Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Ibu Tidak Peduli, Bayi Meninggal

foto: www.healthieryoumag.com foto: www.healthieryoumag.com

KoPi. Angka kematian bayi masih cukup tinggi. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional melaporkan bahwa terjadi 32 kematian bayi setiap 1000 kelahiran. Bayi memang masih rentan oleh berbagai ancaman, termasuk penyakit. Beberapa kasus menyebutkan bahwa bayi mengalami kematian disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak tepat oleh ibu. Nutrisi yang paling menyelamatkan adalah air susu ibu (ASI).

Menurut riset kesehatan internasional AskDrSears, ASI mengandung nutrisi paling lengkap dan sempurna untuk sistem kekebalan tubuh bayi. Kolostrum merupakan salah satu unsur dari ASI yang keluar setelah melahirkan selama beberapa hari. Bayi-bayi yang tidak mendapatkan asupan kolostrum menjadi tidak kuat. Mereka mudah diserang virus dan bakteri terutama pada sistem pencernaan.

Bayi yang mudah sakit memiliki kemungkinan untuk mengalami kematian. Bayi-bayi semestinya mendapatkan ASI dari para ibu, dari detik pertama lahir sampai periode yang penting. Dokter pakar kesehatan anak, dr. Dini Adityarini, SpA menyatakan bahwa ASI harus diberikan pada buah hati minimal sampai enam (6) bulan.

Namun, seorang ibu muda yang enggan disebut namanya menyatakan kepada KoPi di Surabaya bahwa dirinya ingin memberi ASI namun dia sangat sibuk dengan pekerjaan kantor.

"Bagaimana bisa memberi ASI jika pukul tujuh saya sudah berangkat kantor? Pulang pukul lima, sudah terasa lelah sekali".

Jadi menyusui sangat sulit sekali secara teknis, imbuh ibu mudah yang menjadi pemilik beberap resto terkenal di Surabaya ini.

Dokter Dini membenarkan kondisi tersebut.

"Para ibu terutama di kota besar seringkali tidak bisa memberi ASI karena kesibukan. Juga akibat faktor ketidaktahuan teknis mengambil ASI di sela kesibukannya"

Dokter Dini Adityarini, SpA menyatakan bahwa sangat penting para ibu mengetahui teknis mengambil ASI untuk para bayi mereka. Mungkin tidak sempat menyusui secara langsung namun bisa dilakukan teknik pemerasan. Namun sayangnya para ibu banyak yang tidak tahu teknis atau cara pemerasan yang baik. Terkait kenyataan inilah, dokter Dini sering menyelenggarakan seminar tentang ASI.

*YP

back to top