Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

dr. Indra Yuliati, SpOG : Kanker serviks bisa dicegah

dr. Indra Yuliati, SpOG : Kanker serviks bisa dicegah

Sub Judul

Surabaya-KoPi, Kanker Serviks masih menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita oleh perempuan di Indonesia. Tercatat di WHO bahwa penderita kanker serviks bertambah 1 orang setiap jamnya di Indonesia. Hal yang patut disayangkan karena sebenarnya kanker serviks memiliki rasio pencegahan yang paling tinggi daripada jenis kanker yang lainnya. Dr.Indra Yuliati yang ditemui di sela-sela Seminar “Awam Kanker Serviks : Aspek Klinis” di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kendangsari (21/4/14) memberikan pernyataannya mengenai pentingnya tindakan preventif untuk mengetahui kanker serviks sejak dini.

Terlambatnya tindakan pencegahan terhadap kanker serviks masih menjadi kendala terbesar di Indonesia. Kanker serviks sebenarnya adalah salah satu jenis kanker yang paling memungkinkan untuk dicegah karena hampir 99,7% diketahui disebabkan oleh virus Human Papiloma Virus (HPV tipe 16 dan 18), dan dengan diketahui virus penyebab kanker serviks maka penangan berupa pemberian vaksin bisa dilakukan. Keterlambatan masyarakat dalam melakukan pencegahan kanker serviks ini yang menjadi penyebab kematian tertinggi nomor 2 pada wanita Indonesia. 

Kanker serviks adalah penyakit keganasan yang rentan diderita oleh wanita. Keganasan terjadi pada leher rahim (serviks) yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke vagina. Kanker serviks terjadi dimana sel normal di serviks berubah menjadi sel kanker.  Perubahan ini biasanya terjadi dalam jangka waktu 3-20 tahun. Oleh karena itu deteksi sejak dini sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya kanker serviks.  

“Terjangkitnya kanker serviks pada wanita itu terjadi dalam rentang waktu yang lama, antara 3 sampai 20 tahun dan hampir tidak disertai gejala, jadi itu yang membuat masyarakat lengah dan enggan memeriksakan kondisinya, setelah stadium lanjut baru periksa. Nah itu, yang susah.” Ujar Dr. Indra.

back to top