Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Gula darah tinggi 'menimbulkan risiko depresi'

Gula darah tinggi 'menimbulkan risiko depresi'

Chicago-KoPi, Para peneliti telah menghimbau orang-orang yang terkena diabetes bahwasannya mereka lebih rentan depresi karena sebuah interaksi dalam kelompok antara kadar gula darah tinggi dan sebuah neurotransmitter yang terkait dengan depresi. Tim mempresentasikan temuan mereka pada pertemuan International Society of Endokrinologi dan Endocrine Society: ICE / ENDO 2014 di Chicago, IL.

Penelitian sebelumnya juga telah menyinggung hubungan antara diabetes dan depresi, tetapi para ilmuwan tidak yakin  mengenai mekanisme temuan mereka.

Pada tahun 2010, Medical News Today, melaporkan dalam sebuah studi yang dilakukan para peneliti di Harvard School of Public Health di Boston, MA, yang mengeksplorasi hubungan antara depresi dan diabetes dengan jumlah sampel 65.381 wanita. Tim Harvard menemukan bahwa tidak hanya perempuan yang terkena diabetes pada peningkatan risiko menjadi depresi, tetapi perempuan depresi juga mengalami peningkatan risiko terkena diabetes.

Dari penelitian tersebut, peneliti menemukan bahwa wanita depresi memiliki risiko 17% lebih tinggi terkena diabetes dan wanita yang anti-depresi memiliki risiko 25% lebih tinggi terkena diabetes daripada wanita yang tidak terkena depresi.

Mereka juga menemukan bahwa wanita diabetes memiliki risiko depresi 29% lebih tinggi dan wanita yang menggunakan insulin memiliki risiko depresi 53% lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yang tidak terkena diabetes.

"Depresi merupakan akibat yang ditimbulkan dari perubahan biokimia yang disebabkan langsung oleh diabetes atau karena pengobatan itu sendiri," para penulis berhipotesis, "atau berasal dari stres dan ketegangan yang terkait dengan hidup terkena diabetes dan konsekuensinya kondisi fisik menjadi sering melemahkan."

Hipotesis ini disampaikan oleh para peneliti dibalik studi baru mereka; Nicolas Bolo, PhD dari Beth Israel Deaconess Medical Center, Dr. Donald Simonson dari Brigham, dan Rumah Sakit Wanita di Boston.

(Irfan Ridlowi)

Sumber: medicalnewstoday.com

back to top