Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Kongres Internasional ITCP Ke 11 fokus pada pencegahan penyakit tropis

Kongres Internasional ITCP Ke 11 fokus pada pencegahan penyakit tropis

Sleman-KoPi|International society of Tropical Pediatrics (ISTP) kembali menggelar kongres international tiga tahunan bertajuk The International Congress of Tropical Pediatric (ITCP) ke 11 di Mataram City International Convention Center Yogya dari tanggal 4-7 Agustus 2017.

Selama 4 hari, kongres ini diikuti 539 partisipan ,pembicara nasional dan international yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan dan memiliki fokus pada penyakit negara tropis.

"Jumlah partisipan internasional hingga 539 partisipan, baik mereka itu pembicara atau partisipan. Dan 19 negara termasuk indonesia yang mengikuti kongress ini,"jelas Sri Rezeki,Ketua Kongres ITCP, saat jumpa pers di Hotel Alana,Sabtu (5/8).

Sementara untuk tema yang diangkat pada Kongres kali ini berjudul "Global Challanges Interventions (Prevention ,Control,Elimination and Eradication) To Reduce Neglected Tropical Disease :Improving Quality of New Generatio".

Selama 4 hari pula,Kongress akan membahas strategi pencegahan ,pengendalian, dan Pemberantasan penyakit menular di daerah tropis seperti Vaksinasasi ,Dengue, Malaria ,Zika,Demam,Tifoid, Diare,TBC,Pneumonia ,dan lain-lain?

Ketua Kongres, Sri Rezeki mengungkapkan Anak-anak merupakan salah satu subjek utama dalam pembahasan kongress kali ini. Ia melanjutkan pembahasan penyakit pada anak akan semakin dalam pada kongress ini.

"Kita bukan hanya membahas Penyakitnya, namun juga pencegahan dan pengobatannya,"ucapnya.

Direktur Eksekutif ISTP Lulu Bravo sendiri menggaris bawahi bahwa langkah ISTP terfokus pada pencegahan dan pengobatan penyakit tropis baik itu lewat vaksin atau bukan ,dan terfokus dari subjek bayi sampai orang dewasa.

Lebih lanjut,pihaknya berusahan menekan angka kematian pada penyakit tropis lewat kongress ini. Lewat pemberian vaksin dan konsultasi yang baik ,Ia pun berharap seperti demam berdarah dengue,polio,dan penyakit tropis lainnya dapat dicegah dan disembuhkan.

"Kami juga berusaha mengurangi angka kematian dari anak, dan penyakit orang dewasa. Sehingga kita ingin sampaikan bahwa semua panyakit dapat disembuhkan dan dicegah,"ujar Lulu.

Sementara itu Presiden ISTP,Prof. Fredd Were mengatakan bahwa tidak hanya anak yang menjadi subjek pencegahan penyakit tropis oleh ICTP. Subjek ibu pun menjadi fokus utama dalam langkah pencegahan penyakit.

Kepala Ikatan dokter Anak Indonesia,Aman Bhakti Pulungan pun menimpali bahwa kongress ini sejalan dengan program pemerintah dalam mencegah penyakit tropis di Indonesia khususnya yang menimpa anak-anak.

"Kita ingin belajar dari orang luar tentang pencegahan penyakit dan orang luar belajar juga dari kita ,"pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top