Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Kenali apa itu Ebola

Kenali apa itu Ebola
KoPi- Ebola adalah virus yang parah dengan tingkat kematian hingga 90 persen. Obat atau vaksin untuk menyembuhkan orang yang terinveksi Ebola juga belum di temukan sampai saat ini.

Ini pertama kali muncul di Sudan dan Republik Demokratik Kongo pada tahun 1976, tetapi ada lima jenis terpisah lainnya yang tercatat di Cina dan Filipina, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan. 

Virus ini dapat ditularkan dari hewan ke manusia dan sesama manusia. Ebola dapat ditularkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh, termasuk keringat, orang lain atau hewan yang memiliki penyakit. Setelah terinfeksi, pasien perlu perawatan intensif agar virus tidak berkembang dengan cepat yang menyebabkan kematian. 

Orang-orang di Afrika terinveksi Ebola karena merawat pasien, kontak dengan hewan yang terinfeksi atau kontak langsung dengan mayat ketika mengubur korban. Pria yang pulih dari Ebola masih bisa menularkan virus melalui air mani mereka selama tujuh minggu setelah sembuh. 

Gejala Ebola mirip dengan penyakit lain seperti malaria, tipus, kolera, dan meningitis. Gejalanya seperti  demam mendadak, lemas, nyeri otot, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Selanjutnya diikuti dengan muntah, diare, ruam, gangguan fungsi ginjal dan hati. 

Dalam beberapa kasus perdarahan, darah yang keluar juga berlebihan dan kebanyakan orang yang tertular penyakit itu akan mati. Masa inkubasi dari seseorang yang terinfeksi sampai mereka menunjukkan gejala berjarak 2 sampai 21 hari.

Tanpa adanya vaksinasi atau pengobatan, upaya penanganan Ebola terfokus pada pencegahan dan isolasi. 

Sejauh ini, yang terpenting adalah mendidik orang tentang risiko penularan, pemakaian pelindung seperti masker, dan dengan aman membuang tubuh mereka yang telah terinfeksi. Pengamanan peternakan dan praktek penyembelihan juga merupakan bagian penting atau pencegahan. 

Medecins Sans Frontieres mengatakan penyakit ini bisa membuat rasa takut intens dalam masyarakat, misalnya salah satu anggota keluarga yang terinveksi biasanya diusir dan dibiarkan mati begitu saja. Korban Ebola seharusnya di didik untuk bisa mengurangi rasa takut dan mengajak masyarakat lainnya untuk mengenali bagaimana virus menyebar, sehingga jumlah korban Ebola bisa ditekan ke angka yang lebih kecil.

Irfan. R

Sumber: news.com

 

back to top