Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Operasi berat badan sebabkan depresi

Operasi berat badan sebabkan depresi
USA-KoPi- Kebanyakan orang berlebihan berat badan yang melakukan operasi penurunan berat badan akan merasa senang dan percaya diri, akan tetapi beberapa dari mereka merasakan sebaliknya setelah pasca operasi, penelitian baru menemukan. 

Penelitian ini melibatkan 94 wanita dan 13 pria yang diwawancarai tentang suasana hati mereka sebelum menjalani operasi penurunan berat badan dan setelah melakukan prosedur operasi dalam jangka waktu 6 sampai 12 bulan. 

Penelitian mengatakan kebanyakan orang memiliki suasana hati yang normal atau membaik setelah operasi penurunan berat badan, tetapi beberapa dari mereka mengatakan terdapat perubahan suasana hati yang negatif.

Dalam jangka waktu 12 bulan setelah operasi, hampir 4 % dari pasien mengatakan mereka merasa lebih tertekan dibandingkan sebelum operasi, para peneliti menemukan. 

Bahkan lebih banyak lagi sekitar 13 % dari seluruh pasien yang melakukan operasi di USA melaporkan adanya peningkatan gejala depresi antara 6 sampai 12 bulan setelah operasi penurunan berat badan dilakukan, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Obesity Surgery. 

Terdapat hubungan yang signifikan antara perubahan mood negatif dengan harga diri dan fungsi sosial setelah melakukan operasi, penulis penelitian melaporkan. 

Temuan menunjukkan bahwa antara 6 sampai 12 bulan setelah operasi penurunan berat badan dapat menjadi periode penting untuk deteksi dini dan pengobatan depresi pada pasien, Valentina Ivezaj dan Carlos Grilo dari Yale University School of Medicine mengatakan dalam sebuah rilis berita jurnal. 

Ivezaj dan Grilo menunjukkan bahwa tingkat gejala yang dilaporkan adalah mereka yang memiliki  gangguan mood ringan. Mereka menambahkan, itu penting untuk melihat apakah gejala ini dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien selama masa pasca operasi.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.health.com

 

back to top