Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Ibu Tidak Peduli, Bayi Meninggal

foto: www.healthieryoumag.com foto: www.healthieryoumag.com

KoPi. Angka kematian bayi masih cukup tinggi. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional melaporkan bahwa terjadi 32 kematian bayi setiap 1000 kelahiran. Bayi memang masih rentan oleh berbagai ancaman, termasuk penyakit. Beberapa kasus menyebutkan bahwa bayi mengalami kematian disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak tepat oleh ibu. Nutrisi yang paling menyelamatkan adalah air susu ibu (ASI).

Menurut riset kesehatan internasional AskDrSears, ASI mengandung nutrisi paling lengkap dan sempurna untuk sistem kekebalan tubuh bayi. Kolostrum merupakan salah satu unsur dari ASI yang keluar setelah melahirkan selama beberapa hari. Bayi-bayi yang tidak mendapatkan asupan kolostrum menjadi tidak kuat. Mereka mudah diserang virus dan bakteri terutama pada sistem pencernaan.

Bayi yang mudah sakit memiliki kemungkinan untuk mengalami kematian. Bayi-bayi semestinya mendapatkan ASI dari para ibu, dari detik pertama lahir sampai periode yang penting. Dokter pakar kesehatan anak, dr. Dini Adityarini, SpA menyatakan bahwa ASI harus diberikan pada buah hati minimal sampai enam (6) bulan.

Namun, seorang ibu muda yang enggan disebut namanya menyatakan kepada KoPi di Surabaya bahwa dirinya ingin memberi ASI namun dia sangat sibuk dengan pekerjaan kantor.

"Bagaimana bisa memberi ASI jika pukul tujuh saya sudah berangkat kantor? Pulang pukul lima, sudah terasa lelah sekali".

Jadi menyusui sangat sulit sekali secara teknis, imbuh ibu mudah yang menjadi pemilik beberap resto terkenal di Surabaya ini.

Dokter Dini membenarkan kondisi tersebut.

"Para ibu terutama di kota besar seringkali tidak bisa memberi ASI karena kesibukan. Juga akibat faktor ketidaktahuan teknis mengambil ASI di sela kesibukannya"

Dokter Dini Adityarini, SpA menyatakan bahwa sangat penting para ibu mengetahui teknis mengambil ASI untuk para bayi mereka. Mungkin tidak sempat menyusui secara langsung namun bisa dilakukan teknik pemerasan. Namun sayangnya para ibu banyak yang tidak tahu teknis atau cara pemerasan yang baik. Terkait kenyataan inilah, dokter Dini sering menyelenggarakan seminar tentang ASI.

*YP

back to top