Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Kanker payudara dan BRA tidak ada hubungannya

Kanker payudara dan BRA tidak ada hubungannya
USA-KoPi- Sebelumnya ada sebuah berita yang mengatakan pemakaian bra dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker payudara pada wanita. Akan tetapi penelitian baru yang didanai US National Cancer Institute yang diterbitkan dalam jurnal Epidemiology Kanker, Biomarkers & Prevention pada 5 September menyangkal adanya tudingan tersebut. 

"Kami tidak menemukan bukti bahwa pemakaian bra dikaitkan dengan kanker payudara," kata Lu Chen seorang penulis dan peneliti di Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle. Dia juga seorang mahasiswa doktoral di epidemiologi di University of Washington School of Public Health. 

Chen memutuskan untuk melihat masalah ini karena laporan media yang mengatakan bahwa bra dapat menghambat sirkulasi getah bening sehingga meningkatkan risiko kanker payudara. 

Tim Chen mengevaluasi lebih dari 1.000 wanita yang terdiagnosis terkena kanker payudara antara tahun 2000 dan 2004 kemudian membandingkannya dengan 469 wanita sehat yang tidak terkena kanker payudara. 

Para peneliti mengumpulkan informasi tentang ukuran cup bra, apakah bra yang mereka kenakan memiliki underwires dan berapa lama setiap hari mereka memakai mereka dan ketika mereka mulai memakai bra.

Perempuan juga mengatakan kepada peneliti tentang riwayat keluarga kanker payudara, tinggi dan berat badan mereka, tingkat pendidikan, ras, pendapatan, apakah mereka menggunakan terapi penggantian hormon dan apakah mereka telah memiliki mammogram baru-baru ini. 

Setelah hasil penelitian ditemukan, Chen mengatakan kebiasaan mengenakan bra tidak ada hubungannya sama sekali dengan kanker payudara. Sebaliknya, wanita aman menggunakan bra.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.health.com

 

back to top