Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kunci hidup sehat: Sarapan tepat!

Kunci hidup sehat: Sarapan tepat!
KoPi | Banyak ahli sependapat bahwa sarapan sangat penting bagi kesehatan. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa sarapan merupakan saat paling kritis bagi orang usia 50 dan 60-an. Para ahli meyakini sarapan yang tepat dapat membantu mencegah dan mengatur diabetes.
 

Porsi dan waktu sarapan diyakini berpengaruh pada pengaturan gula darah sepanjang hari. Sedangkan melewatkan waktu sarapan diyakini akan mengacaukan kondisi gula darah dan meningkatkan resiko diabetes. Melewatkan waktu sarapan dianggap sebagai pemicu diabetes tipe-2.

Salah satu bukti terbaru yang mendukung klaim tersebut adalah penelitian besar-besaran yang dilakukan oleh peneliti Jepang. Mereka mengikuti dan menelusuri pola makan 5000 orang paruh baya selama hampir 10 tahun dan berkesimpulan bahwa mereka yang terbiasa tidak sarapan dua kali lebih mudah terkena diabetes.

Lebih menarik lagi, mereka juga menemukan bahwa orang yang melewatkan sarapan biasanya juga merupakan perokok, tidak suka sayur dan buah, serta gemar minum alkohol dan minuman manis. Meski demikian, resiko diabetes sama sekali tidak terkait gaya hidup tersebut. Justru melewatkan waktu sarapan menjadi faktor penting.

Selain itu, ada juga penelitian lain yang menunjukkan bagaimana porsi sarapan juga berpengaruh pada resiko diabetes. Sebuah studi pada tahun 2015 menunjukkan kebiasaan orang Amerika yang sarapan ringan lalu dilanjutkan dengan makan malam dalam porsi besar sangat buruk dalam mengontrol gula darah.

Para peneliti dari Tel Aviv University meneliti sekelompok penderita diabetes selama dua minggu. Pada minggu pertama mereka diminta sarapan dalam porsi besar (700 kalori) dan mengambil porsi kecil saat makan malam (200 kalori). Pada minggu ke dua, pola tersebut dibalik.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa sarapan dengan kalori besar dan makan malam dengan kalori kecil mampu mengurangi tingkat glukosa dalam darah. Waktu sarapan adalah saat di mana respon glukosa pada makanan sangat rendah. Sedangkan waktu makan malam adalah saat di mana level glukosa pada puncaknya karena makanan yang kita asup sebelumnya. Artinya, sarapan adalah waktu di mana tubuh dapat memproses kalori dengan lebih baik. | The Huffington Post

 

back to top