Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Pemberian ASI oleh ibu yang berkarir

Pemberian ASI oleh ibu yang berkarir

Surabaya-KoPi, Sebagai cairan yang sangat dibutuhkan bayi, pemberian ASI tidak dapat dilepaskan dari bayi. Namun, perkembangan dunia kerja yang menjadikan perempuan, terutama ibu, tidak bisa lepas dari kantor membuat pemberian ASI kepada bayinya terhalang.

Menurut dokter spesialis anak RSIA (Rumah Sakit Ibu dan Anak) Kendangsari yang berlokasi di Jalan Raya Kendangsari 38 Surabaya, dr. Dini Adityarini, SpA hal tersebut bukanlah alasan yang menghambat pemberian ASI oleh ibu kepada bayinya.

“Sekarang, ibu yang bekerja tetap bisa memberikan ASI kepada bayinya. RSIA Kendangsari memberikan penyuluhan berupa cara-caranya.”

Salah satu caranya adalah memerah ASI yang kemudian dimasukkan ke dalam lemari pendingin.

“ASI yang dipompa terlebih dahulu dari ibu, kemudian disimpan di lemari pendingin. ASI disimpan di tempat yang beku, agar bakteri tidak dapat masuk.”

Dengan cara disimpan di lemari pendingin, ASI akan dapat bertahan lama dan dapat diberikan kepada bayi tanpa langsung dari dada sang ibu. Namun sebaiknya masa ASI yang telah disimpan di lemari pendingin tidaklah terlalu lama.

“Asi yang lebih dari 96 jam akan mengalami penurunan kandungan sel darah putih, namun masih lebih bagus daripada kualitas susu formula.”

Selain hal tersebut, faktor kebijakan pemerintah juga mempengaruhi kesempatan ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya. 

“Di Surabaya, ada peraturan dari Walikota yang menyatakan bahwa setiap institusi meberikan waktu kepada ibu agar selama kerja dapat memerah ASI-nya untuk kebutuhan bayi.”

Sang ibu-pun tidak perlu khawatir untuk mengantarkan ASI-nya kepada bayinya. Selain keluarga yang dinilai dapat membantu, saat ini juga muncul bisnis baru yang menawarkan jasa mengantarkan ASI kepada bayinya di rumah.

 

Reporter: Yogi Ishabib - Yudho NP

back to top