Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

dr. Indra Yuliati, SpOG : Kanker serviks bisa dicegah

dr. Indra Yuliati, SpOG : Kanker serviks bisa dicegah

Sub Judul

Surabaya-KoPi, Kanker Serviks masih menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita oleh perempuan di Indonesia. Tercatat di WHO bahwa penderita kanker serviks bertambah 1 orang setiap jamnya di Indonesia. Hal yang patut disayangkan karena sebenarnya kanker serviks memiliki rasio pencegahan yang paling tinggi daripada jenis kanker yang lainnya. Dr.Indra Yuliati yang ditemui di sela-sela Seminar “Awam Kanker Serviks : Aspek Klinis” di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kendangsari (21/4/14) memberikan pernyataannya mengenai pentingnya tindakan preventif untuk mengetahui kanker serviks sejak dini.

Terlambatnya tindakan pencegahan terhadap kanker serviks masih menjadi kendala terbesar di Indonesia. Kanker serviks sebenarnya adalah salah satu jenis kanker yang paling memungkinkan untuk dicegah karena hampir 99,7% diketahui disebabkan oleh virus Human Papiloma Virus (HPV tipe 16 dan 18), dan dengan diketahui virus penyebab kanker serviks maka penangan berupa pemberian vaksin bisa dilakukan. Keterlambatan masyarakat dalam melakukan pencegahan kanker serviks ini yang menjadi penyebab kematian tertinggi nomor 2 pada wanita Indonesia. 

Kanker serviks adalah penyakit keganasan yang rentan diderita oleh wanita. Keganasan terjadi pada leher rahim (serviks) yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke vagina. Kanker serviks terjadi dimana sel normal di serviks berubah menjadi sel kanker.  Perubahan ini biasanya terjadi dalam jangka waktu 3-20 tahun. Oleh karena itu deteksi sejak dini sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya kanker serviks.  

“Terjangkitnya kanker serviks pada wanita itu terjadi dalam rentang waktu yang lama, antara 3 sampai 20 tahun dan hampir tidak disertai gejala, jadi itu yang membuat masyarakat lengah dan enggan memeriksakan kondisinya, setelah stadium lanjut baru periksa. Nah itu, yang susah.” Ujar Dr. Indra.

back to top