Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Penyebab gangguan pendengaran di usia lanjut

Penyebab gangguan pendengaran di usia lanjut
Newcastle-KoPi- Penyakit anak umum misalnya tonsilitis dan infeksi telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran di kemudian hari, menurut hasil dari sebuah penelitian. 

Di Newcastle ribuan keluarga dengan jumlah bayi lahir sekitar 1.142 dari tahun 1947 sampai sekarang, diukur kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangannya sebagai bahan penelitian . 

Seperempat dari peserta yang sekarang berusia 60-an, pendengaran mereka diuji dan hasilnya menunjukkan mereka yang memiliki infeksi ketika masih anak-anak dan mengalami gangguan pendengaran. 

Dr. Mark Pearce yang memimpin penelitian di Institut Kesehatan dan Masyarakat di Newcastle University mengatakan: "Temuan kami menunjukkan bahwa mereka yang menderita infeksi ketika masih anak-anak lebih mungkin mengalami gangguan pendengaran saat usia 60-an. 

Mengurangi tingkat infeksi masa kanak-kanak dapat membantu mencegah gangguan pendengaran di kemudian hari. 

"Studi ini menunjukkan pentingnya kelahiran Kohort Newcastel, dengan penelitian awalnya berfokus pada infeksi masa kanak-kanak. Penelitian ini sudah berusia hampir 70 tahun dan terus memberikan kontribusi besar untuk memahami kondisi kesehatan yang mungkin melalui kontribusi lanjutan dari anggota kelompok. "

Tonsilitis, infeksi telinga, dan beberapa penyakit bronkitis lainnya terjadi pada tahun pertama kehidupan atau pada usia anak-anak terkait dengan kondisi mereka. 

Dr. Ralph Holme, Kepala Penelitian Biomedical Aksi Gangguan Pendengaran mengatakan, "Gangguan pendengaran mempengaruhi sebanyak satu dari enam orang di Inggris dan sering dilihat sebagai tanda lansia. Namun, penelitian menunjukkan bahwa hal ini tidak selalu terjadi. Penyakit di masa kecil bisa memiliki konsekuensi jangka panjang untuk mendengar di kemudian hari".

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

 

 

 

back to top