Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kunci hidup sehat: Sarapan tepat!

Kunci hidup sehat: Sarapan tepat!
KoPi | Banyak ahli sependapat bahwa sarapan sangat penting bagi kesehatan. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa sarapan merupakan saat paling kritis bagi orang usia 50 dan 60-an. Para ahli meyakini sarapan yang tepat dapat membantu mencegah dan mengatur diabetes.
 

Porsi dan waktu sarapan diyakini berpengaruh pada pengaturan gula darah sepanjang hari. Sedangkan melewatkan waktu sarapan diyakini akan mengacaukan kondisi gula darah dan meningkatkan resiko diabetes. Melewatkan waktu sarapan dianggap sebagai pemicu diabetes tipe-2.

Salah satu bukti terbaru yang mendukung klaim tersebut adalah penelitian besar-besaran yang dilakukan oleh peneliti Jepang. Mereka mengikuti dan menelusuri pola makan 5000 orang paruh baya selama hampir 10 tahun dan berkesimpulan bahwa mereka yang terbiasa tidak sarapan dua kali lebih mudah terkena diabetes.

Lebih menarik lagi, mereka juga menemukan bahwa orang yang melewatkan sarapan biasanya juga merupakan perokok, tidak suka sayur dan buah, serta gemar minum alkohol dan minuman manis. Meski demikian, resiko diabetes sama sekali tidak terkait gaya hidup tersebut. Justru melewatkan waktu sarapan menjadi faktor penting.

Selain itu, ada juga penelitian lain yang menunjukkan bagaimana porsi sarapan juga berpengaruh pada resiko diabetes. Sebuah studi pada tahun 2015 menunjukkan kebiasaan orang Amerika yang sarapan ringan lalu dilanjutkan dengan makan malam dalam porsi besar sangat buruk dalam mengontrol gula darah.

Para peneliti dari Tel Aviv University meneliti sekelompok penderita diabetes selama dua minggu. Pada minggu pertama mereka diminta sarapan dalam porsi besar (700 kalori) dan mengambil porsi kecil saat makan malam (200 kalori). Pada minggu ke dua, pola tersebut dibalik.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa sarapan dengan kalori besar dan makan malam dengan kalori kecil mampu mengurangi tingkat glukosa dalam darah. Waktu sarapan adalah saat di mana respon glukosa pada makanan sangat rendah. Sedangkan waktu makan malam adalah saat di mana level glukosa pada puncaknya karena makanan yang kita asup sebelumnya. Artinya, sarapan adalah waktu di mana tubuh dapat memproses kalori dengan lebih baik. | The Huffington Post

 

back to top