Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Minuman keras beresiko tinggi pada wanita

foxnews.com foxnews.com

California-Kopi│Penelitian yang dilaporkan melalui  The New England Journal of Medicine menyatakan bahwa lebih dari 20 persen  perempuan mengkonsumsi minuman keras sehari satu gelas berakibat tingginya tingkat resiko mendapatkan cedera dan 'kekerasan'.

Resiko perempuan meningkat lebih cepat sampai dua kali lipat dibandingkan dengan saat tidak minum. Sebuah standar "minum" biasanya setiap jumlah yang berisi 14 gram alkohol murni. Yang  sama artinya 12 ons bir mengandung 5 persen alkohol, lima ons anggur dengan 12 persen alkohol atau 1,5 ons minuman keras yang mengandung 40 persen alkohol, demikian seperti di kutip dari Foxnews.com (1/12).

Penelitian ini mengamati data dari 13.119 pria dan wanita, usia 18 ke atas yang tengah dirawat di 37  UGD yang enam jam sebelumnya telah menenggak minuman keras.

Data tersebut termasuk informasi dari delapan negara (Argentina, Belarus, Brazil, Republik Ceko, India, Meksiko, Selandia Baru dan Swedia) dari sebuah studi 2001-2002 World Health Organization. Para penulis juga menambahkan data yang 2006-2009 dari 10 negara (Swiss, Irlandia, Cina dan Korea, Republik Dominika, Guatemala, Guyana, Nikaragua, Panama, dan Kanada) .

Kekerasan menjadi masalah di negara-negara maju di mana minum(alkolhol) menjadi hal biasa, seperti halnya makanan dan kurangnya norma. Sehingga yang dimaksud 'minum' lebih cenderung berpesta minum-minuman keras secara berlebihan/over.

Perempuan mungkin lebih cenderung memiliki resiko 'cidera' ketimbang pria. Penelitian tidak membandingkan pria dan resiko perempuan dengan kekerasan, tetapi kekerasan yang melibatkan pertengkaran dua kali lebih mungkin sebagai kecelakaan lalu lintas dan hampir dua kali lebih mungkin sebagai kecelakan akibat jatuh yang disebabkan ketidaksadaran efek dari kadar alkhohol. │Foxews.com│JokoRaharjo│

 

back to top