Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Pria ini temukan vasektomi yang bisa dikontrol

Pria ini temukan vasektomi yang bisa dikontrol
KoPi| Biasanya, orang yang melakukan kontrasepsi dengan metode vasektomi akan tidak bisa lagi menghamili wanita. Namun, di masa depan, tidak lagi demikian. Suatu saat, pria yang menjalani operasi vasektomi akan bisa mengatur kapan sel sperma mereka dapat mengalir.
 

Adalah tukang kayu asal Jerman, Clemens Bimek, yang menemukan metode kontrasepsi pria yang bisa mengatur kapan sel sperma mereka dapat mengalir, hanya dengan sentuhan tombol. Alat yang diberi nama Bimek SLV tersebut berukuran kecil, hanya sebesar permen jelly. Melalui operasi kecil, alat tersebut diimplan dan dipasang di saluran sperma. Alat itu juga memiliki semacam keran yang bisa dibuka dan ditutup dengan tombol yang dipasang di bagian skrotum.

Saat keran tersebut ditutup, alat itu akan mengalihkan aliran sel sperma, mencegahnya memasuki air mani. Cara ini membuat pria tetap steril meski sedang berejakulasi.

Bimek menyatakan, prosedur ini mirip dengan vasektomi. Bedanya, vasektomi tidak bisa dibalik dan harus melalui operasi kecil yang rumit. Namun, dengan alat ini, prosedurnya dapat dibalik hanya dengan sentuhan tombol, sehingga pria bisa kembali subur.

Majalah Jerman Spiegel menulis, Bimek mendapat ide ini pada 20 tahun lalu, ketika menonton acara dokumenter mengenai kontrasepsi. Lalu, pada tahun 2000, ia mengajukan hak paten atas penemuannya.

"Banyak dokter yang saya ajak konsultasi tak menghiraukan saya. Tapi ada juga yang mendukung dan mendorong saya untuk melanjutkan upaya saya, serta membantu dengan pengetahuan mereka," ungkap Bimek pada Spiegel, seperti dilansir Huffington Post.

Sejauh ini, Bimek baru menguji alat ini pada dirinya dan staf marketingnya. Bimek berharap tahun ini bisa mencoba mengimplankan alat ini pada 25 orang pria. Targetnya, produk final alat ini bisa dipasarkan pada tahun 2018. |Huffington Post|

back to top