Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

dr. Indra Yuliati, SpOG : Kanker serviks bisa dicegah

dr. Indra Yuliati, SpOG : Kanker serviks bisa dicegah

Sub Judul

Surabaya-KoPi, Kanker Serviks masih menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita oleh perempuan di Indonesia. Tercatat di WHO bahwa penderita kanker serviks bertambah 1 orang setiap jamnya di Indonesia. Hal yang patut disayangkan karena sebenarnya kanker serviks memiliki rasio pencegahan yang paling tinggi daripada jenis kanker yang lainnya. Dr.Indra Yuliati yang ditemui di sela-sela Seminar “Awam Kanker Serviks : Aspek Klinis” di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kendangsari (21/4/14) memberikan pernyataannya mengenai pentingnya tindakan preventif untuk mengetahui kanker serviks sejak dini.

Terlambatnya tindakan pencegahan terhadap kanker serviks masih menjadi kendala terbesar di Indonesia. Kanker serviks sebenarnya adalah salah satu jenis kanker yang paling memungkinkan untuk dicegah karena hampir 99,7% diketahui disebabkan oleh virus Human Papiloma Virus (HPV tipe 16 dan 18), dan dengan diketahui virus penyebab kanker serviks maka penangan berupa pemberian vaksin bisa dilakukan. Keterlambatan masyarakat dalam melakukan pencegahan kanker serviks ini yang menjadi penyebab kematian tertinggi nomor 2 pada wanita Indonesia. 

Kanker serviks adalah penyakit keganasan yang rentan diderita oleh wanita. Keganasan terjadi pada leher rahim (serviks) yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke vagina. Kanker serviks terjadi dimana sel normal di serviks berubah menjadi sel kanker.  Perubahan ini biasanya terjadi dalam jangka waktu 3-20 tahun. Oleh karena itu deteksi sejak dini sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya kanker serviks.  

“Terjangkitnya kanker serviks pada wanita itu terjadi dalam rentang waktu yang lama, antara 3 sampai 20 tahun dan hampir tidak disertai gejala, jadi itu yang membuat masyarakat lengah dan enggan memeriksakan kondisinya, setelah stadium lanjut baru periksa. Nah itu, yang susah.” Ujar Dr. Indra.

back to top