Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pemberian ASI oleh ibu yang berkarir

Pemberian ASI oleh ibu yang berkarir

Surabaya-KoPi, Sebagai cairan yang sangat dibutuhkan bayi, pemberian ASI tidak dapat dilepaskan dari bayi. Namun, perkembangan dunia kerja yang menjadikan perempuan, terutama ibu, tidak bisa lepas dari kantor membuat pemberian ASI kepada bayinya terhalang.

Menurut dokter spesialis anak RSIA (Rumah Sakit Ibu dan Anak) Kendangsari yang berlokasi di Jalan Raya Kendangsari 38 Surabaya, dr. Dini Adityarini, SpA hal tersebut bukanlah alasan yang menghambat pemberian ASI oleh ibu kepada bayinya.

“Sekarang, ibu yang bekerja tetap bisa memberikan ASI kepada bayinya. RSIA Kendangsari memberikan penyuluhan berupa cara-caranya.”

Salah satu caranya adalah memerah ASI yang kemudian dimasukkan ke dalam lemari pendingin.

“ASI yang dipompa terlebih dahulu dari ibu, kemudian disimpan di lemari pendingin. ASI disimpan di tempat yang beku, agar bakteri tidak dapat masuk.”

Dengan cara disimpan di lemari pendingin, ASI akan dapat bertahan lama dan dapat diberikan kepada bayi tanpa langsung dari dada sang ibu. Namun sebaiknya masa ASI yang telah disimpan di lemari pendingin tidaklah terlalu lama.

“Asi yang lebih dari 96 jam akan mengalami penurunan kandungan sel darah putih, namun masih lebih bagus daripada kualitas susu formula.”

Selain hal tersebut, faktor kebijakan pemerintah juga mempengaruhi kesempatan ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya. 

“Di Surabaya, ada peraturan dari Walikota yang menyatakan bahwa setiap institusi meberikan waktu kepada ibu agar selama kerja dapat memerah ASI-nya untuk kebutuhan bayi.”

Sang ibu-pun tidak perlu khawatir untuk mengantarkan ASI-nya kepada bayinya. Selain keluarga yang dinilai dapat membantu, saat ini juga muncul bisnis baru yang menawarkan jasa mengantarkan ASI kepada bayinya di rumah.

 

Reporter: Yogi Ishabib - Yudho NP

back to top