Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Perempuan yang menyusui, terhindar dari depresi

Perempuan yang menyusui, terhindar dari depresi

London-KoPi- Sebuah penelitian baru terhadap 10.000 ibu menunjukkan bahwa para wanita yang menyusui bayi, dengan signifikan resiko depresi setelah mereka pasca masa melahirkan lebih rendah dari pada yang tidak menyusui.

Penelitian tersebut, dilakukan oleh ilmuwan Inggris dan Spanyol, diterbitkan dalam jurnal Inggris yang bernama Maternal and Child Health.

Depresi tersebut juga diteliti 2 kali selama mengandung, sehingga para peneliti dapat memiliki data kondisi ibu sebelum melahirkan.

Penelitian menunjukkan bahwa para ibu yang memilih untuk menyusui 50% hampir tidak mengalami depresi dari pada para ibu yang tidak.

Menurut para peneliti, hubungan antara menyusui dan depresi biasanya diketahui setelah sang bayi berumur 8 minggu.

“Menyusui sangat bermanfaat sang bayi, utamanya dalam kesehatan fisik perkembangan kognitif sang bayi,” ketua tim peneliti Maria Lacovou dari Cambridge University menjelaskan. “Penelitian menunjukkan bahwa menyusui juga bermanfaat bagi kesehatan mental sang ibu,” tambahnya.

Para ahli juga mengatakan bahwa, dampak dari kesehatan mental ibu berdampak bagi bayinya, karena penelitian sebelumnya mengatakan bahwa depresi mempunyai dampak negatif dalam beberapa aspek perkembangan anak.

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top