Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Perempuan yang menyusui, terhindar dari depresi

Perempuan yang menyusui, terhindar dari depresi

London-KoPi- Sebuah penelitian baru terhadap 10.000 ibu menunjukkan bahwa para wanita yang menyusui bayi, dengan signifikan resiko depresi setelah mereka pasca masa melahirkan lebih rendah dari pada yang tidak menyusui.

Penelitian tersebut, dilakukan oleh ilmuwan Inggris dan Spanyol, diterbitkan dalam jurnal Inggris yang bernama Maternal and Child Health.

Depresi tersebut juga diteliti 2 kali selama mengandung, sehingga para peneliti dapat memiliki data kondisi ibu sebelum melahirkan.

Penelitian menunjukkan bahwa para ibu yang memilih untuk menyusui 50% hampir tidak mengalami depresi dari pada para ibu yang tidak.

Menurut para peneliti, hubungan antara menyusui dan depresi biasanya diketahui setelah sang bayi berumur 8 minggu.

“Menyusui sangat bermanfaat sang bayi, utamanya dalam kesehatan fisik perkembangan kognitif sang bayi,” ketua tim peneliti Maria Lacovou dari Cambridge University menjelaskan. “Penelitian menunjukkan bahwa menyusui juga bermanfaat bagi kesehatan mental sang ibu,” tambahnya.

Para ahli juga mengatakan bahwa, dampak dari kesehatan mental ibu berdampak bagi bayinya, karena penelitian sebelumnya mengatakan bahwa depresi mempunyai dampak negatif dalam beberapa aspek perkembangan anak.

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top