Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Gula darah tinggi 'menimbulkan risiko depresi'

Gula darah tinggi 'menimbulkan risiko depresi'

Chicago-KoPi, Para peneliti telah menghimbau orang-orang yang terkena diabetes bahwasannya mereka lebih rentan depresi karena sebuah interaksi dalam kelompok antara kadar gula darah tinggi dan sebuah neurotransmitter yang terkait dengan depresi. Tim mempresentasikan temuan mereka pada pertemuan International Society of Endokrinologi dan Endocrine Society: ICE / ENDO 2014 di Chicago, IL.

Penelitian sebelumnya juga telah menyinggung hubungan antara diabetes dan depresi, tetapi para ilmuwan tidak yakin  mengenai mekanisme temuan mereka.

Pada tahun 2010, Medical News Today, melaporkan dalam sebuah studi yang dilakukan para peneliti di Harvard School of Public Health di Boston, MA, yang mengeksplorasi hubungan antara depresi dan diabetes dengan jumlah sampel 65.381 wanita. Tim Harvard menemukan bahwa tidak hanya perempuan yang terkena diabetes pada peningkatan risiko menjadi depresi, tetapi perempuan depresi juga mengalami peningkatan risiko terkena diabetes.

Dari penelitian tersebut, peneliti menemukan bahwa wanita depresi memiliki risiko 17% lebih tinggi terkena diabetes dan wanita yang anti-depresi memiliki risiko 25% lebih tinggi terkena diabetes daripada wanita yang tidak terkena depresi.

Mereka juga menemukan bahwa wanita diabetes memiliki risiko depresi 29% lebih tinggi dan wanita yang menggunakan insulin memiliki risiko depresi 53% lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yang tidak terkena diabetes.

"Depresi merupakan akibat yang ditimbulkan dari perubahan biokimia yang disebabkan langsung oleh diabetes atau karena pengobatan itu sendiri," para penulis berhipotesis, "atau berasal dari stres dan ketegangan yang terkait dengan hidup terkena diabetes dan konsekuensinya kondisi fisik menjadi sering melemahkan."

Hipotesis ini disampaikan oleh para peneliti dibalik studi baru mereka; Nicolas Bolo, PhD dari Beth Israel Deaconess Medical Center, Dr. Donald Simonson dari Brigham, dan Rumah Sakit Wanita di Boston.

(Irfan Ridlowi)

Sumber: medicalnewstoday.com

back to top