Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Kenali apa itu Ebola

Kenali apa itu Ebola
KoPi- Ebola adalah virus yang parah dengan tingkat kematian hingga 90 persen. Obat atau vaksin untuk menyembuhkan orang yang terinveksi Ebola juga belum di temukan sampai saat ini.

Ini pertama kali muncul di Sudan dan Republik Demokratik Kongo pada tahun 1976, tetapi ada lima jenis terpisah lainnya yang tercatat di Cina dan Filipina, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan. 

Virus ini dapat ditularkan dari hewan ke manusia dan sesama manusia. Ebola dapat ditularkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh, termasuk keringat, orang lain atau hewan yang memiliki penyakit. Setelah terinfeksi, pasien perlu perawatan intensif agar virus tidak berkembang dengan cepat yang menyebabkan kematian. 

Orang-orang di Afrika terinveksi Ebola karena merawat pasien, kontak dengan hewan yang terinfeksi atau kontak langsung dengan mayat ketika mengubur korban. Pria yang pulih dari Ebola masih bisa menularkan virus melalui air mani mereka selama tujuh minggu setelah sembuh. 

Gejala Ebola mirip dengan penyakit lain seperti malaria, tipus, kolera, dan meningitis. Gejalanya seperti  demam mendadak, lemas, nyeri otot, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Selanjutnya diikuti dengan muntah, diare, ruam, gangguan fungsi ginjal dan hati. 

Dalam beberapa kasus perdarahan, darah yang keluar juga berlebihan dan kebanyakan orang yang tertular penyakit itu akan mati. Masa inkubasi dari seseorang yang terinfeksi sampai mereka menunjukkan gejala berjarak 2 sampai 21 hari.

Tanpa adanya vaksinasi atau pengobatan, upaya penanganan Ebola terfokus pada pencegahan dan isolasi. 

Sejauh ini, yang terpenting adalah mendidik orang tentang risiko penularan, pemakaian pelindung seperti masker, dan dengan aman membuang tubuh mereka yang telah terinfeksi. Pengamanan peternakan dan praktek penyembelihan juga merupakan bagian penting atau pencegahan. 

Medecins Sans Frontieres mengatakan penyakit ini bisa membuat rasa takut intens dalam masyarakat, misalnya salah satu anggota keluarga yang terinveksi biasanya diusir dan dibiarkan mati begitu saja. Korban Ebola seharusnya di didik untuk bisa mengurangi rasa takut dan mengajak masyarakat lainnya untuk mengenali bagaimana virus menyebar, sehingga jumlah korban Ebola bisa ditekan ke angka yang lebih kecil.

Irfan. R

Sumber: news.com

 

back to top