Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Pemberian ASI di Indonesia masih rendah

Pemberian ASI di Indonesia masih rendah

Surabaya-KoPi, Pemberian ASI kepada bayi di Indonesia ternyata masih rendah, berada di bawah target dari UNICEF. Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Dini Adityarini, Spa, dokter spesialis anak Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari.

“Di Indonesia, ibu yang memberikan ASI kepada bayinya masih pada kisaran angka 20% dimana target dari UNICEF adalah 50%.”

WHO sebagai organisasi kesehatan dunia memberikan anjuran bagi ibu agar memberikan ASI selama dua tahun atau lebih. Bayi berusia 0-6 bulan diharapkan mendapatkan ASI eksklusif. Maksud dari ASI eksklusif adalah hanya memberikan ASI kepada bayi, tanpa makanan maupun minuman (air putih, susu formula, pisang atau makanan dan minuman lainnya).

“Tidak ada yang buruk (baik pemberian ASI eksklusif maupun pemberian ASI selama lebih dari dua tahun), malah bisa memperkuat bounding antara ibu dan anak”, tutur dr. Dini saat ditemui di Rumah Sakit Ibu dan Anak di Jalan Raya Kendangsari 38 Surabaya.

Berbagai macam faktor mempengaruhi rendahnya angka pemberian ASI di Indonesia. Salah satu faktornya adalah pengetahuan ibu tentang pentingnya kandungan yang ada di ASI. Pasokan informasi mengenai pentingnya pemberian ASI kepada bayi merupakan penyebabnya.

“Perlakuan untuk meningkatkan presentase ibu yang memberikan ASI masih sangat kurang.”

 

Reporter: Yogi Ishabib dan Yudho NP

 

back to top