Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Gelisah Tingkat Tinggi Menyebabkan Stroke

Gelisah Tingkat Tinggi Menyebabkan Stroke

KoPi, Mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk memetakan masalah ini, tentang gambaran stres di setiap hari kita, tapi penelitian menemukan bahwa setiap kegelisahan yang kalian rasakan sekarang dan waktu istirahat per tahunnya – kemungkinan besar akan menyebabkan terjadinya stroke.

Maaf, tapi hal ini benar, sebagaimana menurut penelitian yang pertama kali pernah dilakukan dalam melihat bagaimana kegelisahan mempengaruhi resiko stroke yang terpisah dari faktor depresi atau faktor lainnya.

Faktanya, orang yang mengalami kegelisahan tingkat tinggi, kemungkinan besar 33 persen akan mengalami stroke di waktu besok, menurut Ahli Jiwa dari University of Pittsburgh School of Medicine.

“Setiap orang mempunyai kegelisahan entah di waktu sekarang atau besok, tapi ketika kegelisahan itu meningkat dan kronis, maka bisa jadi itu akan mempengaruhi stroke besok,” Maya Lambiase, seorang peneliti dibidang psikologi yang telah menerbitkan hasil risetnya Selasa kemarin.

Akibat stroke sangat tragis karena stroke merupakan penyebab penyakit tingkat ke-empat yang menyebabkan kematian dan lumpuh. Hampir 800.000 orang di Amerika Serikat mengalami stroke setiap tahun dan yang meninggal kurang lebih 130.00 orang, berdasarkan laporan yang dilansir oleh Centers for Disease Control and Prevention. Dan, hampir 20 persen orang dewasa Amerika dan seperempat anak-anak dan remaja menderita penyakit gelisah, berdasarkan laporan National Institute of Mental Health.

Lambiase dan rekan-rekannya telah melakukan penelitian ini selama 22 tahun dengan partisipan kurang lebih 6.000 orang yang berumur antara 25-74 tahun di sebuah lembaga survei yang bernama National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES 1) yang pertama kali melakukan survei seperti ini.

Sampel tersebut diteliti menggunakan interview, cek kesehatan, quisioner dan cek darah – dan juga dengan meneliti orang yang mau di teliti selama beberapa periode.

Mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan, termasuk juga dengan menggunakan alat pengukur tensi kegelisahan, yang bernama GWB-A (General Well Being Schedule).

Peneliti fokus pada memori-memori selama bulan-bulan kemarin dan menanyakan hal-hal seperti: “Apakah anda sedang merasa dalam tegangan, tekanan, atau stress?” “Apakah anda sedang diganggu oleh sebuah kegelisahan?”

Pertanyaan tersebut kemudian dinilai. Angka 0 mengindikasikan level kegelisahan tertinggi dan angka 5 mengindikasikan level terendah.

Selama waktu studi, hampir 7 persen partispan, kurang lebih 419 orang, mengalami stroke.

Ketika peneliti mendapat gejala-gejala kegelishan dan menghubungkannya dengan resiko stroke, mereka menemukan hal yang mengherankan. Setiap skala penyimpangan dalam kegelisahan semakin bertambah, resiko stroke menjadi naik 17 persen . Dan orang-orang yang level kegelisahannya lebih tinggi, mereka malah semakin merokok dan tidak berolahraga, yang mana ini bisa memperparah resiko mereka.

Penelitian ini melengkapi pengetahuan yang sangat berharga mengenai faktor-faktor yang menyebabkan stroke, Dr. Shazam Husain, Kepala Cleveland Clinic Stroke Center, orang yang tidak termasuk tim peneliti ini berkomentar.

Peneliti juga menemukan bahwa kegelisahan juga menyebabkan penyakit jantung, tapi hubungannya dengan stroke belum jelas. “Kita selalu mencari hal di luar faktor-faktor standar .”

Ini masih belum jelas apakah atau bagaimana mengurangi kegelisahan akan mencegah resiko stroke,dan ini merupakan topik yang menarik untuk penelitian selanjutnya, Lambiase berkomentar lagi.

Tapi Husain menambah komentar, bahwasanya penemuan ini seharusnya mempengaruhi orang-orang untuk memperhatikan kegelisahan dan stress yang dirasakan setiap harinya dan mencari cara bagaimana gejala tersebut bisa berkurang.

“Anda jangan menunggu krisis kesehatan datang untuk melakukan hal ini,” dia berpesan.

 

(Fahrurrazi)

Sumber: NBCnews

 

 

back to top