Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Gelar Kompetisi Film Pendek, EDP Yogya Ajak pelajar Yogya Waspada DBD

Gelar Kompetisi Film Pendek, EDP Yogya Ajak pelajar Yogya Waspada DBD

EDP YOGYA-Eliminate Dengue Project Yogyakarta (EDP Yogya) melibatkan pelajar dalam kampanye pemberantasan demam berdarah dengue. Kampanye ini diwujudkan dengan digelarnya Kompetisi Film Pendek Pelajar yang mengambil tema “DBD Ora Wae.”

Kompetisi ini menyasar seluruh pelajar SMA sederajat di Kota Yogyakarta. Harapannya, generasi muda khususnya pelajar bisa lebih waspada terhadap DBD. Pelibatan pelajar dalam kampanye pemberantasan DBD dilatarbelakangi bahwa selama ini pengendalian DBD identik dengan tugas juru pemantau jentik (jumantik) yang lazimnya merupakan kaum ibu-ibu. Pelibatan remaja dalam usaha mengendalikan DBD masih jarang diadakan. Akibatnya, kesadaran akan bahaya DBD yang masih menjadi ancaman hingga saat ini seolah belum terpatri dalam jiwa kaum remaja.

Staf EDP Yogya bidang Komunikasi dan Penyertaan Masyarakat, Bekti Andari mengatakan dalam kompetisi ini EDP Yogya bekerja sama dengan Yayasan Film Pelajar Jogja (FFPJ), Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY. Rangkaian kegiatannya telah dimulai sejak November 2016 dan akan diakhiri pada Sabtu, 11 Maret 2017 di Grhatama Pustaka, Perpustakaan Daerah DIY.

Menurut Bekti, pada penutupan ini akan diputar seluruh hasil karya pelajar Yogyakarta yang terlibat dalam kompetisi ini. Pemutaran film yang berjumlah 15 ini akan diakhiri dengan pengumuman pemenang dan pemberian penghargaan.

Perpustakaan Daerah DIY akan turut menyimpan salinan film pendek hasil kompetisi ini. Sebab, di dalam fasilitas milik Pemerintah DIY ini terdapat ruang audio visual yang tiap hari memutar film-film yang edukatif. Harapannya, ke depan masyarakat dapat meminjam film-film ini untuk keperluan sosialisasi. “Kami juga tengah merencanakan untuk roadshow ke sekolah-sekolah untuk memutar film-film ini,” jelas Bekti, Jumat (10/3) di Jogja.

Pelaksanaan kegiatan yang memakan waktu cukup panjang ini bukan tanpa alasan. Penyelenggara menggarapnya secara serius berharap hasilnya akan menjadi percontohan skala nasional.

“Ini (pembuatan film tentang DBD) memang tidak mudah. Oleh karenanya saya mengerahkan insan perfilman dari Institut Seni Indonesia untuk mendampingi tiap peserta sebelum, selama hingga proses pasca produksi,” jelas Tomy Taslim, Ketua FFPJ pada workshop pembuatan film pendek beberapa waktu lalu.

Menurut Tommy, hasilnya tak mengecewakan. Ada film pendek yang mengangkat peran jumantik dalam program pengendalian DBD. Ada pula yang sedikit nyleneh dengan mengangkat tema superhero khas jiwa remaja. Selain itu ada film pendek berjudul “Tolak bala” yang mengangkat kearifan masyarakat lokal dalam menyikapi demam.

Salah satu insan perfilman yang juga terlibat sebagai juri, Ong Hari Wahyu mengatakan sejumlah film sangat mudah dipahami sehingga pesannya akan lebih mengena. “Beberapa film ini sangat mudah dipahami jika digunakan sebagai media sosialisasi,” ungkap Ong Hari Wahyu. Selain Ong Hari Wahyu, juri yang terlibat dalam kompetisi film pendek karya sineas muda Yogya ini adalah Gafar Yudtadi, jurnalis pada salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia.

Berbicara tentang pengendalian DBD, tidaklah cukup fokus pada nyamuk dan virus dengue saja. Manusia merupakan unsur yang tak terpisahkan dalam penularan penyakit yang tiap tahun memakan korban jiwa ini. Selain melaksanakan penelitian dengan menitipkan ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di rumah-rumah warga terpilih, EDP Yogya bertekad untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit tropis ini. Bagaimanapun juga perilaku bersih dan sehat tetap memegang peran penting untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan bebas dari DBD.

Untuk Informasi Lebih Lanjut :
Bekti Andari

Communication and Engagement Team Leader
Eliminate Dengue Project Yogyakarta
Gedung Pusat Antar Universitas (PAU)Jl. Teknika Utara Barek, Yogyakarta 552281
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. | Phone: 081 7410 4701|
Website : www.eliminatedengue.or.id | Facebook: EDP Yogya | Instagram : EDP Yogya

back to top