Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Kok botak?!

Kok botak?!
Inggris-KoPi- Diperkirakan 6,5 juta orang laki-laki di Inggris mengalami kebotakan. Tara Long menjelaskan bahwa rambut laki-laki rontok karena terjadi perubahan genetik atau hormon. 

5% dari hormon testosteron pria rusak dan menjadi dihidrotestosteron (DHT) sebagai gantinya. Peningkatan kadar DHT dapat menyebabkan folikel rambut menjadi lebih kecil seiring dengan bertambahnya usia mereka. Kebanyakan pria dengan pengalaman rambut rontok diwariskan melalui gen mereka. Temuan terbaru menunjukkan rambut rontok terjadi karena faktor keturunan ketika seorang pria mulai kehilangan rambutnya sebelum waktunya. 

Sementara beberapa orang tidak peduli tentang kehilangan rambut mereka, orang lain menderita tekanan emosional yang besar karena kurang percaya diri. 

Tetapi tidak perlu khawatir meskipun dalam sejarah keluarga ayah dan kakek botak pada saat mereka mencapai usia 30-an, kebiasaan gaya hiduplah yang mempengaruhi berapa lama rambut akan bertahan. Makan makanan sehat dan bergizi, diet seimbang, tidak merokok, tidur cukup, dan mencoba untuk menghilangkan stres, semua itu dapat membantu menjaga usia rambut bertahan lebih lama. 

Mungkin hal yang paling penting untuk diingat tentang kebotakan adalah jangan malu dan tetap percaya diri dengan melihat kelebihan lainnya. Alih-alih melihat rambut rontok sebagai sesuatu yang harus ditutupi, mengapa tidak melihatnya sebagai tanda telah mencapai kematangan fisik dan sosial.

Irfan Ridlowi

Sumber: huffingtonpost.co.uk

 

 

 

 

back to top