Menu
Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi jangan jauhi pelakunya

Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi …

Jogja-KoPi|Menteri Agam...

Gus Ipul akan perkuat pendidikan agama

Gus Ipul akan perkuat pendidikan ag…

Nganjuk-KoPi| Wakil Gub...

Menhub meminta PT KAI mengantisipasi bahaya longsor

Menhub meminta PT KAI mengantisipas…

Jogja-KoPi|Memasuki mus...

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Prev Next

Hipertensi membuat mata buta

Hipertensi membuat mata buta

Jogja-KoPi| Dr. Suhardjo,SU, Sp.M(K) mengungkapkan bahwa penyakit darah tinggi atau hipertensi memiliki resiko terjangkit penyakit mata yang mengarah kebutaan. Hipertensi sendiri adalah penyakit dimana seseorang memiliki tekanan darah melebihi 140/90mmHG. Dr. Suhardjo menjelaskan penyakit hipertensi memiliki resiko terkena penyakit mata seperti katarak, Penyakit retina,dan Glaukoma.

"Pasien Hipertensi sendiri memiliki resiko penyakit mata yang mengarah ke kebutaan,seperti katarak, Retinatropi,dan Glaukoma,"jelas Suhardjo saat Jumpa pers di RSUP Sardjito, Senin (15/5).

Suhardjo memaparkan terdapat angka resiko yang menunjukkan pasien hipertensi dapat terjangkit penyakit mata. Seperti Katarak, pasien hipertensi yang berusia 60 tahun memiliki resiko terjangkit 1,49 kali dibanding dengan pasien yang memiliki tekanan darah normal.

Sementara untuk penyakit mata lainnya seperti Retinatropi dan Glaukoma,Suhardjo menjelaskan dari kasus studi di Iran tahun 2016, ditemukan pasien Retinatropi di Iran,39,9% memiliki penyakit hipertensi.

Untuk kasus Glaukoma sendiri, Dr. Tatang Gani SpM(K),selaku subdivisi Glaukoma mengatakan terdapat peluang dari total seluruh pasien Glaukoma di Inggris,20-25% pasien juga memiliki penyakit hipertensi.

"Di Inggris sekitar 400.000 pasien Glaukoma, sebanyak lebih dari 20% pasien adalah pasien hipertensi,"lanjutnya.

Menyingkapi hal ini,sekaligus peringatan hari hipertensi sedunia pada tanggal 17 Mei mendatang, pihaknya meminta kepada pasien hipertensi lebih peduli terhadap tensi darah masing-masing dan kesehatan mata.

Dia pun menyarankan kepada pasien hipertensi agar selalu melakukan cek kesehatan seperti pengecekan mata ke spesialis mata dan mengontrol tensi darah dengan meminum obat penurun tensi.

"Setahun sekali kami sebagai dokter spesialis mata menyarankan untuk melakukan pengecekan mata untuk mengetahui apakah pasien hipertensi terkena penyakit mata atau tidak," tandasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top