Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Orang sehat, dapurnya bersih

Orang sehat, dapurnya bersih

Washington-KoPi| Memperhatikan bahan bakar memasak dan ventilasi dapur agar menjadi lebih baik dapat mengurangi risiko terkena penyakit paru-paru, menurut para peneliti China saat melakukan penelitian sekitar 4 tahun lalu (25/3/2014).

Penelitian tersebut dipimpin oleh Pixin Ran dari Guanzhou Medical University China, diikuti 996 orang desa dari Cina selatan selama sembilan tahun untuk meneliti efek dari bahan bakar yang bersih dan ventilasi dapur yang lebih baik terhadap fungsi paru-paru dan penyakit yang ditimbulkan.

Menurut para peneliti, sekitar tiga miliar orang di seluruh dunia menghangatkan rumah mereka dan memasak dengan membakar biomassa seperti kayu atau kotoran hewan, sehingga menyebabkan lebih dari satu juta kematian per tahun akibat penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Dalam penelitian ini, para peneliti yang mengusulkan kepada hampir 1.000 peserta dari 12 desa untuk mrnggunakan biogas, bahan bakar bersih yang mudah terbakar yang terbuat dari kompos dan menjadi ventilasi dapur leibh baik.

Para peserta memberikan rincian tentang gaya hidup mereka dan fungsi paru-parunya yang telah diukur baik ketika awal penelitian dan pada akhir penelitian, sembilan tahun kemudian. Beberapa juga diwawancarai dan diperiksa tiga atau enam tahun kemudian ketika penelitian telah dimulai.

Para peneliti juga menguji kualitas udara dalam ruangan rumah peserta secara acak.

Dibandingkan dengan mereka yang memilih untuk tidak mengubah bahan bakar atau ventilasi dapurnya, peserta yang menggunakan biogas dan meningkatkan ventilasi dapurnya fungsi paru-parunya tetap baik walaupun sudah semakin lanjut usia, para peneliti menemukan.

Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal PLoS Medicine Amerika Serikat. |Xinhuanet|Fahrurrazi|

back to top