Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Kunci hidup sehat: Sarapan tepat!

Kunci hidup sehat: Sarapan tepat!
KoPi | Banyak ahli sependapat bahwa sarapan sangat penting bagi kesehatan. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa sarapan merupakan saat paling kritis bagi orang usia 50 dan 60-an. Para ahli meyakini sarapan yang tepat dapat membantu mencegah dan mengatur diabetes.
 

Porsi dan waktu sarapan diyakini berpengaruh pada pengaturan gula darah sepanjang hari. Sedangkan melewatkan waktu sarapan diyakini akan mengacaukan kondisi gula darah dan meningkatkan resiko diabetes. Melewatkan waktu sarapan dianggap sebagai pemicu diabetes tipe-2.

Salah satu bukti terbaru yang mendukung klaim tersebut adalah penelitian besar-besaran yang dilakukan oleh peneliti Jepang. Mereka mengikuti dan menelusuri pola makan 5000 orang paruh baya selama hampir 10 tahun dan berkesimpulan bahwa mereka yang terbiasa tidak sarapan dua kali lebih mudah terkena diabetes.

Lebih menarik lagi, mereka juga menemukan bahwa orang yang melewatkan sarapan biasanya juga merupakan perokok, tidak suka sayur dan buah, serta gemar minum alkohol dan minuman manis. Meski demikian, resiko diabetes sama sekali tidak terkait gaya hidup tersebut. Justru melewatkan waktu sarapan menjadi faktor penting.

Selain itu, ada juga penelitian lain yang menunjukkan bagaimana porsi sarapan juga berpengaruh pada resiko diabetes. Sebuah studi pada tahun 2015 menunjukkan kebiasaan orang Amerika yang sarapan ringan lalu dilanjutkan dengan makan malam dalam porsi besar sangat buruk dalam mengontrol gula darah.

Para peneliti dari Tel Aviv University meneliti sekelompok penderita diabetes selama dua minggu. Pada minggu pertama mereka diminta sarapan dalam porsi besar (700 kalori) dan mengambil porsi kecil saat makan malam (200 kalori). Pada minggu ke dua, pola tersebut dibalik.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa sarapan dengan kalori besar dan makan malam dengan kalori kecil mampu mengurangi tingkat glukosa dalam darah. Waktu sarapan adalah saat di mana respon glukosa pada makanan sangat rendah. Sedangkan waktu makan malam adalah saat di mana level glukosa pada puncaknya karena makanan yang kita asup sebelumnya. Artinya, sarapan adalah waktu di mana tubuh dapat memproses kalori dengan lebih baik. | The Huffington Post

 

back to top