Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Perempuan yang menyusui, terhindar dari depresi

Perempuan yang menyusui, terhindar dari depresi

London-KoPi- Sebuah penelitian baru terhadap 10.000 ibu menunjukkan bahwa para wanita yang menyusui bayi, dengan signifikan resiko depresi setelah mereka pasca masa melahirkan lebih rendah dari pada yang tidak menyusui.

Penelitian tersebut, dilakukan oleh ilmuwan Inggris dan Spanyol, diterbitkan dalam jurnal Inggris yang bernama Maternal and Child Health.

Depresi tersebut juga diteliti 2 kali selama mengandung, sehingga para peneliti dapat memiliki data kondisi ibu sebelum melahirkan.

Penelitian menunjukkan bahwa para ibu yang memilih untuk menyusui 50% hampir tidak mengalami depresi dari pada para ibu yang tidak.

Menurut para peneliti, hubungan antara menyusui dan depresi biasanya diketahui setelah sang bayi berumur 8 minggu.

“Menyusui sangat bermanfaat sang bayi, utamanya dalam kesehatan fisik perkembangan kognitif sang bayi,” ketua tim peneliti Maria Lacovou dari Cambridge University menjelaskan. “Penelitian menunjukkan bahwa menyusui juga bermanfaat bagi kesehatan mental sang ibu,” tambahnya.

Para ahli juga mengatakan bahwa, dampak dari kesehatan mental ibu berdampak bagi bayinya, karena penelitian sebelumnya mengatakan bahwa depresi mempunyai dampak negatif dalam beberapa aspek perkembangan anak.

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top