Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pemberian ASI di Indonesia masih rendah

Pemberian ASI di Indonesia masih rendah

Surabaya-KoPi, Pemberian ASI kepada bayi di Indonesia ternyata masih rendah, berada di bawah target dari UNICEF. Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Dini Adityarini, Spa, dokter spesialis anak Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari.

“Di Indonesia, ibu yang memberikan ASI kepada bayinya masih pada kisaran angka 20% dimana target dari UNICEF adalah 50%.”

WHO sebagai organisasi kesehatan dunia memberikan anjuran bagi ibu agar memberikan ASI selama dua tahun atau lebih. Bayi berusia 0-6 bulan diharapkan mendapatkan ASI eksklusif. Maksud dari ASI eksklusif adalah hanya memberikan ASI kepada bayi, tanpa makanan maupun minuman (air putih, susu formula, pisang atau makanan dan minuman lainnya).

“Tidak ada yang buruk (baik pemberian ASI eksklusif maupun pemberian ASI selama lebih dari dua tahun), malah bisa memperkuat bounding antara ibu dan anak”, tutur dr. Dini saat ditemui di Rumah Sakit Ibu dan Anak di Jalan Raya Kendangsari 38 Surabaya.

Berbagai macam faktor mempengaruhi rendahnya angka pemberian ASI di Indonesia. Salah satu faktornya adalah pengetahuan ibu tentang pentingnya kandungan yang ada di ASI. Pasokan informasi mengenai pentingnya pemberian ASI kepada bayi merupakan penyebabnya.

“Perlakuan untuk meningkatkan presentase ibu yang memberikan ASI masih sangat kurang.”

 

Reporter: Yogi Ishabib dan Yudho NP

 

back to top