Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Ibu Tidak Peduli, Bayi Meninggal

foto: www.healthieryoumag.com foto: www.healthieryoumag.com

KoPi. Angka kematian bayi masih cukup tinggi. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional melaporkan bahwa terjadi 32 kematian bayi setiap 1000 kelahiran. Bayi memang masih rentan oleh berbagai ancaman, termasuk penyakit. Beberapa kasus menyebutkan bahwa bayi mengalami kematian disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak tepat oleh ibu. Nutrisi yang paling menyelamatkan adalah air susu ibu (ASI).

Menurut riset kesehatan internasional AskDrSears, ASI mengandung nutrisi paling lengkap dan sempurna untuk sistem kekebalan tubuh bayi. Kolostrum merupakan salah satu unsur dari ASI yang keluar setelah melahirkan selama beberapa hari. Bayi-bayi yang tidak mendapatkan asupan kolostrum menjadi tidak kuat. Mereka mudah diserang virus dan bakteri terutama pada sistem pencernaan.

Bayi yang mudah sakit memiliki kemungkinan untuk mengalami kematian. Bayi-bayi semestinya mendapatkan ASI dari para ibu, dari detik pertama lahir sampai periode yang penting. Dokter pakar kesehatan anak, dr. Dini Adityarini, SpA menyatakan bahwa ASI harus diberikan pada buah hati minimal sampai enam (6) bulan.

Namun, seorang ibu muda yang enggan disebut namanya menyatakan kepada KoPi di Surabaya bahwa dirinya ingin memberi ASI namun dia sangat sibuk dengan pekerjaan kantor.

"Bagaimana bisa memberi ASI jika pukul tujuh saya sudah berangkat kantor? Pulang pukul lima, sudah terasa lelah sekali".

Jadi menyusui sangat sulit sekali secara teknis, imbuh ibu mudah yang menjadi pemilik beberap resto terkenal di Surabaya ini.

Dokter Dini membenarkan kondisi tersebut.

"Para ibu terutama di kota besar seringkali tidak bisa memberi ASI karena kesibukan. Juga akibat faktor ketidaktahuan teknis mengambil ASI di sela kesibukannya"

Dokter Dini Adityarini, SpA menyatakan bahwa sangat penting para ibu mengetahui teknis mengambil ASI untuk para bayi mereka. Mungkin tidak sempat menyusui secara langsung namun bisa dilakukan teknik pemerasan. Namun sayangnya para ibu banyak yang tidak tahu teknis atau cara pemerasan yang baik. Terkait kenyataan inilah, dokter Dini sering menyelenggarakan seminar tentang ASI.

*YP

back to top