Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Obat anti keriput, penyembuh kanker perut

Obat anti keriput, penyembuh kanker perut

Washington-KoPi- Botox, penghilang keriput yang terkenal, bisa menjadi obat yang efektif untuk menyembuhkan kanker perut, sebuah penelitian baru mengatakan.

Penemuan tersebut diterbitkan dalam jurnal Science Translational Medicine, menunjukkan bahwa obat tersebut memperlambat perkembangan kanker dan menghilangkan sinyal-sinyal yang dikirim oleh urat yang berhubungan dengan sel batang kanker.

Para peneliti sejauh ini telah melakukan percobaan kepada tikus, dan sebentar lagi akan melakukan percobaan kepada manusia.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa urat-urat tersebut mengontrol sel batang kanker,” kata ketua tim peneliti Duan Chen, professor dari Norwegian University of Science dan Technology dan Timothy Wang, professor dari Columbia University.

“Kami menemukan bahwa dengan menghilangkan dampak dari urat tersebut, sel batang pada kanker menjadi hilang, sehingga bisa menyembuhkan dan mencegah kanker,” kata Chen.

“Penemuan bahwa Botox bisa secara efektif menyembuhkan kanker sangat mengejutkan,” imbuh Chen.

Botox dibuat dari toksin yang diproduksi oleh bacterium clostridium botulinum dan di kenal oleh masyarakat sebagai perawatan kecantikan, tapi juga bisa dijadikan sebagai obat penyembuh penyakit lain.

“Kami yakin bahwa penemuan ini adalah penyembuhan yang baik karena bisa digunakan di daerah mana pun dan langsung menarget sel batang kanker. Botox tersebut bisa disuntikkan melalui gastroscopy dan hanya membutuhkan pasien tinggal di rumah sakit beberapa jam saja.” Imbuh Chen.


(Fahrurrazi)

back to top