tidak efektif.

Tim medis dan ahli forensik di rumah sakit Carlos III harus melakukan serangkaian uji coba dan analisis sebelum mereka menentukan apa yang menyebabkan Ramos meninggal karena reaksi alergi terhadap makanan laut. Padahal semua yang ia makan sebelum kematiannya adalah daging , selada dan sandwich tomat dengan cola diet. Mereka heran ketika mereka menemukan bahwa tomat yang ia makan, tidak hanya berisi beberapa alergen ikan.

"Awalnya kami berpikir bahwa ada beberapa bentuk kontaminasi makanan, dari kontak dengan ikan atau makanan laut " jelas Dr Rafael Pérez-Santamarina.

"Kita uji sendiri tomat itu dan kita menemukan beberapa alergen yang biasanya ditemukan dalam makanan laut. Kami melakukan banyak analisis yang berbeda dan semuanya menegaskan bahwa tomat itu memang sumber alergen yang menewaskan Ramos. "

Kasus kematian Ramos tercatat sebagai kasus pertama yang berhubungan dengan makanan yang dimodifikasi secara genetik. Ini bertentangan dengan kebanyakan studi tentang GMO (Genetically Modification food) yang menyimpulkan bahwa tanaman rekayasa genetika yang saat ini ada di pasar benar-benar aman untuk dimakan.

Sebuah tim yang dipimpin oleh ilmuwan University of Nebraska telah mengantisipasi masalah seperti ini pada tahun 1996, ketika mereka menemukan protein kacang Brazil diyakini meningkatkan kualitas gizi kedelai hasil rekayasa genetika, mampu merangsang reaksi alergi pada orang dengan alergi kacang Brasil. Namun, semua itu dihentikan oleh para ilmuwan. Kedelai disuntik dengan gen kacang Brasil memang ditinggalkan selama pengembangan.

Tetapi tampaknya tomat hasil rekayasa genetika yang menyebabkan kematian Ramos 'belum melalui pengujian yang cukup dan risiko mematikannya belum teridentifikasi sebelum dipasarkan.

Menyusul kematian Ramos, pemerintah Spanyol memerintahkan menarik 7000 ton tomat asal Portugis dari pasaran.| worldnewsdailyreport.com|MNC| 

back to top