Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Pemberian ASI di Indonesia masih rendah

Pemberian ASI di Indonesia masih rendah

Surabaya-KoPi, Pemberian ASI kepada bayi di Indonesia ternyata masih rendah, berada di bawah target dari UNICEF. Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Dini Adityarini, Spa, dokter spesialis anak Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari.

“Di Indonesia, ibu yang memberikan ASI kepada bayinya masih pada kisaran angka 20% dimana target dari UNICEF adalah 50%.”

WHO sebagai organisasi kesehatan dunia memberikan anjuran bagi ibu agar memberikan ASI selama dua tahun atau lebih. Bayi berusia 0-6 bulan diharapkan mendapatkan ASI eksklusif. Maksud dari ASI eksklusif adalah hanya memberikan ASI kepada bayi, tanpa makanan maupun minuman (air putih, susu formula, pisang atau makanan dan minuman lainnya).

“Tidak ada yang buruk (baik pemberian ASI eksklusif maupun pemberian ASI selama lebih dari dua tahun), malah bisa memperkuat bounding antara ibu dan anak”, tutur dr. Dini saat ditemui di Rumah Sakit Ibu dan Anak di Jalan Raya Kendangsari 38 Surabaya.

Berbagai macam faktor mempengaruhi rendahnya angka pemberian ASI di Indonesia. Salah satu faktornya adalah pengetahuan ibu tentang pentingnya kandungan yang ada di ASI. Pasokan informasi mengenai pentingnya pemberian ASI kepada bayi merupakan penyebabnya.

“Perlakuan untuk meningkatkan presentase ibu yang memberikan ASI masih sangat kurang.”

 

Reporter: Yogi Ishabib dan Yudho NP

 

back to top